Meningkatkan Moodbooster Menulis dengan Banyak Baca

meningkatkan moodbooster menulis

Ide sudah ada, saatnya menulis. Awalnya sih semangat-semangat gitu menulis, rasanya nyaman banget menulis beberapa ratus kata. Eh, kok tiba-tiba, setelah beberapa hari menulis secara rutin tiba-tiba jadi malas ya? Aduh … kok bisa begitu sih? Bahaya loh kalau tiba-tiba malas menulis. Seluruh ide tidak tersalurkan, takutnya tulisan itu terbengkalai jadinya. Maka dari itu, perlu caranya meningkatkan moodbooster menulis. Salah satunya dengan banyak baca.

Eits, tahu tidak apa itu moodbooster? Moodbooster berasal dari dua kata. Yaitu mood dan booster. Mood artinya suasana hati dan booster artinya peningkatan. Pengertian lengkapnya ialah peningkatan suasana hati. Yang awalnya malas banget, menjadi tidak malas bahkan lebih bersemangat tanpa lelah dan letih menggapai cita-cita.

Namun, tidak semudah seperti yang dikatakan untuk meningkatkan moodbooster. Apalagi yang berhubungan dengan menulis. Menulis itu adalah pekerjaan yang membuat cepat bosan. Kalau sudah bosan, bakal malas untuk memulai menulis lagi.

Nah, salah satunya untuk meningkatkan moodbooster menulis ya … dengan banyak baca. Dengan banyak baca, maka pikiran terbuka. Dengan demikian, mood menjadi booster nantinya. Apalagi kalau membaca kisah orang-orang sukses di dunia menulis. Pastinya mereka lebih dulu telah mengalami penurunan mood saat menulis, mungkin ada yang ngambek kali nggak mau menulis lagi. Tapi, mereka tidak mau menyerah dan akhirnya berhasil.

Sekali-kali coba deh membaca karya-karya orang lain. Siapa tahu imajinasi makin berkumpul. Atau coba deh baca kisah-kisah orang sukses, setidaknya bakal termotivasi untuk lebih sukses. Ketika mood tidak lagi booster, setelah membaca maka diharapkan mood menjadi booster.

Tapi ingat! harus diingat! Ada beberapa buku yang membuat mood tidak booster saat membacanya. Jadi, harus pilih-pilih juga sih dalam membaca.

Meningkatkan Moodbooster Menulis dengan Membaca

Setidaknya ada beberapa jenis buku yang direkomendasikan untuk meningkatkan moodbooster nih. Apa saja itu?

1. Membaca kisah orang sukses

Kalau ini mah, buku yang menceritakan kisah orang sukses, yang tidak berpatokan kesenangan saja, namun dibeberkan segala kesulitannya. Membuat mata hati semakin terbuka, kalau untuk mencapai kesuksesan butuh yang namanya perjuangan berat. Untuk mencapai kesuksesan, dibutuhkan perjuangan yang tanpa henti. Tiada kata untuk menyerah. Semakin besar cobaan, maka semakin dekat akan kesuksesan itu.

Maka diharapkan, setelah membaca kisah orang sukses, maka mood menaik berkali-kali lipat. Kalau mood telah naik berkali-kali lipat, maka segala kesulitan saat menulis akan terasa lebih ringan tuh pastinya.

2.Membaca karya orang lain

Jangan karena sudah memulai menulis, jadi malas membaca karya orang lain. Menganggap karya sendiri lebih baik daripada orang lain. Wah … kalau itu tidak baik, nggak boleh seperti itu. Harus juga dong membaca karya orang lain. Apalagi karya dari penulis yang terkenal gitu.

Dengan demikian, diri mendapat pembelajaran yang penting dengan membaca karya orang lain. Bisa jadi mendapat ilmu untuk mengembangkan cerita, menulis sudut pandang yang baik, bahkan pemilihan diksi yang tepat.

Tapi … jangan karena membaca karya orang lain yang sangat hebat itu, membuat diri ini menjadi minder untuk menulis. Kalau yang ini jangan sampai deh. Justru sebaliknya, dengan membaca karya orang lain, membuat semangat menulis menjadi menggebu-gebu.

3. Membaca surat kabar 

Mengetahui informasi itu sangat penting bagi penulis. Apalagi melihat keadaan pasar bagaimana. Melihat apa sih yang sedang tren saat ini. Melihat apa sih yang sedang berkembang akhir-akhir ini. Informasi tersebut sangat penting bagi penulis.

Siapa tahu, lagi mengembangkan cerita tentang horor, ternyata tahun ini lagi booming yang namanya cerita horor. Wah … rezeki nomplok nih.

Informasi yang banyak juga sangat dibutuhkan untuk pengembangan cerita. Dengan adanya informasi terbaru, diharapkan cerita yang dibuat itu tidak ketinggalan zaman, bisa membaru dengan perkembangan zaman. Zaman sedang membahas perkembangan teknologi, eh justru diri sedang asyik menulis perlambatan teknologi. Wah … tentu ini menjadi dilema dalam sebuah tulisan.

Apalagi bagi yang berusaha menulis buku novel maupun ilmu pengetahuan. Penyesuaian tulisan dengan perkembangan zaman sangat diperlukan.

4. Membaca komik, komedi, tulisan menghibur

Sesekali otak butuh banget yang namanya berlibur. Ingin melepaskan segala kepenatan karena telah bekerja keras. Maka dari itu, sekali-kali coba deh baca tulisan yang menghibur, seperti komik atau tulisan komedi. Dengan demikian, otak akan melakukan penyegaran kembali.

Ada loh kasus, orang yang tidak mood menulis karena lelah. Otaknya sudah bekerja terlalu keras, sehingga otaknya overdosis sambil mengeluarkan asap. Kalau sudah demikian, menjadi malas deh menulis. Padahal diharapkan jangan demikian.

Maka dari itu, perlu yang namanya hiburan. Bisa sih pergi berlibur, kalau ada uang, hihihi. Cara termurah untuk berlibur dengan membaca komik, komedi, atau tulisan menghibur lainnya. Dengan demikian, otak tidak akan overdosis dan semangat menulis menjadi naik.

Tapi jangan sampai terlena dengan tulisan menghibur tersebut sehingga membuat diri jadi malas menulis, jangan sampai!

Penutup

Sebenarnya meningkatkan moodbooster menulis itu tidak hanya membaca saja. Bisa jadi pergi traveling, pergi ke tempat hiburan, atau ke tempat lainnya yang membuat mood menjadi booster. Ya … mungkin salah satunya pergi ke Perpustakaan kali.

Tapi, jangan dilupakan fakta penting, bahwa meningkatkan moodbooster menulis bisa juga dengan banyak membaca. Dengan banyak membaca, maka pengetahuan akan terbuka lebar. Membuat diri ini menjadi sadar, ternyata orang lain pernah mengalami patah semangat, namun mereka tidak menyerak. Mereka terus berkarya hingga akhirnya kesuksesan menyertai mereka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here