10 Prinsip Permainan Outbound Anak atau Kegiatan Alam Bebas

Permainan outbound anak memang sangat baik untuk perkembangan anak. Yang mana, anak pada masa bermain-main. Jadi, menggabungkan permainan dan pelajaran itu mampu meningkatkan daya konsentrasi anak, daya ingin tahu, dan semangat belajar. Untuk anak PAUD, permainan outbound untuk anak PAUD mampu meningkatkan kecerdasan kognitif dan kemampuan fisik secara baik.

Namun harus diingat, kegiatan outbound ini tidak sembarangan dilakukan. Sang pendidikan hanya mengajak sang murid pergi ke tempat outbound lalu melepaskannya begitu saja. Hal ini sangat berbahaya dan tentu saja tidak mendidik. Mengajak bermain outbound anak sekolah harus dengan pembimbing pendidik yang profesional, dan jeli melihat kesempatan mengajarkan hal baru bagi anak didik di samping mereka bermain.

Jadi, sebaiknya Anda harus tahu dahulu prinsip dasar permainan outbound anak. Hal ini mampu meningkatkan pemahaman mengenai kegiatan outbound ini. Dengan demikian, kegiatan belajar mengajar dapat dilakukan secara efektif walaupun itu dilakukan pada kegiatan alam bebas.

Prinsip Permainan Outbound Anak

Berikut 10 prinsip permainan outbound anak atau kegiatan alam bebas.

1. Alam adalah sumber belajar

3 Alasan Para Miliarder Lebih Memilih Hidup Sederhana

Ini adalah prinsip yang pertama. Gunakan alam itu sebagai sumber belajar. Sangat banyak pembelajaran yang didapat dari alam. Dan tidak dipungkiri lagi, kalau manusia juga belajar dari alam.

Maka, pada kegiatan outbound, gunakanlah kesempatan untuk membuat anak belajar dari alam. Bisa jadi mempelajari fenomena alam. Atau untuk permainan outbound untuk anak SMP, SD, PAUD, bisa dengan menggabungkan permainan dengan mengumpulkan jenis-jenis flora dan fauna yang ada di tempat tersebut.

Ketika seseorang berpikir kalau belajar hanya mempelajari materi yang sudah ada, hal itu merupakan kesalahan. Hal tersebut membuat dia sulit untuk berkembang. Pembelajaran adalah apa yang dilihat di alam, materi pelajaran merupakan tinjauan pustaka bagi mereka, dan mereka segera mempraktikkan apa yang mereka dapat, demi mendapatkan pengalaman (nature).

2. Pada kegiatan outbound ada kegiatan simulasi kehidupan

Nah, ini dia belajar dari pengalaman dalam versi kecil. Memberikan simulasi kehidupan yang tentunya sangat bermanfaat bagi peserta didik. Dengan demikian, anak didik akan mendapatkan pengalaman dan pembelajaran yang sangat bermanfaat.

Bisa jadi Anda buat simulasi menolong seorang teman yang terjatuh. Bisa juga Anda membuat simulasi mengenai pentingnya kerja sama di kehidupan ini. Bisa juga Anda membuat simulasi menyelamatkan diri dari keadaan genting. Tentu saja para peserta didik akan semangat mempelajarinya.

Misalnya dengan permainan outbound sederhana untuk anak, para peserta dibuat beberapa kelompok. Satu kelompok terdiri dari tiga orang. Mereka diberi tugas untuk mencatat flora dan fauna di tempat outbound tersebut. Berikan juga tenggat waktu, agar mereka semakin termotivasi. Hal ini memberikan pemahaman bahwa pentingnya kerjasama bagi proses keberhasilan. Keberhasilan tidak dapat dikerjakan sendiri, namun ada orang lain (sahabat, orang tercinta, orang tua, dll) yang mendukung dari belakang.

3. Memberikan pengalaman baru

Pengalaman adalah ilmu yang sangat berharga. Pengalaman itu mahal, terkadang ada orang mengeluarkan banyak tenaga dan usaha untuk mendapatkan pengalaman yang berarti. Belajar dari pengalaman juga memberikan ilmu baru, skill yang bermanfaat, sikap yang baik, serta nilai dan norma sosial yang baik (Aristeidoua, M dan Spyropouloub, N, 2015).

Betapa pentingnya pengalaman tersebut, maka pendidik harus jeli melihat peluang tersebut dalam mengembangkan keterampilan anak. Salah satunya dengan kegiatan outbound. Jika banyak peserta didik yang belum pernah melihat berbagai macam-macam flora dan fauna, hal ini memberikan keuntungan tersendiri.

Misalnya pada tempat outbound untuk anak TK yang berada di tempat ayunan dan seluncuran. DI tempat tersebut ditugaskan anak untuk mencari fauna yang hidup di tempat tersebut.

4. Mendapatkan Kesenangan

Perkembangan anak usia sekolah

Namanya permainan outbound anak, berarti harus mendapatkan kesenangan. Jika anak tersebut tidak senang, bisa dibilang kalau kegiatan outbound tersebut gagal. Maka berusahalah untuk membuat peserta didik senang dengan memberikan permainan, tantangan, serta pembelajaran.

Memang hal ini jarang terjadi. Biasanya para peserta outbound akan mendapatkan kesenangan. Karena sejenak mereka berada di alam bebas, sangat jauh dari kegiatan hiruk pikuk di perkotaan.

Namun beberapa anak yang ketakutan. Misalnya karena pertama kali berada di alam bebas, sehingga membuat dirinya ketakutan. Maka pendidik wajib peka akan hal tersebut. Memberikan dia hiburan, mengubah ketakutan menjadi kesenangan.

5. Menyelesaikan tantangan untuk perkembangan diri

Salah satu definisi belajar adalah belajar dari pengalaman, menyelesaikan setiap tantangan yang didapat dari kehidupan. Belajar dan mendapatkan ilmu baru yang bermanfaat. Hasil yang diperoleh dari ilmu baru itu, menjadi kunci untuk perkembangan diri menjadi lebih baik.

Rata-rata tempat outbound anak memberikan tantangan tersendiri. Misalnya dengan bermain menggambar di pasir, menggambar di pasir tentu ada tantangan tersendiri. Dengan alat untuk menulis tidak familiar. Dengan menggunakan ranting pohon misalnya. Sang anak disuruh untuk membuat gambar yang sesuai apa yang dia pikirkan.

Namun, usahakan memberikan tantang yang mampu diselesaikan oleh anak. Jangan memberikan tantangan yang sulit, bahkan terlihat mustahil untuk diselesaikan oleh anak. Jika tantangan yang diberikan tidak dapat diselesaikan anak, tentu membuat anak sedih. Padahal outbound ini untuk memberikan tantangan yang nantinya diselesaikan oleh anak untuk perkembangan diri.

6. Bereksperimen sesuatu yang baru

Ini harus dengan pengawalan ketat oleh pendidik. Karena eksperimen sesuatu yang baru itu kadang menimbulkan dampak bahaya bagi anak. Tidak jarang banyak insiden yang tidak menyenangkan ketika permainan outbound anak.

Mungkin hal ini menyenangkan bagi peserta anak PAUD, TK, SD, dan SMP. Yang mana pengalaman bagi mereka masih sedikit. Mereka menginginkan banyak sekali pengalaman demi menunjang kehidupan mereka. Hal ini berjalan secara alami oleh pikiran mereka.

Untuk menghindari bahaya yang tidak diinginkan, maka perlu pengawalan dari pendidik. Jangan dibiarkan anak tersebut sesukanya bereksperimen ria. Misalnya, anak ingin mencoba jamur yang tumbuh di daerah alam bebas, padahal jamur itu sangat tidak baik. Nah, ini perlu pengawasan. Maka pendidik akan memberitahu bahaya akan jamur tersebut. Ini merupakan eksperimen yang baru bagi anak.

7. Meningkatkan kerjasama kelompok

Kerjasama kelompok itu sangat penting, karena ketika di dewasa nanti, kerjasama sangat diperlukan. Keberhasilan bukan ditentukan oleh IQ dan nilai tinggi, namun ditentukan oleh kecerdasan emosional, ahli dalam berkomunikasi, dan mampu menjalankan kerjasama yang baik.

Maka sedini mungkin, si anak harus dibiasakan untuk bekerja sama. Walaupun kepribadian anak tersebut introvert, kepribadian introvert bukan mereka yang tidak bisa bekerjasama, mereka sangat bisa bekerja sama.

Kerjasama membutuhkan keahlian berkomunikasi yang baik, keinginan kuat, berteman sejati, dll, dan inilah yang dipelajari oleh anak. Tidak ada istilah anak yang pemurung dalam kegiatan outbound.

8. Anak sebagai subjek bukan objek

Antara subjek dan objek itu berbeda sekali. Jika anak sebagai objek, maka sebagaimana oleh barang, anak tersebut dibiarkan berkeliaran bebas. Bebas bereksperimen yang dia inginkan, bebas ingin berteman siapa yang dia inginkan, bebas untuk menjadi pemurung, bebas mencoba hal-hal baru pada kegiatan outbound meskipun itu berbahaya.

Namun, jika anak sebagai subjek, maka anak itu butuh bimbingan. Anak bebas bereksperimen, namun di bawah pengawalan dan bimbingan pendidik. Tidak sembarang mencoba hal baru, karena pendidik tahu akan bahaya. Membimbing sang anak mendapatkan pengalaman baru dan pengetahuan baru, bahkan membimbing sang anak untuk bekerja sama. Bagi anak yang pemurung, dengan bimbingan pendidik, anak tersebut menjadi ceria dan ikut bekerja sama.

Mempelajari keterampilan fisik yang berguna bagi masa depannya, belajar bergaul dengan teman sebayanya, dan mengembangkan keterampilan yang didapat dari pengalaman adalah beberapa dari tugas perkembangan anak usia sekolah. Dan untungnya salah satu menerapkan hal tersebut dengan kegiatan outbound.

9. Pendidik sebagai pemandu dan pengawas

Nah ini sudah dibahas sebelumnya sih. Pendidik itu adalah pemandu dan pengawas. Pendidik bukan hanya sebagai fasilitator untuk pergi ke tempat outbound setelah itu sang anak dilepas begitu saja, bukan!

Namun sebagai pemandu dan pengawas. Pendidik memandu siswa untuk melakukan hal yang menyenangkan, bermanfaat, mendapatkan ilmu baru, meningkatkan kemampuan kerja sama, dan pengalaman yang tidak dilupakan.

Seperti yang telah dibahas pada poin delapan, anak tersebut bukan objek melainkan subjek. Sulit? Itulah tantangan tersendiri bagi pendidik. Memandu dan mengawasi sejumlah anak (lebih dari sepuluh) bukanlah hal yang mudah. Apalagi untuk anak TK, SD, dan SMP yang masih ingin bermain-main. Berada di tempat yang baru, berarti permainan baru bagi mereka.

10. Kegiatan yang terstruktur

olahraga

Sebelum melakukan sesuatu, pendidik sebaiknya memikirkan apa yang dilakukan. Seperti memikirkan kegiatan belajar mengajar yang dilakukan, itulah terbentuk dengan nama RPP. Kegiatan eksperimen yang dilakukan untuk menghindari kesalahan-kesalahan. Dan juga kegiatan bebas seperti bermain di alam bebas, demi menghindari hal yang tidak diinginkan (Russo, C, 2010).

Permainan outbound anak itu bukan permainan yang dilakukan secara bebas, tidak terstruktur. Menit pertama bermain seluncuran, lalu bermain ayunan, lalu bermain mencari flora, bermain seluncuran lagi, mencari fauna, dst. Hal ini tidak terstruktur dan tentunya akan membuat anak cepat lelah.

Buatlah kegiatan yang terstruktur. Pertama permainan yang ringan dan menyenangkan, tidak membutuhkan kegiatan fisik yang kuat. Lalu dilanjutkan dengan permainan membutuhkan fisik dan kemampuan berpikir yang kuat. Diakhiri dengan permainan yang ringan, seakan itu adalah permainan penutup yang menyenangkan.

Penutup

Inti dari prinsip permainan outbound anak atau kegiatan alam bebas adalah menciptakan pembelajaran yang menyenangkan bagi anak, mendapat pengetahuan serta pengalaman baru, mampu mencintai alam, bereksperimen menyenangkan, namun semua itu harus berada pengawasan dan bimbingan pendidik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here