Bukan Untuk Apa Aku Hidup Tapi Apa Tujuan Aku Hidup

untuk apa aku hidup

Saya harus bersemedi tujuh ratus tahun untuk mendapatkan alasan kenapa saya hidup. Dan hasilnya … saya tidak menemukan untuk apa aku hidup.

Ketika saya membaca buku yang membahas “untuk apa aku hidup” juga tidak ada pencerahan bagi saya. Wah … kalau begini saya jadinya pusing sendiri.

Pertama saya pusing bagaimana cara membuat tulisan dengan topik untuk apa aku hidup. Dan yang kedua saya jadinya tersadar jika selama ini saya tidak tahu alasannya saya untuk hidup.

Sampai akhirnya saya menemukan jawabannya.

Untuk Apa Aku Hidup?

Sebenarnya jawabannya sangatlah mudah. Tidak perlu dipertanyakan lagi. Untuk apa aku hidup? Karena saya hidup. Itulah jawaban yang paling relevan menurut saya.

Kenapa? Karena kita hidup makanya kita hidup. Itu tidak perlu dipertanyakan lagi.

Ada satu pertanyaan yang harus dipertanyakan. Jika Anda, saya, kita semua tidak dapat menjawabnya, maka tidak ada gunanya hidup. “Apa Tujuan Hidup Anda?”

Apa Tujuan Hidup Anda?

Inilah yang sebenarnya harus dibahas.

Kenapa? Karena jika Anda tidak tahu tujuan hidup Anda, maka Anda pun lebih memilih mengakhiri hidup Anda.

Anda lihat beberapa orang yang mengakhiri hidupnya? Kenapa? Yang pastinya tujuan hidupnya sudah tidak ada lagi.

Sebagai contoh:

Si Z sangat kaya. Hidupnya bergelimpangan harta berkat bisnisnya. Tapi beberapa bulan yang lalu bisnisnya bangkrut. Si Z stress dan akhirnya memilih mengakhiri hidupnya.

Kita lihat permasalahan di atas. Si Z bangkrut dan tentunya si Z tidak tahu apa yang akan dia lakukan kedepannya. Jika si Z mempunyai tujuan hidupnya ke depan, misal dia bangkit dari keterpurukannya. Tentunya si Z mempunyai semangat hidup yang tinggi.

Tanpa sadar kita telah menetapkan tujuan hidup kita. Misal jika Anda masih ingat, saat Anda bayi maka tujuan hidup Anda untuk menjadi besar. Setidaknya bisa mandiri seperti bisa jalan sendiri, makan sendiri, minum sendiri, dll. Anda berusaha keras untuk itu.

Sewaktu SD, Anda juga belajar keras agar bisa lulus SD dan dapat masuk SMP favorit Anda. Anda bahkan belajar tanpa lelah.

Begitulah seterusnya. Setiap tujuan Anda tercapai, Anda pun menetapkan tujuan hidup baru Anda.

Jika Anda Tidak Mempunyai Tujuan Hidup Anda

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya. Anda akan frustrasi dan memilih mengakhiri hidup Anda. Hal ini memang sangat jarang terjadi pada diri Anda.

Yang pastinya Anda memiliki tujuan hidup walaupun sedikit. Bisa kita contohkan orang yang hidup di jalanan.

Kalau dipikir-pikir hidupnya sudah tidak berguna lagi. Dia hidup di jalanan, sangat jorok, dan tidak mempunyai pendapatan untuk mengisi perutnya. Tapi … kenapa orang tersebut berusaha makan dengan cara mengambil makanan sisa contohnya. Tidur di kolong jembatan agar tidak terkena hujan. Itu menunjukkan jika orang tersebut memiliki tujuan hidup, yaitu bertahan hidup.

Apa Tujuan Hidup Abadi Anda?

Sadar atau tidak sadar, Anda pastinya sudah menetapkan tujuan hidup abadi Anda.

Sewaktu SD Anda memiliki tujuan masuk SMP favorit. Setelah masuk SMP, tujuan hidup Anda sewaktu SD sudah selesai. Maka anda pun memiliki tujuan hidup baru yaitu masuk SMA favorit. Setelah Anda masuk SMA favorit, tujuan hidup Anda sewaktu SD sudah selesai. Begitulah seterusnya. Tujuan hidup Anda selalu berganti-ganti seiring bertambahnya waktu.

Tapi ada satu tujuan hidup Anda yang abadi, tidak pernah berubah walau ditelan waktu. Sadar atau tidak sadar, sewaktu Anda berada di rahim ibu Anda, Anda sudah menetapkan tujuan ini.

Mendekatkan diri Kepada Tuhan

Sadar atau tidak sadar, Anda selalu berusaha untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Sesesat-sesatnya Anda, senakal-nakalnya Anda, seketerlaluannya Anda, Anda pasti selalu berusaha mendekatkan diri kepada Tuhan.

Bahkan terkadang sewaktu-waktu terngiang di benak Anda untuk mendekatkan diri kepada Tuhan.

Bahkan untuk orang yang tidak percaya kepada Tuhan, meskipun kecil dia berusaha mendekatkan diri kepada Tuhan.

Apa Buktinya?

Seorang ateis sekalipun jika dirinya berada di ambang kematian maka dia akan berdoa demi keselamatan hidupnya. Meskipun dia tidak percaya Tuhan. Bisa Anda lihat di film-film populer.

Atau … bayangkan diri Anda adalah seorang ateis. Anda tidak percaya Tuhan. Sewaktu-waktu Anda berada dalam bahaya. Misal, Anda berada di bangunan lantai 20 dan saat itu terjadi gempa 9,8 SR. kata apa yang pertama kali Anda ucapkan?

Sadar atau tidak sadar. Anda berusaha mendekatkan diri Anda kepada Tuhan. Tuhan yang menciptakan kita. Jadi sudah sewajarnya kita mendekatkan diri kepada Tuhan. Jangan menjadi orang sombong.

4 COMMENTS

  1. Tujuan yang mungkin tidak disadari namun abadi yaitu mendekatkan diri pada Tuhan. Nice point!

  2. Inspiratif dan penuh semangat untuk hidup. Semoga kehidupan kita baik-baik saja dan terus menebar kebaikan ya.

    • Iya benar. Semoga hidup menebar kebaikan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here