5 Hal yang Sering Dialami Para Freelance

Gadget Keren Buatan Indonesia Nggak Bikin Kantong Jebol

Mungkin saja pekerjaan freelance mempunyai nilai lebih daripada pekerjaan kantoran. Kenapa? Karena freelance itu nggak dibatasi oleh waktu, nggak ada jadwal, bisa semuanya kapan kerja, dan yang pastinya tidak ada yang namanya si bos yang cerewet. Kalau masalah penghasilan sih, relative ya. Bisa lebih tinggi bisa lebih rendah. Asal mau bersyukur saja, maka berapapun penghasilan yang didapat, akan terasa bersyukur.

Namun tahu tidak, kalau banyak hal yang dalami para freelance. Seperti pegawai kantoran, banyak yang dialami. Seperti telat tiga menit saja, sudah berabe deh urusan pekerjaan. Karena harus disiplin, mau tidak mau. Kalau tidak disiplin, beh bahaya. Belum lagi kalau si bos dah cerewet nggak jelas, pingin nutup kuping deh. Pokoknya ada-ada saja hal yang dirasakan oleh pegawai kantoran. Begitu juga dengan freelance.

Beberapa Hal Dialami Freelance

Tentu saja, hal tersebut adalah hal yang sering terjadi pada para freelance. Memang, ada yang sama dengan pegawai kantoran, ada yang beda jauh, pake banget jauhnya.

1. Jam kerja suka hati

Bagi pegawai kantoran sih, rasanya enak banget melihat para freelance. Jam kerja mereka tidak jelas, alias bisa kapan dan dimana saja. Coba kalau sistem kerja pegawai kantoran demikian, dah senang banget tuh para pegawai. Namun, kenyataan tidak berkata demikian. Pegawai kantor punya jam yang mengatur kapan masuk dan kapan pulang.

Hal ini tidak berlaku pada freelance. Dia kerja dimana saja dan kapan saja. Pokoknya, asal pekerjaan selesai, semuanya beres. Mau tengah malam, pagi hari, atau siang hari semuanya tidak masalah. Namun, jika pekerjaan padat banget, mau tuh satu harian bekerja tanpa berhenti, hiks, susah banget bukan jadi freelance.

Oh ya, bagi pegawai kantoran, jika terpaksa untuk lembur, maka mereka akan dibayar. Wah … lumayan banget tuh. Beda jika para freelance. Mereka tidak dibayar sepeserpun kalau lembur, sedih.

2. Terbiasa dengan deadline

Bagi pegawai kantoran mungkin berpikir, “Deadline? Apa tuh?” tapi bagi freelance, deadline bagaikan dua mata pisau. Memberikan semangat untuk terus berkarya, dan juga merupakan ketakutan terbesar-sar-sar.

Apa itu deadline? Deadline adalah tenggat waktu yang diberikan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Pokoknya, saat jatuh tempo, pekerjaan harus sudah selesai dan sempurna. Tidak ada yang namanya keterlambatan. Ini nih yang menjadi momok bagi freelance.

Jika di pegawai kantoran, tidak ada yang namanya deadline, karena semuanya sudah diarahkan/ditata sehingga dapat bekerja secara maksimal. Dan pegawai kantoran ya … harus bekerja, mau tidak mau. Beda dengan freelance. Kebanyakan nih, sebelum dekat dengan deadline, masih santai saja. Jika dilihat pekerjaan, rasanya otak belum bisa bekerja. Tidak dekat lagi dengan deadline, otak tiba-tiba berfungsi maksimal, dan pekerjaan berhasil diselesaikan.

Freelance adalah orang yang akrab dengan deadline.

3. Kagak disiplin

Ciptakan Waktu Anda Sendiri

Untuk pegawai kantoran sudah ditentukan jadwal. Jam sekian harus sampai ke kantor, batas toleransi telah adalah 0 detik. Terus sudah diberikan jadwal untuk istirahat dan saat pulang. Sehingga tampak disiplin. Kalau tidak disiplin sih bakal ada sanksi. Maka dari itu, pegawai kantoran terbiasa hidup disiplin.

Bagaimana dengan freelance? Tentu saja itu Cuma mitos (bagi kebanyakan freelance). Karena waktu kerja yang suka-suka, sehingga bekerja pun suka-suka juga. Akhirnya, tidak ada yang namanya disiplin.

Terkadang, kagak disiplin ini menjadi masalah besar. Bayangkan saja, awalnya bekerja santai, karena masih jauh yang namanya deadline. Eh, tanpa sadar sudah mendekati deadline. Kalau sudah seperti ini, keluarlah jurus, “The power of kepepet.” Pekerjaan sudah selesai sih. Tapi coba deh bayangkan, karena tidak disiplin jadi lupa tanggal deadline. Atau ingat pada saat waktu kritis. Deadline pukul 00:00 dan ingat ada tugas sebelum deadline pada pukul 23:99.

4. Butuh yang namanya koneksi internet

Bagi freelance, koneksi internet tuh seperti makanan pokok. Jika koneksi internet lambat, atau bahkan mati total, bakal bahaya tuh bagi freelance. Bagaimana cara dia mengirim pekerjanya? Bagaimana dia mengetahui kabar terkini dari freelance? Kalau koneksi internet melambat atau mati, semua itu tidak didapatkan.

Kalau pegawai kantoran, buat apa koneksi internet, toh mereka sudah mendapatkannya di kantor. Bahkan, bisa menggunakan social media lagi di kantor. Semua fasilitas sudah disediakan. Namun bagi freelance, semua itu tidak disediakan. Harus si freelance yang menyediakan itu semua. Dan ketika koneksi melambat? Rasanya dunia hampir berakhir.

5. Laptop/PC rusak

Laptop/PC merupakan senjata utama bagi para freelance. Karena dengan itu mereka bekerja. Para pegawai kantoran juga demikian sih. Bedanya, jika laptop/PC rusak, sudah disediakan selengkap-lengkapnya. Bahkan ada yang memfasilitasi dengan laptop/PC sekelas punya gamer.

Namun bagi freelance, tidak demikian. Jika laptop/PC rusak, maka tidak ada bantuan untuk memperbaikinya. Harus menggunakan biaya sendiri atau membeli device baru dengan biaya sendirian.

Bagi freelance, harus siap menerima keadaan terburuk. Jika laptop/PC rusak, masih ada gantinya, sudah beli laptop/PC baru. Atau pergi ke service center. Kalau masih garansi sih, harga servis gratis. Tapi kalau masa garansi sudah habis, maka tidak diperbolehkan untuk masuk.

Jadi, biaya untuk laptop/PC harus dipersipakn bagi freelance. Ibarat kata, laptop/PC merupakan modal bagi mereka, untuk melangkah lebih jauh.

Penutup

Siapa bilang freelance lebih bagus daripada pegawai kantoran? Siapa bilang freelance lebih bagus daripada pegawai kantoran? Semua itu ada kelebihan dan kekurangan masing-masing. Namun bagi freelance, setidaknya 5 hal tersebut sering sekali diami para freelance.

Demikian 5 hal yang sering dialami para freelance, mau milih freelance atau kantoran hayooo? Semua itu tergantung keputusan yang diambil. Yang lebih penting, pertimbangkan secara matang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here