Seorang profesor dengan tiga anak didiknya. Mereka sedang mempersiapkan hal-hal apa saya yang hendak mereka teliti. Mereka mencari sumber dan mencari bahan apa saja yang dibutuhkan.

Setelah mereka semua mendapatkannya. Mereka janjian untuk datang di tempat M pada pukul 15.00. mereka berjanji di hadapan profesor dan profesor berjanji di hadapan muridnya.

Keesokan harinya, si profesor datang dengan tepat waktu. Waktu yang dijanjikan pukul 15.00, si profesor muncul pukul 14.30. sekarang masalahnya, ketiga muridnya yang belum muncul.

Murid yang pertama sedang mandi. Dia mandi dengan waktu yang lama, dan mempersiapkan pakaian terbaiknya. Dia tidak lupa untuk dandan dan pergi dengan kecepatan sedang ke tempat yang dituju. Padahal, dia mandi saja pukul 14.45. Artinya murid pertama datang terlambat.

Murid kedua tidak melakukan yang berarti. Dia hanya mempersiapkan diri dan berangkat pukul 15.00. padahal, jarak tempat dia ke tempat yang dijanjikan cukup jauh, memakan waktu setengah jam lebih.

Murid ketiga justru lebih parah. Dia asyik dengan dunianya sendiri. Ketika dia melihat jam, dia menyadari keterlambatannya. Dia menelepon teman-teman dan profesornya kalau dia terlambat. Banyak alasan yang dia berikan agar keterlambatannya masuk akal.

Hingga pada pukul 16.00 mereka semua berkumpul. Si profesor datang pukul 14.30, yang artinya si profesor menunggu satu setengah jam.

***

Setelah semuanya berkumpul. Profesor menarik nafas dan berkata, “Anak-anak, bukankah kalian tahu kalau matahari selalu menepati janjinya?”

Para murid tampak setuju.

“Pernah tidak dibayangkan kalau matahari terlambat satu detik saja. Apa yang akan terjadi?”

Para murid kebingungan. Selama ini mereka tidak pernah memperhatikan matahari. Karena matahari selalu tepat waktu, maka mereka tidak memperhatikannya.

Profesor tersenyum melihat kebingungan murid-muridnya.

“Tahukah kalian, jika matahari terlambat menunjukkan dirinya satu detik saja, maka seluruh kehidupan Bumi akan berantakan. Pernah beberapa kali matahari terlambat. Misal, pada musim penghujan, kadang matahari terlambat satu detik. Apa yang terjadi? Beberapa tumbuhan tidak bisa berfotosintesis dengan benar, artinya, banyak tumbuhan yang tidak subur. Begitu juga dengan makhluk hidup lainnya.

Maka dari itu, keterlambatan sedikit saja mampu memberikan dampak yang besar bagi semuanya,” kata profesor dengan semangat.

Para murid tampak merasa bersalah.

Si profesor melanjutkan ceritanya.

“Maka dari itu, jika berjanji tepatilah berjanji. Jika kalian meremehkan janji itu, maka sama saja meremehkan hutang. Janji itu adalah hutang. Jika kalian terlambat sedetik saja, maka itu akan berpengaruh besar terhadap orang yang kalian janjikan. Misalnya, kalian ada janji meeting untuk klien. Kalian terlambat satu detik, belum tentu si klien tidak kecewa. Jika klien kecewa, maka rezeki kalian akan luntur.”

Para murid sadar akan kesalahannya. Dengan kata lain, mereka telah mengecewakan si profesor.

Terlambat satu detik saja ketika berjanji, maka akan menghancurkan jutaan rezeki yang menantimu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here