Keterlibatan Keluarga dan Internet pada Pendidikan Anak

Amrudly

Pendidikan anak pertama kali terbentuk dari keluarga. Kalimat tersebut sudah erat banget kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Setiap orang tua atau calon orang tua pasti pernah mendengar hal ini. Eh, anak-anak juga pernah sih mendengar hal ini juga.

Tuh artinya dalam banget loh. Lebih luas daripada kedalaman Samudra Atlantik. Penuh dengan makna mendalam. Dan penuh dengan kode-kode, hihihi.

Dalam membangun pendidikan anak, maka keluarga berperan penting. Anak akan meniru segala tindakan dari orang tuanya. Ya … ada yang bilang, sifat kedua orang tuanya akan turun ke anaknya. Iya bagaimana tidak turun, setiap hari dia melihat orang tuanya dan menirunya.

Jadi, untuk membentuk karakter anak menjadi anak yang baik, sholeh/sholehah, berbakti kepada orang tua, harus menjadi orang tua yang baik dulu. 😀


Pendidikan dan Anak

Zaman sekarang ini, pendidikan berperan penting bagi tumbuh kembang si anak. Entah gimana gitu kalau anak tanpa pendidikan. Para orang tua pastinya khawatir dong melihat anak tidak belajar dengan sungguh-sungguh.

Pendidikan bukan hanya di bangku sekolah saja.

“Iya nggak di bangku sekolah saja. Di tempat les juga bisa.”

Maksudnya bukan hanya menjalankan pendidikan formal saja. Namun pendidikan nonformal juga sangat perlu. Seperti menjalankan bakat si anak.Pendidikan dan Anak.

Kalau si anak berbakat menjadi sepakbola, wah … kembangkan tuh. Bisa jadi dia menjadi pemain sepak bole profesional. Kalau si anak berbakat menjadi pelukis, kembangkan juga. Banyak kok pelukis profesional dan jangan ditanya harga untuk satu lukisan yang dia hasilkan. Kalau si anak berbakat menyanyi, bisa jadi kalau sudah besar dia akan menjadi penyanyi yang hebat.

“Kalau anak berbakat menjadi buaya darat, kembangkan nggak ya?”

Ini perlu dikembangkan nggak sih?


Pendidikan dan Internet

Internet bisa dikatakan gudang dari segala ilmu. Mau ilmu baik ada, mau ilmu jaahat juga ada. Sampai ilmu pelet juga bertebaran tuh di internet.

Begitu juga dengan pendidikan. Banyak banget informasi seputar pendidikan di internet. Sudah tida terhitung lagi jumlahnya mengenai peran pendidikan di internet. Mungkin para pembaca juga suka kali cara ilmu pengetahuan di internet. Misal cari jurnal gitu untuk skripsi.

Begitu juga panduan keluarga untuk pendidikan tumbuh kembang si anak. Biasanya nih disebut niche parenting. Banyak sekali tips dan trik membangun anak yang cerdas lewat keluarga yang harmonis.

Internet sudah seperti kebutuhan sekarang. Kita seakan tidak lepas dari internet. Mulai dari anak kecil sampai dewasa menggunakan internet.

  • Data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menyebutkan 143,26 juta jiwa dari total 262 juta jiwa populasi penduduk Indonesia menggunakan internet.
  • Pada pemanfaatan internet bidang edukasi hampir 53,0% rakyat Indonesia baca artikel.
  • 58.01% rakyat Indonesia mencari berita/entertainment/hobi di internet. Wah … jumlah yang besar juga tuh.
  • 8.01% rakyat Indonesia mencari berita/entertainment/hobi di internet. Wah … jumlah yang besar juga tuh.

Salah satunya web yang menyediakan pendidikan keluarga bagi anak adalah … adalah … adalah …. (suara gendang berbunyi) https://sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id.

Coba lihat, pakai domain go.id, yang artinya government (pemerintah) Indonesia (Hehe … asal sebut saja). 🙂


Sahabat Keluarga

web tampilan sahaabat keluarga

Banyak banget informasi yang didapat dari web tersebut. Mulai dari berita pendidikan sampai kepada tips dan trik mendidik anak.

Apa tujuan dari sahabat keluarga? Tujuannya yaitu melalui web sahabat keluarga diharapkan terbangun ekosistem pendidikan, yang terdiri atas orang tua, kepala sekolah, guru, komite sekolah, dewan pendidikan, pegiat pendidikan dan masyarakat keseluruhan, yang cerdas dan berkarakter.

Karena apa? Karena sudah bukan waktunya lagi orang tua menyerahkan pendidikan kepada guru, kepala sekolah, ataupun penggiat pendidikan. Orang tua harus memberikan pendidikan kepada anak.

Yang saya suka dari web tersebut, adanya tips dan trik membangun hubungan pendidikan antara anak dan keluarga berdasarkan usia. Mulai dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-Kanak, SD, sampai tingkat SMA/SMK.

Jadi bagi para orang tua yang kebingungan misalnya, memberikan pendidikan berdasarkan tingkat usia anak, jadi bisa tuh dipilah-pilah. Dan juga bisa juga dong jadi referensi nantinya, hihihi.

Ditakutkan karena orang tua tidak begitu mengerti membedakan usia anak, jadinya ketika anak masih SD diajari cinta-cintaan. Nggak cocok dong dengan umur. Anak SD diajari cinta-cintaan, besar nanti bakal menjadi lelaki buaya darat dong level expert.


Misalnya nih artikel pada Anak Usia Dini (PAUD)

Ini, 9 Manfaat Bermain bagi Anak

Orang tua kita mengetahui bahwa bermain baik untuk anak-anak. Namun jarang yang mengaitkannya dengan aktivitas belajar. Sehingga mengabaikan begitu banyak manfaat bermain. Bagi sebagian besar orangtua, belajar berarti berkaitan dengan keahlian khusus. Seperti menghafal huruf, berhitung, menulis …

Baca Selengkapnya


F.A.Q

Mungkin ini beberapa pertanyaan bagi Anda sekalian.

  • Mengunjungi web Sahabat Keluarga gratis nggak?
    Memang sih, pikiran kita kalau ada kata “bayar” tuh menurunkan semangat. Tenang saja, gratis kok. Jadi manfaatkanlah web tersebut secara bebas dan berguna. Sudah gratis berguna lagi.
  • Bisa diakses via smartphone/tablet nggak?
    Tenang saja, Anda tidak perlu membuka laptop/komputer untuk mengaksesnya. Cukup dengan smartphone bisa. Sudah menggunakan desain responsive, yang menyesuaikan ukuran dengan layar perangkat. Sepertinya ini nggak usah ditanya deh ya, sudah pasti bisa sih soalnya.
  • Ada forum Sahabat Keluarga nggak?
    Jelas ada dong. Kalau mau kepo, yuk kunjungi Forum Sahabat Keluarga.
  • Ada keanggotaan atau member nggak?
    Jawabannya ada banget. Kalau ingin membuka forum gitu, atau ngobrol seru sama admin.
  • Bisa ngobrol seru sama admin?
    Bisa dong, kalau ingin ngobrol seru atau curhat panjang lebar, bisa tuh sama admin. Tenang saja, adminnya baik kok, nggak menggigit.
  • Ada bantuan nggak kalau saya bingung?
    Tenang, ada kok laman bantuan, kalau Anda bingung mengoperasikan web Sahabat Keluarga. Jangan khawatir. Kunjungi Forum Sahabat Keluarga –> Help Documents.

Penutup

Ada fasilitas internet, ada artikel bagus untuk menunjang pendidikan anak di keluarga. Plus ada forumnya lagi tempat bertanya. Hal tersebut sudah lengkap banget bagi kita. Sekarang bagaimana kita memanfaatkan secara maksimal. Kalau tidak dimanfaatkan, ya percuma juga sih kuota internet yang kita punya. Dan juga pemerintah jadi sedih deh. 🙁

Internet bukan hanya social media, game online, download musik, atau download film saja. Internet bukan saja menampilkan konten negatif saja. Banyak sekali konten positif di internet. Bagaikan mata pisau, ada sisi tajam dan tumpul. Tinggal bagaimana kita memaksimalkan internet untuk lebih baik.

Belajar menjadi lebih baik ke depan. Belajar bukan hanya di bangku sekolah saja. Belajar bisa dimana saja. Termasuk, belajar dari internet.


Referensi 

  • Naome I, 2013, “Role Of Families On Eaely Childhood Development And Education: Dhaka City Perspective.” The International Journal of Social Sciences 1(11):158-169.
  • Jaeger M, 2012, “The Extended Family and Children’s Educational Success.” American Sociological Review 6(77):903-922.
  • www.apjii.or.id.
  • sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id.

Disclaimer 

Blog post ini diikustsertakan dalam Lomba Blog Pendidikan Keluarga #sahabatkeluarga .

1 COMMENT

  1. Sepakat, mas. Sebagai orang tua wajib mencari informasi dan mendampingi anak demi suksesnya pendidikan anak di era digital.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here