Pilih Mana: Uang Sekarat atau Putus Cinta?

Ada yang beranggapan putus cinta maka dunia berakhir. Yaelah lebay amat nih orang. Karena gara-gara satu cinta saja bisa dikatakan dunia berakhir. Ada beberapa orang, ditolak berkali-kali pun tetap fine-fine saja tuh. Iya, dilihat dari luar baik-baik saja, tapi dari dalam menjerit kesakitan, hihihi.

Putus cinta itu biasa, serius itu mah masalah biasa. Kalau putus cinta, palingan hati merana satu minggu, paling lama satu tahun. Jarang ada yang bertahun-tahun masih galau merana. Kalau ada orang macam gitu, berarti cintanya sudah terlalu dalam. Sedalam Samudra Atlantik.

Daripada putus cinta, bayangin coba kalau uang lagi sekarat. Ini lebih berbahaya loh daripada putus cinta. Kalau uang sekarat baru bisa dikatakan dunia hampir berakhir. Hampir loh, 30% doang serasa berakhir. Kan masih ada jurus hutang sama sohib bro 😀

Lihat nih, kalau uang sekarat. Uang bulanan menipis. Terus apa bisa makan di restoran mewah atau hangout bersama teman. Bisa sih, tapi dalam hati menjerit keras tuh. Tapi kalau pas akhir bulan tuh, uang dah sekarat, tiba-tiba si teman berbaik hati traktir atau ada kondangan, maka datang dengan semangat berapi-api. Ini demi kepentingan masa depan.

Selain itu, kalau uang sekarat, gimana bisa coba pergi ke sana ke mari, traveling gitu. Jangankan traveling, bayarin abang ojek pun rasanya miris banget. Belum lagi kalau ke supermarket gitu, mau beli keperluan mandi, ampuuun.
Dan ini yang paling bahaya, kalau uang sekarat maka tidak bisa kencan. Lah … lah … lah … kalau tidak bisa kencan dengan doi gimana coba? Si doi bakal marah, terus ngambek, pas pula cinta doi hanya sebesar biji jeruk, diputusin deh. Merana jadinya. Uang sekarat berakhir dengan putus cinta. Dapat bonus double.

Uang sekarat istri juga galak 🙁 Uang bulanan menjadi tidak terjamin nih. Belum lagi kalau istri mau ke salon gitu, nggak bakalan bisa. Bisa-bisa nih tidur di luar nih, dingiiiinnnnn.

Uang sekarat semuanya menjadi sekarat

Jadi, sebelum uang menjadi sekarat, mulailah memikirkan finansial lebih bijak. Berhubung finansial belum sekarat, mulai deh menabung atau berinvestasi tuh. Kan nggak masalah tuh menyisihkan uang untuk investasi.

Jangan hanya investasi dunia saja dikejar. Kalau investasi dunia saja yang dikejar mah nggak ada gunanya, harta itu terbuang percuma. Investasi akhirat juga dikejar juga dong. Nggak banyak kok, tapi manfaatnya besar.

Nggak salah kan memberi infak 5.000 satu hari misalnya.

Investasi dunia 10.000 per hari, investasi akhirat 5.000 per hari, wah sudah deh. Hidup nyaman, damai, dan tentram. Tidak ada gangguan.

Sebelum uang sekarat! Perhitungkan masalah finansial matang-matang 😉

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here