Ada seorang pemuda yang setiap pagi selalu berlari pagi pada sebuah taman. Itu merupakan sudah menjadi kebiasaannya dari dulu. Dan taman ini begitu indah, namun masih belum terkenal.

Entah siapa yang memulai, karena dari sebuah photo yang diupload ke social media, taman ini menjadi lebih ramai daripada biasanya. Banyak sekali orang yang pergi untuk melihat taman ini.

Awalnya taman ini tidak banyak yang mengunjungi sehingga sangat indah. Tapi, setelah banyak yang mengunjungi, mulai muncul masalah. Salah satunya sampah berserakan dimana-mana.

Pemuda itu tetap rajin berlari setiap pagi di taman itu. Namun dia prihatin melihat taman itu, karena banyak sekali sampah. Maka secara inisiatif dia mengambil sampah tersebut dan membuangnya ke tong sampah.

Maka rutinitasnya mulai berubah. Yang awalnya dia berlari pada pukul enam pagi dan selesai pukul tujuh pagi, kini berubah. Sekarang dia berlari pukul enam pagi, memunguti sampah setengah jam dan selesai pada pukul delapan pagi. Dan itu terus yang dia lakukan.

Pemuda itu terus melakukannya setiap saat. Hal itu dia lakukan karena dia sangat cinta dengan keindahan taman itu. Namun suatu hari, sampah yang menumpuk mulai berkurang satu per satu. Yang awalnya pemuda itu mampu mengumpulkan satu karung sampah, kini sedikit demi sedikit mulai menipis.

Kenapa hal tersebut bisa terjadi?

Karena para pengunjung taman itu mulai tersadar akan keindahan taman itu. Dan juga tersentuh dengan kebaikan pemuda itu. Maka, tanpa dikomando, satu per satu pengunjung mulai membuang sampah pada tempatnya. Hingga akhirnya tidak ada lagi sampah yang menumpuk.

***

Mengerjakan kebaikan tidak harus besar. Yang kecil-kecil saja dan itu terus berlanjut. Seperti pemuda itu yang selalu mengumpulkan sampah. Tidak perlu diumbar, cukup kita sendiri yang tahu.

Walaupun kebaikan kecil, itu mampu membuat orang lain merasa tersentuh. Seperti pemuda itu yang hanya mengambil sampah, dan lambat laun orang-orang mulai mengambil sampah.

Kebaikan tidak dihitung dari seberapa besar jumlahnya. Namun dihitung dari ketulusan dalam mengerjakan kebaikan itu. Jangan pernah untuk berhenti berbuat kebaikan, karena kebaikan merupakan tanda kalau kita memiliki akal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here