7 Hal Berikut Yang Membuat Kita Menunda Pekerjaan

Menunda pekerjaan memang tidak baik, karena yang namanya menunda tuh adalah memperlama hal yang penting. Yang dirasa penting menjadi tidak penting. Dan akhirnya, kita nanti yang kerepotan kalau sudah dekat deadline.

Menunda pekerjaan berarti tidak mengerjakan segera hal yang harus dikerjakan. Misalnya, ada tugas penting di kantor. Namun tidak dikerjakan hingga mendekati deadline. Setelah mendekati deadline, baru begadang semalaman. Padahal, jika pekerjaan itu dikerjakan sebelum deadline, tidak akan begadang jadinya.

Sayangnya sikap menunda pekerjaan ini hampir sebagian besar ada di setiap diri seseorang. Dan pada akhirnya, sering menunda-nunda pekerjaan adalah salah satu penyebab orang malas. Orang malas sangat jauh dari kesuksesan dalam hidupnya.

Hal yang Membuat Kita Menunda Pekerjaan

Begitu banyak manfaat tidak menunda pekerjaan, salah satunya ya … menghindari stress yang terjadi akibat kerja. Dan perhatikan beberapa hal berikut yang menyebabkan kita menunda.

1. Ketika Stress

Stress memang salah satu penyebab kenapa penyakit menunda pekerjaan masih sering dilakukan. Ketika kita sedang stress, tentu tidak ada informasi yang mampu dikelola oleh otak. Otak sedang sibuk memikirkan hal lain.

Banyak orang yang stress, dan akhirnya menunda-nunda pekerjaan. Apakah itu berdampak baik? Sayangnya tidak. Dampak menunda pekerjaan yang paling fatal ialah menambah stress tersebut. Sehingga, ketika mendekati deadline, stress akan bertambah dan lama-kelamaan akan menumpuk. Yang ditakutkan dari hal ini adalah terjadi depresi.

Stress memang tidak bisa dihindari. Setiap orang pasti pernah yang namanya stress. Namun, kendalikan stress tersebut, jangan sampai merusak kita. Oh ya, daripada menambah stress akibat menunda-nunda pekerjaan, sebaiknya jangan dilakukan. Kerjakan pekerjaan tersebut sedini mungkin demi mendapatkan hasil yang maksimal.

2. Ketika semangat itu tidak ada

lelah bekerja

Memang, salah satu penyebab mengapa kita semangat dalam bekerja adalah karena semangat itu sendiri. Rasanya ada dorongan dari hati untuk terus bekerja, melakukan yang terbaik. Mungkin karena ada motivasi tersendiri, mengapa terus bersemangat.

Namun, ada kalanya semangat tersebut redup. Manusia tidak dapat mempertahankan semangatnya berada di puncak terus, ada kalanya semangat tersebut redup, bahkan menghilang tanpa sisa. Nah, ketika kita sedang tidak bersemangat ini, menunda-nunda dalam hal pekerjaan adalah hal yang wajar kita rasakan.

Iya wajar, bagi diri kita karena menunda. Namun akibatnya tidak demikian. Hanya karena semangat itu redup, sehingga membuat diri ini malas. Maka dari itu, kembalikan kembali rasa semangat itu. Mungkin bisa dengan menonton motivasi, melihat orang yang lebih sukses atau melihat ke bawah karena masih banyak yang hidupnya tidak lebih baik daripada kita.

Namun ada juga penyebab tidak semangat bekerja itu karena hati terlanjur sakit atau lingkungan pekerjaan tidak sesuai dengan apa yang diinginkan. Kalau hal ini terjadi kepada kita, apakah memilih keluar pekerjaan atau tidak? Harus mempertimbangkan banyak hal dan memilih yang terbaik.

3. Ketika berpikir ternyata masih banyak waktu

Istilahnya, pekerjaan itu dilakukan besoklah, keesokan harinya masih berpikir untuk melakukan pekerjaan itu besoklah. Seperti itu saja terus sampai mendekati deadline. Besok, besok, dan besok adalah kata yang terlontar ketika menunda.

Memang sih, ada waktu deadline dan itu diberikan sesuai dengan kesulitan pekerjaan. Namun, karena banyaknya waktu membuat kita berpikir untuk mengerjakan keesokan harinya. Namun, ternyata keesokan harinya belum dikerjakan karena berpikir waktu masih lama.

Dan akhirnya, menunda-nunda pekerjaan terjadi dilakukan. Hal tersebut terjadi tanpa disadari, dan tentu saja ini berdampak negatif. Bakal ada penyesalan dilakukan ketika sedang stress karena deadline. Ingin waktu diulanglah, ingin kembali ke masa lalulah, atau ingin tidak mengulang kesalahan yang sama. Ini adalah bentuk penyesalan karena menunda-nunda karena berpikir waktu masih banyak.

4. Ketika tidak ada imajinasi/inspirasi

Inspirasi itu Dicari atau Didapat Secara Tidak Sengaja

Ini merupakan dilema bagi setiap orang yang membutuhkan imajinasi atau inspirasi. Rasanya, hampir seluruh pekerjaan membutuhkan hal tersebut. Memang porsinya ada yang sedikit tapi ada juga yang besar. Jika para staff yang kesehariannya mengetik dokumen, memang membutuhkan imajinasi/inspirasi yang sedikit. Namun, para pekerja seni, penulis, saintis, dll membutuhkan imajinasi/inspirasi yang tinggi.

Dan apa jadinya imajinasi atau inspirasi itu tiba-tiba tidak ada. Rasanya sangat sulit untuk memulai pekerjaan. Otak rasanya tidak bisa menggambarkan apa yang akan dikerjakan. Dan tentu, hal ini membuat kita selalu menunda dan menunda.

Jadi, ketika imajinasi/inspirasi itu tidak ada, apakah imajinasi atau inspirasi itu harus dicari? Ya, agar kita tidak terus menunda sebaiknya cari imajinasi hal tersebut. Bisa berlibur dulu, pergi ke tempat wahana permainan, wisata kuliner, dll.

5. Lingkungan mengatakan sebaiknya tunda pekerjaan

Ini adalah hal yang lumayan berpengaruh. Lingkungan menentukan kondisi kita dalam bersikap di dunia ini. Ada orang yang menjadi buruk, karena lingkungannya mengajak dirinya menjadi buruk. Namun tidak sedikit pula seseorang itu menjadi baik, karena lingkungannya mengajak dirinya menjadi baik.

Dan ada lagi karena faktor lingkungan ini membuat kita menjadi malas. Misalnya karena bisikan lingkungan yang kita dengar mentah-mentah dan menganggap itu sebuah kebenaran, sehingga malas melakukan aktivitas. Atau lingkungan yang memaksa kita untuk malas. Misalnya, kita tidak bisa bekerja dalam keadaan berisik, dan kita tidak di lingkungan yang berisik.

Salah satu lingkungan tersebut adalah teman kita. Ketika kita mendapatkan teman yang tidak mendorong kita, maka lambat laun kita akan mengikuti teman tersebut menjadi tidak baik. Inilah kekuatan teman dalam diri. Maka jangan memilih teman yang salah (webmd).

6. Tidak ada stamina

Kalau ini mah apa boleh buat. Kalau stamina sudah tidak ada, bakal kesulitan untuk memulai pekerjaan. Bekerja itu membutuhkan stamina yang sangat banyak. Kalau stamina tidak ada, hasilnya baik tubuh maupun otak tidak akan bekerja.

Apa yang menyebabkan tidak ada stamina? Mungkin karena sebelumnya terlalu bersemangat bekerja atau terlalu dipaksakan. Dan inilah yang harus diperhatikan bagi karyawan baru. Jangan karena terlalu bersemangat bekerja, sehingga menghabiskan banyak stamina, seluruh waktu dihabiskan untuk pekerjaan di tahun-tahun pertama. Takutnya, pada tahun-tahun berikutnya, ketika semangat itu tidak ada, stamina juga tidak ada.

Maka dari itu, banyak para peneliti ataupun psikolog menyarankan untuk berlibur beberapa hari. Fokus ke hal-hal yang menyenangkan dan menyegarkan. Menjauhkan pikiran dari pekerjaan (Sonnentag, S).

7. Ketika menganggap diri ini yang terbaik/sempurna

Inilah yang harus dihindari, menganggap diri sempurna. Sehingga apapun yang akan dilakukan, akan malas dilakukan, karena rasanya diri sempurna. Tidak lagi melakukan pekerjaan yang akan menunjang karir nantinya, karena merasa telah berada di posisi teratas dalam sebuah instansi/perusahaan.

Memang hal ini merupakan godaan. Ketika kita mendapat penghargaan, jabatan yang lebih baik, atau sekadar tepuk tangan dari orang-orang membuat kita menjadi tinggi hati. Merasa diri ini hebat, merasa diri ini sempurna, sehingga segalanya dianggap remeh, termasuk pekerjaan.

Maka dari itu, janganlah menjadi orang sombong, jangan tinggi hati karena hal tersebut tidak ada gunanya. Justru akan menjatuhkan kita. Jadilah orang yang rendah hati dan terus berusaha memperbaiki diri.

Penutup

Menunda pekerjaan sangat tidak baik. Banyak sekali dampak negatif yang ditimbulkan karenanya. Maka dari itu, jika ada pekerjaan yang harus dikerjakan, segera dikerjakan. Jangan biasakan menunda hingga deadline tiba. Jangan sampai terjadi penyesalan akibat menunda.

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here