Ternyata Banyak Banget Bakteri di Smartphone

Hmm, sebenarnya ini bukan lagi membuat kita terkejut sih. Dimana-mana banyak banget bakteri sebenarnya. Apalagi segala benda yang bersentuhan dengan tangan, rata-rata banyak banget bakteri.

Apalagi dengan smartphone yang bisa dibilang tidak bisa lepas dari tangan. Hampir setiap saat kita memperhatikan smartphone. Ada juga orang yang tidak bisa tidur sebelum menggunakan smartphone.

Jadi kalau dipikir secara mendalam. Tentu banyak banget bakteri pada smartphone.

Sebuah jurnal kesehatan menunjukkan, jumlah bakteri di smartphone 31.3% sedangkan di telapak tangan 39.5%. Bakteri yang terisolasi (berdiam diri) 52% sedangkan pada tangan 37.7%.

Perbedaan bakteri diisolasi dengan tidak secara sederhana, bakteri yang menetap dengan tidak. Jadi, bakteri yang diisolasi mempunyai rumah di smartphone, sedangkan yang tidak diisolasi seperti wisatawan, cuman numpang tinggal doang. 😀

Kita fokus pada bakteri diisolasi dulu, bakteri di smartphone lebih banyak daripada tangan loh.

“Lohhhhhhhh?”

Sudah jangan terkejut. Kalau diperhatikan sih wajar. Smartphone diletakkan dimana-mana. Di kantong celana, di tempat tidur, di tas, bahkan di kamar mandi pun ada. Sehingga mengundang bakteri untuk tinggal.

Bakteri seperti melihat tempat baru dengan tanah yang subur dan udara yang cocok untuk tempat tinggal. Iya sih, suhu smartphone membuat bakteri hangat, serasa liburan musim panas.

Ada juga sebuah penelitian menyebutkan jumlah bakteri sekitar 2.700 sampai 4.200. Jumlahnya nggak terbayang ya? 2.700 sampai 4.200 bakteri loh … Itu sudah membentuk penduduk bakteri deh jadinya.

Bakteri jenis apakah yang suka mendiami smartphone. Bakteri tersebut seperti Staphylococcus aureus resisten methicillin, spesies Acinetobacter , enterococci, dan bakteri lainnya.

Dan juga, ada beberapa virus yang menempati smartphone.

“Ahhhh nggak usah dibahas lagiiiiii.”

Ah …, yakin, nggak usah dibahas? Ntar nyesal loh 😀

Ternyata selain bakteri, virus epidermis juga terkadang ada pada smartphone. Tentu saja virus epidermis ini bisa dibilang langka. Tapi walaupun begitu, virus ini bisa dikatakan berbahaya loh.

Jadi, jangan malas membersihkan smartphone ya. Bagaimana cara membersihkannya? Pakai alkohol 90% lalu direndam, atau smartphone tersebut dipanaskan pada air dengan suhu 100oC?

Tentu saja bukan. Kalau kedua hal tersebut dilakukan, tentu saja smartphone langsung rusak.

Banyak yang menganjurkan menggunakan kain mikrofiber. Tapi jangan lupa, pada bagian yang kotor sedikit ditekan, supaya lebih bersih.

Namun, sayang sekali harus dikatakan, hal tersebut tidak membuat bakteri seluruhnya minggat. Ada juga bakteri yang masih bertahan.

Walaupun begitu, membersihkan smartphone jauh lebih baik daripada membiarkannya kotor, penuh dengan bakteri, iuhhh

So, cintai smartphone dan cintai kebersihan, for better life. 🙂

Referensi:

  • Ulger, F, 2009, dkk, “Are we aware how contaminated our mobile phones with nosocomial pathogens?” Ann Clin Microbiol Antimicrob 9:31
  • Pillet, S, 2016 ,dkk, “Contamination of healthcare workers’ mobile phones by epidemic viruses.” Clinical Microbiology and Infection 5(22):456.e1-456.e6.
  • wsj.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here