Urusan Dunia Membuat Saya Jatuh dan Urusan Akhirat Membuat Bangkit

tips yang mampu membuat anda bahagia

Tantangan kali ini adalah hal-hal yang membuat saya jatuh dan hal-hal yang membuat saya bangkit. Sesaat saya jadi berpikir sejenak, apa-apa saja yang membuat saya jatuh ya? Ya … selain terpeleset dari lantai dan jatuh cinta, apalagi yang membuat saya jatuh?

Awalnya saya berpikir bahwa masalah yang membuat saya jatuh. Namun itu hanya 20% dari total keseluruhan. Setelah berpikir lagi, ternyata banyak hal yang membuat saya jatuh. Dan rata-rata itu adalah urusan duniawi.

Urusan Dunia Membuat Saya Jatuh

Banyak sekali urusan dunia, seperti ujian, sidang, seminar, penghasilan, teman, sahabat, kekasih, dan lain-lain. Dan semua itu mampu membuat saya jatuh.

Pernah suatu ketika, ketika saya melihat teman saya sudah memiliki kekasih baru. Saya langsung terjatuh, rasanya ada yang menimpa saya ribuan ton batu bata. Teman saya telah melepaskan masa jomblonya sedangkan saya belum, huhuhu 🙁

Namun, bukan itu saja. Saya pernah terjatuh ketika ujian pertama kali kala SD dulu. Saya begitu percaya diri karena saya akan mendapatkan nilai yang terbaik, ternyata hasilnya jauh dari yang saya harapkan. Padahal saya sudah belajar keras waktu itu. Maka dari itu, saya lebih memilih belajar santai daripada belajar keras.

Saya juga pernah terjatuh, ketika saya melakukan penelitian. Saya sudah menghafal semua teori mengenai penelitian tersebut. Namun, ketika hari H penelitian, saya malah tidak tahu apa yang harus saya kerjakan. Ternyata sudah mengerti di teori belum tentu akan berhasil di praktik. Maka dari itu, saya jadi malas menghafal teori.

Dan masih banyak lagi yang membuat saya terjatuh.

Urusan Akhirat Membuat Saya Naik

Banyak hal urusan di dunia ini yang membuat saya jatuh, namun untuk menenangkan hati saya, hanya mengadu kepada-Nya yang membuat saya tenang. Saya pernah curhat kepada seseorang, tapi itu tidak sepenuhnya membuat saya tenang. Saya pernah pergi ke tempat rekreasi, tapi itu tidak sepenuhnya. Namun, ketika saya memanjatkan doa, mengadu kepada-Nya di sepertiga malam, hal itu membuat saya tenang.

Ketika saya terpukul melihat kenyataan dunia, maka saya akan mengadu dengan-Nya. Mungkin saya orangnya cerewet kali ya? Di hadapan manusia memang saya pendiam, tapi di hadapan-Nya saya mengadu.

Cukup sekian curhat nggak jelas dari saya. Saya undur diri, bye-bye.

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here