Beberapa Makna Skripsi Untuk Saya Pribadi

Ketika semester akhir, pasti bakal didatangi yang namanya skripsi. Mulai deh kelabakan dan menjadi penulis dadakan. Mulai memikirkan pembimbing skripsi yang bisa nego, jangan sampai ketemu dengan pembimbing skripsi yang susah banget.

Oh ya, skripsi itu ada pro dan kontra loh. Ada yang setuju skripsi itu diadakan, dan ada yang tidak setuju. Sebelum berbicara makna menulis skripsi bagi saya, mendingan saya bahas dulu tentang pro dan kontra mengenai skripsi.

 

Pro dan Kontra Skripsi

Mahasiswa Kontra dengan Skripsi
Rata-rata mahasiswa menginginkan skripsi itu dihapuskan loh. Ada sih yang pro dengan skripsi, tapi itu sedikit banget. Mendingan lulus melalui ujian deh daripada menulis skripsi.

Dosen Pro dengan Skripsi
Kalau dosen sih lain lagi. Mereka rata-rata pro dengan skripsi. Mereka berpendapat, skripsi mampu meningkatkan kreatifitas mahasiswa. Ya … memang, setelah menyelesaikan skripsi, kreatifitas saya semakin bertambah. Kreatifitas mengolah data, hihi.

Dan Makna Skripsi Bagi Saya

Yaudah deh, sekarang apa makna skripsi bagi saya? Makna skripsi bagi saya nggak muluk-muluk. Sama seperti mahasiswa lain, yaitu:

1. Supaya Lulus
udah hanya itu saja makna skripsi dari saya. Saya menulis skripsi tidak untuk belajar, menambah ilmu pengetahuan, apalagi untuk meneliti. Kalau kegiatan penelitian, saya sudah lakukan sebelum skripsi.

Skripsi hanya sebuah buku yang mengatakan kalau saya layak menjadi sarjana, itu saja. Karena itulah, saya jadi asal-asalan menulis skripsi. Yang penting, tulisan saya lulus dari dosen pembimbing. Setelah itu, skripsi saya dipresentasikan. Jika Anda bertanya, “Apakah dosen penguji tidak marah karena saya menulis skripsi asal-asalan?” tenang saja, kalau dimarahin, senyum saja sambil pasang muka kasihan.

Selain itu, makna skripsi bagi saya yang kedua, ialah:

2. Sebagai Alas Laptop
Jadi, skripsi saya dibuat untuk alas laptop, soalnya tebal jadi tinggi. Kalau nggak alas laptop, jadi meja belajar dadakan lah.

Sejujurnya, setelah sidang, saya tidak pernah membuka skripsi saya. Skripsi tersebut seperti benda yang ditelantarkan, hahaha.

Dan makna yang terakhir adalah:

3. Jadi Bungkus Ikan Asin
Ceritanya gini, saya mencetak skripsi kebanyakan, jadinya lebih gitu. Karena skripsi memang tidak ada gunanya, kebetulan saudara saya ada yang jual ikan asin, saya sumbangkan deh skripsi saya. Tentu saja, saudara saya dengan senang hati merobek-robek skripsi saya sampai tidak ada yang tersisa.

Hehe, kalau dilihat-lihat skripsi itu bagi saya kayak tidak ada gunanya ya? Iya … memang tidak ada gunanya (menurut saya). Hanya untuk syarat lulus saja.

2 COMMENTS

  1. Syupeeer syekaleeee..

    Oya ada typo dikit tu.. Di awal tulisan kata “pas” kayaknya maksud amru “pasti”.. Dan di paragraf akhir, “guan” kayaknya “gunanya”.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here