Roger Bacon Ahli Filsafat Pendidikan dan Saintis Inggris

Roger Bacon

Roger Bacon (1214-1294), ahli filsafat pendidikan dan saintis Inggris. Salah seorang tokoh guru paling berpengaruh pada abad ke-13.

Lahir di Ilchester, Somersetshire, Inggris pada sekitar tahun 1214, Bacon menjalani pendidikan di universitas-universitas di Oxford dan Paris. Dia tinggal di Paris setelah menyelesaikan studinya dan mengajar beberapa lama di Universitas Paris. Segera setelah kembali ke Inggris pada sekitar 1251, dia masuk biara Fransiskan dan tinggal di Oxford. Dia melakukan berbagai riset experimental, terutama pada bidang kimia, optik, dan astronomi.

Bacon adalah pengkritik metode-metode belajar pada masa itu, mengecam cara berpikir spekulatif yang menghasilkan pengetahuan yang tidak bisa dibuktikan kebenarannya. Dia mengusulkan agar kurikulum universitas diubah, tidak hanya mengajar filsafat dan teologi, tetapi juga ilmu-ilmu eksakta.

Pada akhir 1260-an, atas permintaan Paus Clement IV, dia menulis Opus Majus (Adikarya). Dalam karya ini dia menunjukkan pentingnya reformasi dalam bidang sains melalui metode-metode berbeda dalam mempelajari bahasa dan alam. Opus Majus merupakan ensiklopedia semua cabang ilmu, membahas tata bahasa dan logika, matematika, fisika, riset, eksperimental, dan filsafat moral. Tanggapan Paus terhadap adikarya Bacon ini tidak diketahui, tetapi karena berbagai hal karya ini tidak banyak pengaruhnya pada masa itu, mungkin karena karya itu sampai pada Paus Clement saat dia sedang sakit berat.

Gagasan-gagasan Bacon yang revolusioner tentang studi ilmiah menyebabkan dia dibenci oleh kaum Fransiskan. Pada 1278 pimpinan Ordo Fransiskan, Girolamo Masci, belakangan menjadi Paus Nicholas IV, mengeluarkan larangan membaca buku-buku Bacon dan menangkan Bacon. Setelah sepuluh tahun di penjara, Bacon kembali ke Oxford. Dia menulis Compendium Studii Theologiae (Kompendium Studi Teologi, 1292) tak lama sebelum meninggal.

Meskipun pengetahuannya sangat luas, Bacon mempercayai beberapa keyakinan populer yang umum pada masa itu, seperti adanya batu bertuah dan kepercayaan kepada astrologi. Meskipun banyak penemuan dianggap sebagai hasil karyanya, tetapi beberapa di antaranya sebenarnya merupakan kelanjutan dari studi yang telah dirintis oleh para ilmuwan Muslim.

Tulisan-tulisannya membawa pandangan yang cerdas dan baru dalam bidang optik, khususnya mengenai pembiasan, mengenai besar penampakan benda, dan mengenai penambahan bulan dan matahari di kaki langit. Dia menemukan bahwa campuran belerang, sendawa (potasium nitrat), dan kapur (kini dikenal dengan mesiu) dapat menghasilkan kilat buatan dan menyebabkan ledakan.

Dia mempelajari dengan bahasa dan menulis dalam bahasa Latin dengan baik dan jelas. Karena itulah dia mendapat julukan Doctor Admirabilis (sarjana yang mengagumkan). Enam karyanya diterbitkan antara 1485 dan 1614, dan pada 1733 Opus Majus diedit dan diterbitkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here