Manfaatkan Instagram Sebagai Media Pembelajaran Efektif

Instagram merupakan salah satu social media yang cukup populer. Karena populer berarti banyak pengguna Instagram. Dari anak-anak sampai dewasa menggunakan Instagram. Memang, menggunakan Instagram memiliki kelebihan tersendiri. Tidak terkecuali juga para anak-anak atau remaja yang masih status siswa. Mungkin, pengguna terbesar Instagram adalah anak-anak atau remaja yang berstatus siswa. Jadi, bagaimana kalau kita memanfaatkan Instagram sebagai media pembelajaran efektif?

Tentu saja dengan memanfaatkan Instagram sebagai media pembelajaran memiliki keuntungan yang sangat besar sebagai pendidik. Keuntungan pertama, mampu meningkatkan pemahaman siswa tentang suatu pelajaran. Dan keuntungan lainnya, ehm ini keuntungan lainnya, bisa-bisa jadi selebgram, hihihi. Ok, fokusnya bukan menjadi selebgram, namun membuat siswa semakin mengerti dengan pembelajaran.

Namun pertanyaan terbesar adalah, apakah menggunakan Instagram sebagai media pembelajaran tergolong efektif? Tentunya setiap daerah, setiap karakter siswa memiliki efek yang berbeda. Dan tergantung juga sebagai pendidik bagaimana menciptakan konten pendidikan yang mampu memikat pengguna Instagram. Namun, tidak ada salahnya untuk mencoba Instagram sebagai media pembelajaran. Melihat potensi Instagram yang begitu besar sebagai media pembelajaran.

Jika diperhatikan, zaman sekarang sudah berubah. Dulu kita sering menggunakan televisi untuk sebagai hiburan ataupun mendapatkan informasi. Sekarang, apakah banyak para anak-anak atau remaja yang menggunakan televisi? Mungkin untuk mengusir kesepian di kala mereka sendiri di rumah, mereka akan menyalakan televisi. Namun, fokus tujuan utama mereka adalah berselancar di dunia maya. Apakah itu menggunakan media social, streaming video, main game online, atau sekadar browsing internet untuk mencari informasi.

Zaman sudah berubah, sekarang zamannya era dunia maya. Yang mana akses informasi berkembang sedemikian cepatnya. Jadi, manfaatkan perkembangan teknologi tersebut untuk kepentingan positif.

Memang, hal-hal yang berbau negatif sangat banyak di dunia maya. Namun, apakah itu merupakan bukti kuat untuk melarang para anak-anak dan remaja untuk tidak berselancar ke dunia maya? Memang itu merupakan bukti yang kuat, namun, kebanyakan anak-anak dan remaja tidak bisa menuruti kata orang tua jika disuruh berhenti menggunakan internet. Jadi, cara lain adalah melawan konten negatif dengan memberikan konten positif.

Banyak kok konten positif di internet. Seperti akses informasi yang terpercaya yang sangat luas. Misalnya, sekarang mudah banget melihat jurnal ilmiah yang terpercaya. Terindeks scopus dan memiliki impack factor yang tinggi. Begitu juga dengan maraknya kata-kata bijak di internet yang mampu membuat seseorang berubah ingin menjadi lebih baik.

Pemanfaatan Instagram Sebagai Media Pembelajaran

Namun, dalam pemanfaatan Instagram sebagai media pembelajaran, ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

1. Buatlah konten yang menarik

promosi

Konten sangat penting dalam menggunakan Instagram. Dengan konten yang menarik, baik itu: lucu, inspiratif, bermanfaat, dll, akan mampu menarik perhatian pengguna Instagram. Seperti Anda, jika Anda melihat Instagram dengan konten yang biasa saja atau bahkan tidak tertarik, mungkin Anda tidak berniat untuk melihatnya.

Maka dari itu, buatlah konten yang menarik, yang mampu membuat para siswa melihat konten yang Anda buat. Tentu saja, menarik sebagai pendidikan, menambah pemahaman siswa, kalau perlu buatlah konten yang merupakan rangkuman dari pembelajaran.

Jika konten tersebut menarik dan mampu membuat siswa semakin paham, tentu para siswa nantinya akan senang hati memberikan like atau mungkin share konten tersebut. Sehingga target konten Anda semakin luas. Bukan hanya di kalangan siswa saja, namun beberapa kalangan. Tentu ini memberikan keuntungan tersendiri.

Dan memang iya, membuat konten yang menarik tuh sangat sulit. Ya … butuh kreatifitas tanpa batas sih. Bukannya kreatifitas itu merupakan tuntutan para pendidik? Mendidik para siswa dengan cara kreatif sehingga para siswa mampu menyerap pembelajaran. Jadi, jangan menyerah untuk membuat konten yang menarik.

2. Jika perlu berilah pemaksaan dalam konten tersebut

Kadang, yang namanya pemaksaan itu bisa dibilang baik, selama itu dalam ranah positif. Maka, dalam konten yang Anda buat, buatlah satu atau dua kalimat yang bersifat memaksa. Misalnya, di dalam konten yang Anda buat, tercantum satu atau dua PR. Hal ini akan memaksa para siswa terus melihat konten Anda.

Dengan demikian, para siswa terpaksa tuh melihat konten Anda. Terpaksa membaca buku di rumah, demi mengerjakan satu atau dua PR yang Anda berikan. Tentu hal ini menjadi sangat baik, apalagi kalau konten tersebut diberikan satu hari sebelum pembelajaran. Jadinya, semacam shock gitu para siswa. Mau tidak mau, mereka akan mengulang pembelajaran. Ya … tahu sendiri deh, kalau kebanyakan para siswa tidak mengulang pembelajaran di rumah. Selesai materi pelajaran minggu ini, minggu depannya pasti kebanyakan lupa.

Namun hal yang perlu diingat dalam konten yang bersifat memaksa, jangan lupa menggabungkan konten yang menarik dan paksaan, kalau bisa buat konten tersebut sebagai rangkuman pembelajaran. Dengan demikian, para siswa tidak terpaksa kali mengerjakan tugas tersebut. Ada yang dia perhatikan di konten tersebut, sehingga dimungkinkan pada siswa memberikan like dan share.

3. Jangan terlalu sering upload konten

Waktu upload, hal ini juga sangat dipikirkan. Apakah satu minggu sekali, seminggu dua kali, atau seminggu tiga kali, pokoknya jangan terlalu sering. Hal ini tentu membuat siswa mampu beristirahat sejenak.

Memang sih, semakin sering upload konten di Instagram, semakin banyak followers. Hey, tujuan di sini bukan untuk menambah followers, namun sebagai media pembelajaran yang efektif, untuk membantu para siswa dalam memahami pembelajaran.

Dan juga, jika Anda sering upload konten pembelajaran, para siswa takutnya akan cepat bosan. Atau mungkin mengabaikannya. Kecuali kalau memang Anda mampu membuat konten yang spesial setiap hari. Namun, membuat konten yang spesial itu rasanya sulit banget.

Jadi, berilah jeda waktu. Jangan sampai keseringan juga. Tidak baik untuk Anda pribadi, maupun para siswa.

4. Penting! Perhatikan ekonomi siswa

Motivasi Menabung yang Salah

Ini merupakan hal yang sangat penting. Kenapa? Penggunaan Instagram sebagai media pembelajaran efektif, hanya memberikan efek positif bila ekonomi siswa dari menengah ke atas. Yang mana, smartphone bagi mereka tuh seperti barang murahan dan kuota internet tuh tidak mahal-mahal amat.

Dan memang selaras juga sih. Jika keluarga siswa menengah ke atas, yang mana kuota internet nggak masalah dan kecepatan internet juga luar biasa cepat, tentu dia akan sering melihatI. Namun bagi siswa yang kesulitan untuk membeli kuota internet, atau smartphone saja tidak punya, tentu hal ini sangat-sangat tidak efektif.

Oh ya, perhatikan juga kecepatan internet di tempat tinggal Anda atau tempat Anda mengajar. Jika kecepatan internet lambat, tentu menjadi masalah tersendiri. Siapa yang ingin melihat konten Anda, jika kecepatan internet di tempat siswa lambat.

Intinya, penggunaan Instagram untuk media pembelajaran hanya efektif bagi rata-rata siswa yang ekonomi menengah ke atas, kecepatan internet di daerah tersebut cepat, smartphone bagaikan barang murah bagi mereka, dan secara tidak langsung menyebutkan tinggal di daerah perkotaan yang ekonominya menengah ke atas.

Penutup

Jadi, apakah Instagram sebagai media pembelajaran dapat memberikan efek yang positif? Hal itu tergantung kepada kecepatan internet, ekonomi siswa, dan juga bagaimana Anda/para pendidik membuat konten.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here