Tips Ampuh Mengajarkan Anak Perkalian dengan Mudah

Ciptakan Matematika itu Penting dan Menyenangkan bagi Anak

Sudah bukan rahasia lagi kalau perkalian itu sangat dibutuhkaan hingga dewasa nanti. Seperti para orang tua yang rasakan. Rasanya kehidupan kita erat banget kaitannya dengan perkalian. Mulai dari perkalian sederhana, seperti berjualan kecil-kecilan sampai perkalian kompleks, seperti akuntansi, komputer, dll.

Rasanya kehidupan ini erat kaitannya dengan perkalian. Jadi, mengajarkan anak perkalian sedini mungkin akan sangat bermanfaat. Apalagi sudah bukan rahasia lagi, perkalian itu termasuk materi yang sulit bagi anak.

Ada beberapa tips untuk mengajarka anak perkalian yakni:

  • Mengajarkan konsep perkalian.
  • Mengajarkan pola perkalian.
  • Sering berlatih.

3 poin di atas akan mempermudah anak untuk memahami perkalian dengan mudah.

1. Mengajarkan konsep perkalian

Perkalian itu dihafal. Banyak dari kita salah mengajarkan hal ini kepada anak. Pertama tuh langsung menyuruh anak menghafal. Pertama perkalian satu, setelah hafal perkalian dua, dan seterusnya. Alhasil, si anak hanya tahu hafalan tapi tidak tahu cara menyelesaikan masalah perkalian.

Bisa kita lihat contoh kehidupan anak SD. Si anak bahkan hafal perkalian satu sampai dua belas. Namun kesulitan saat menjawab soal cerita.

Mulailah mengajarkan konsep terlebih dahulu. Misalnya 2×2 itu sama dengan 2+2. Lalu 4×4 itu sama dengan 4+4+4. Konsep kecil-kecilan terlebih dahulu. Dan juga lupa, beri tahu juga manfaat besar dari perkalian.

Misalnya, untuk menghitung apel yang satu bungkus berjumlah 3 buah. Jika total mempunyai 3 bungkus, maka berapa jumlah apel keseluruhan? Pertama beri tahu dulu konsep penjumlahan. Berarti 3+3+3=9. Jumlahnya 9 bungkus. Lalu beri tahu konsep perkalian, 3×3=9.

Memang mengajarkan konsep itu sedikit ribet. Tapi memori anak lebih mudah memahami hal tersebut daripada langsung disuguhkan hafal mati.

2. Mengajarkan pola perkalian

Setelah mengajarkan konsep perkalian, hehe mulai deh menghafal perkalian. Lalu setelah itu jangan lupa mengajarkan pola perkalian. Hal ini akan lebih mempermudah proses penyimpanan memori bagi si anak.

Misalnya:

  • Perkalian dua diakhiri bilangan genap.
  • Perkalian lima diakhiri angka lima.
  • Perkalian sepuluh diakhiri angka nol.
  • Hasil perkalian nol selalu menghasilkan angka nol.

Memang sih, tidak terlalu banyak pola yang didapat. Namun, walau sedikit diajarkan pola tersebut, akan mempermudah pemahaman anak secara signifikan.

3. Sering berlatih

Inilah sebenarnya maksud dari judul artikel ini. “Trik ampuh”, sebenarnya tidak ada trik ampuh mengajarkan anak secara cepat. Trik yang paling ampuh dengan “sering berlatih”. Si anak akan semakin terbiasa dengan perkalian.

Contoh yang paling mudah adalah bagaimana Anda sebagai remaja maupun dewasa telah memahami perkalian. Bagaimana cara Anda mampu memahami perkalian? Bahkan Anda mampu menyelesaikan soal perkalian anak SD kelas 6 dengan cepat dan benar.

Jawabannya karena Anda banyak berlatih. Setiap jenjang pendidikan selalu disuguhkan dengan perkalian. Sehingga Anda semakin terlatih dalam menyelesaikan perkalian. Begitu juga dengan anak SD yang masih pemula.

Jangankan Anda yang telah menempuh pendidikan. Pedagang yang bahkan tidak pernah mengenyam pendidikan mampu memahami perkalian dengan tepat.

Sebagai orang tua maupun guru jangan malas memberikan latihan kepada anak. Berilah latihan secara berkala, agar si anak semakin memahami. Jangan hanya soal perkalian secara angka, namun berikan juga perkalian dalam bentuk soal cerita.

Trik ampun memahami pelajaran matematikan adalah sering berlatih.

Kesimpulan

ketika si anak akan memahami perkalian, jangan langsung menyuguhkan hafalan yang sangat banyak. Berilah dulu konsep pemahaman kepada anak, demi mempermudah memori si anak. Lalu jangan lupa beritahu pola. Sebenarnya sih, tidak usah diberi tahu pola, kalau si anak nantinya telah memahami perkalian, akan menyadari pola perkalian tersebut.

Dan yang paling penting adalah buat si anak sering berlatih. Iya sih, kadang si anak akan mengeluh, namanya anak-anak. Tidak apa-apa si anak mengeluh, rata-rata anak itu mengeluh sambil mengerjakan apa yang telah diperintahkan, hihi pengalaman diri sendiri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here