Kenapa Menulis Skripsi itu Susah Sekali?

Mungkin bagi mahasiswa semester akhir bakal erat kaitannya dengan skripsi. Skripsi itu seperti puncak dari perjuangan di bangku perkuliahan. Jika skripsi telah selesai akan memperoleh gelar sarjana, gelar yang sudah biasa banget di zaman sekarang ini. Namun, pada saat penulis skripsi, banyak yang menganggap bahwa menulis skripsi itu sulit. Pertanyaannya kenapa?

Benarkah menulis skripsi itu susah sekali? Sebenarnya ini sih tergantung orangnya. Ada yang mengatakan skripsi itu mudah dan ada yang mengatakan tidak. Sebagian besar orang berkata sulit sih. Itu tuh banyak banget derita pejuang skripsi di social media.

Kalau saya berkata skripsi itu tidak sulit banget kok, asal…. Ada hal yang harus dipersiapkan agar skripsi menjadi mudah. Inilah yang tidak dipersiapkan oleh kebanyakan mahasiswa.

Ok, berikut saya jabarkan kenapa skripsi itu sulit banget.

1. Tidak menguasai

Bagaimana mau menulis kalau tidak menguasai seluk beluk dari judul skripsi tersebut? Bahkan tidak memiliki gambaran bagaimana dia akan melakukan penelitian ke depan. Tentu saja kebanyakan para mahasiswa jadi tidak tahu apa yang dia tulis. Apalagi untuk BAB I tepatnya pada latar belakang, yang mana butuh penguasaan judul terlebih dahulu baru bisa lancar menulis latar belakang.

Bisa jadi karena memang ilmu yang dimiliki kurang, karena malas belajar waktu perkuliahan atau memang tidak bisa membayangkan penelitian apa yang akan dilakukan. Untuk mahasiswa yang sulit membayangkan penelitian yang akan dilakukan, hal tersebut wajar. Karena kebanyakan dari mahasiswa terkena serangan batin. Pada waktu SD sampai SMA tidak pernah melakukan penelitian, ketika akhir perkuliahan harus melakukan penelitian, memang hal tersebut membuat bingung. Melakukan sesuatu yang baru, tentu saja itu sulit banget.

Bagi mahasiswa yang kurang mengerti dengan ilmu, makanya cari sumber belajar. Tidak terlambat kok untuk belajar. Banyak banget deh zaman sekarang ini media pembelajaran. Mau cari buku, gampang, tidak bisa offline bisa online.

2. Tidak terbiasa menulis

Memangnya tidak pernah menulis makalah sewaktu perkuliahan? Tentu saja pernah. Skripsi dan makalah kalau dilihat secara sekilas terlihat sama namun sebenarnya berbeda jauh. Kalau makalah banyak banget ilmu bertebaran di internet sehingga tinggal copy paste saja. Kebanyakan mahasiswa sudah terbiasa copy paste.

Namun bagaimana dengan skripsi? Ketika ingin melakukan copy paste, eh tidak ada ilmu pengetahuan yang diinginkan. Harus dicari terlebih dahulu ilmu pengetahuan tersebut. Dan lagi, ketika melakukan copy paste dan misalnya nih ketahuan dosen penguji, bakal dihajar tuh habis-habisan skripsi, bisa-bisa tidak lulus.

Memang, menulis skripsi ada kok yang di copy paste namun itu tidak seutuhnya. Mungkin hanya lima puluh persen copy paste. Selebihnya adalah hasil dari pikiran kita. Sehingga inilah yang menjadi dilema para mahasiswa.

3. Malas baca

Kalau namanya skripsi tuh mesti banyak baca, kalau malas baca tentu tidak mengerti dengan skripsi. Karena skripsi tuh banyak banget ilmu baru dan juga harus banyak mencantumkan sumber/catatan kaki/daftar pustaka baik dari buku maupun jurnal ilmiah.

Bagaimana caranya bisa lancar mencantumkan catatan kaki di daftar pustaka? Ya, dengan rajin baca. Dengan rajin membaca, maka pikiran terbuka. Ilmu pengetahuan semakin banyak yang terserap.

Kalau untuk mengerjakan makalah, hanya menggunakan satu atau tiga sumber maka makalah akan selesai. Namun di skripsi tidak, butuh lebih banyak sumber. Bisa sepuluh, dua puluh, atau mungkin lima puluh sumber. Jadi bagaimana cara menemukan sumber tersebut? Rajin baca.

4. Tidak sabar

Kenapa saya katakan tidak sabar? Karena skripsi erat kaitannya dengan dosen pembimbing. Nah ini dia masalahnya. Kebanyakan mahasiswa kurang dalam hal sabar. Ketika ingin bertemu dosen pembimbing, dia ingin si dosen membimbing seutuhnya dan bisa ditemui sepanjang waktu.

Pertanyaannya, berapa sih dosen yang ingin membimbing mahasiswa seratus persen dan bisa ditemui kapan saja? Rasanya dosen itu langka banget deh. Kebanyakan si dosen hanya membimbing sedikit saja, memberikan petunjuk bagi mereka yang peka dan punya jadwal tersendiri. Tidak heran ada mahasiswa yang rela nunggu satu harian hanya untuk jumpa dosen, itu pun waktu bertemu hanya tiga menit doang, hiks pengalaman pribadi.

Di sinilah kesabaran diuji. Karena kebiasaan kerjaan yang serba instan, sehingga tidak terbiasa untuk menunggu. Kadang tuh si dosen hanya bisa bertemu pukul dua siang, si mahasiswa tidak ingin bertemu jam dua siang, dia inginnya jam satu siang. Akhirnya mereka tidak bertemu, skripsi tidak jalan-jalan.

5. Malas

Kalau sudah yang namanya malas sih … apa boleh buat. Kalau datang rasa malas, tidak akan siap-siap tuh skripsi. Sudah malas, tidak menguasai, dosen susah dijumpai lagi. Kelar sudah, butuh kerja keras tuh agar siap.

Maka dari itu, jangan biasakan malas. Kalau malas menyerang, usahakan lawan rasa malas tersebut. Nggak susah kok melawan rasa malas, cukup dengan niat yang kuat untuk terus bersemangat.

Jadi pertanyaannya, apakah skripsi itu memang susah sekali? Sebenarnya skripsi itu sangat mudah, bagi mereka yang menguasai skripsi, tahu apa yang ingin diteliti, semangat, serta memiliki sabar banget tidak pantang menyerah.

Banyak kok mahasiswa yang dalam satu minggu skripsinya telah selesai, namun tidak pernah muncul di social media. Kalaupun muncul sedikit yang melihat karena tidak menarik sama sekali.

Ketika si mahasiswa sudah rajin mengerjakan skripsi, telah menguasai ilmu, sabar, namun si dosen susah dijumpai, nggak bakal masalah tuh. Si mahasiswa dengan setia menunggu dosen dan si dosen pembimbing senyum-senyum tuh melihat skripsi, karena kualitas skripsi sudah bagus banget.

Jadi dalam mengerjakan skripsi tuh perlu yang namanya semangat, sabar, menguasai ilmu, mengetahui penelitian.

Saran terbaik dari tulisan ini, dalam menulis skripsi maka perbanyaklah membaca. Banyak kok sumber bacaan baik dari sumber bacaan offline maupun online. Apalagi dengan sumber online, semakin muda saja untuk diakses.

Memang, kebanyakan sumber online itu menggunakan bahasa Inggris dan zaman sekarang ini bukan kendala lagi. Baiklah Anda tidak bisa berbahasa Inggris dengan baik dan lancar, namun ada mesin translator otomatis mempermudah hal demikian. Memang hasil translate tidak seratus persen benar, bahkan ada beberapa kalimat yang tidak tepat nantinya. Walau bahasanya kadang kurang tepat, namun kemungkinan Anda akan mampu memahami maksud dari tulisan tersebut. Jadi, ketika ingin memasukkan sumber tersebut di skripsi Anda, jangan langsung copy paste, namun tulislah sesuai dengan kalimat Anda sendiri namun tidak mengubah fakta yang ada di sumber tersebut.

Jangan malas menulis skripsi, memang nanti bakal malas banget tuh menulis. Awalnya saja yang rajin namun lama-kelamaan rasa malas akan menyerang. Inilah yang menjadi perjuangan dari mahasiswa tingkat akhir. Kalau terus menuruti rasa malas tersebut, akan lama deh selesai tuh skripsi. Jadi lawan rasa malas walaupun itu sulit banget, sangat sulit malah. Apalagi kalau skripsi sudah susah banget ditemui sumber pengetahuannya, baik dari online maupun offline plus si dosen pembimbing sulit dijumpai.

Semangat mengerjakan skripsi.

2 COMMENTS

  1. Aku tunggu tulisan selanjutnya “cara mudah menulis skripsi” 😂

  2. Bagiku juga tdk terlalu sulit bang. Bener kata abang, hrus ngatur jdwal juga suh biar tertata dan target pasti

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here