Teriakan Hati Perpisahan (BC69)

perpisahan

Perpisahan – adalah hal yang sangat tidak mengenakkan di dada. Kita tidak lagi berjumpa untuk sekian lama, tapi kenangan ini masih diingat. Dimana kita berjumpa pada saat pertama kalinya, tertawa bersama, hingga akhirnya meneteskan air mata.

Perpisahan – dulu di waktu awal pertemuan, baik saya maupun kamu tidak akan menduga kalau kita akan menjadi akrab. Kita hanya berkenalan seperlunya, dan berbicara seperlunya saja. Setelah itu, tidak ada hal yang dikatakan lagi. Kita bertemu untuk berkenalan, dan kita berdua sama-sama mencari alasan untuk mengakhiri percakapan.

Perpisahan – mungkin takdir berkata lain. Sebagaimana saya berusaha untuk menghindari dirimu, namun entah kenapa kamu yang selalu saya temui di perempatan jalan. Apakah kamu juga demikian dengan saya?

Perpisahan – mungkin hati kita mulai lelah untuk mencari alasan mengakhiri percakapan. Kini, kita sama-sama berusaha untuk percakapan terus berlangsung selamanya. Tidak ada satupun yang ingin mengakhiri. Bila percakapan terasa akan mendekati akhir, kita mencari topik baru yang ingin dibicarakan.

Perpisahan – kini tidak hanya sebatas percakapan saja. Kini kita mulai bermain bersama-sama. Pergi ke tempat yang sangat indah, dan menikmati momen tersebut bersama-sama. Berharap kalau momen ini akan berlangsung selamanya. Beruntung waktu mampu menghentikan keinginan itu. Memang, waktu tidak pandang bulu.

Perpisahan – keakraban semakin terasa. Satu sama lain tidak ingin berpisah. Bahkan mulai terbuka satu sama lain. Jika ada yang ingin dibicarakan, maka berbicara. Jika ada yang diresahkan, maka berbicara. Bahkan jika ada kekesalan di hati, maka berbicara. Tidak ada hal yang ditutup-tutupi. Rasanya, saya bebas menjadi diri sendiri di hadapan denganmu. Kamu menerima saya apa adanya.

Perpisahan – terkadang kamu memarahi saya karena ceroboh, terkadang kamu memuji saya karena saya berprestasi. Begitu juga sebaliknya, terkadang saya memarahi kamu karena kesalahan kamu. Dan terkadang saya memuji kamu karena kehebatan kamu. Iya, kamu adalah orang yang kuat, walaupun di dalam hati kamu sangat rapuh.

Perpisahan – kamu menangis saya menenangkan kamu. Kamu tertawa, saya ikut tertawa. Kamu kesal, saya mendengarkan keluh kesahmu. Kamu marah, saya terkadang jadi korban kemarahanmu.

Perpisahan – namun, mungkin takdir berkata lain. Sebagaimana kita awal kenal, baik kamu maupun saya tidak menyangka kalau kita akan menjadi sepasang burung merpati. Begitu juga dengan hari ini, baik kamu maupun saya tidak akan menyangka akan berpisah. Rasanya, hati ini begitu berat menerima pahitnya kenyataan.

Perpisahan – aku yang pernah bersama kamu, aku dan kamu yang pernah menangis dan tertawa bersama. Semoga kamu baik-baik saja. Jangan merindukan diriku, bahagialah kamu dengan dirimu yang baru di sana. Haha, itu adalah perkataan saya, namun terkadang saya merenung akan perpisahan ini.

Perpisahan – selamat tinggal, semoga kita menemui kebahagiaan baru.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here