Helium, dialah salah satu unsur yang berada pada golongan ke delapan. Dari dulu helium tidak pernah berpasangan. Dia selalu sendiri, dia tidak pernah bersama dengan unsur lain. Entah kenapa bisa demikian, mungkin takdir telah memutuskan hidupnya. Hidup untuk sendiri selamanya.

Helium tidak serta merta menerima takdir tersebut. Dia berusaha untuk bersatu dengan unsur lain, menciptakan teman untuk saling berbagi. Namun, semuanya tidak menerima helium. Tidak ada yang mau bersama dengannya. Kenapa demikian? Entahlah.

Mungkin, beberapa orang berpikir kalau helium adalah sosok yang sempurna. Dia tidak memiliki kekurangan sedikitpun. Dia memiliki nomor atom dua, dia sudah stabil. Unsur lain berusaha untuk stabil karena memiliki nomor atom di bawah dua atau di antara tiga sampai dengan tujuh. Mereka berusaha untuk menutupi kekurangan masing-masing. Namun, helium tidak memiliki kekurangan seperti itu.

Hal itulah yang membuat cemburu unsur-unsur yang lain. Mereka terlahir dengan tidak sempurna, berusaha keras untuk mencapai kesempurnaan, namun helium tidak perlu berusaha, karena dari lahir dia memang sudah sempurna.

Di tengah kesempurnaan tersebut, terbentur suatu keraguan dalam hatinya. Apakah ada sesuatu yang berguna yang bisa dilakukan? Alam ini bukanlah sempurna, alam ini adalah campuran sesuatu yang tidak sempurna, berusaha untuk sempurna dengan menjalin ikatan. Namun, jika dia sudah sempurna, dia tidak membutuhkan ikatan. Artinya, apakah dia dibutuhkan?

Helium tidak pernah menyerah demi mencari jati dirinya. Dia mencari apa yang bisa dia lakukan untuk memberikan kemanfaatan bagi alam. Namun, tidak pernah dia jumpai. Ribuan, atau mungkin jutaan tahun dia telah lalui, mencari sesuatu yang berguna untuk dirinya. Namun, tidak ditemukan dengan mudah. Akhirnya, seseorang menemukan kegunaan dari Helium, ialah digunakan untuk bola lampu.

Dengan dia yang sempurna, membuat dia mudah menghasilkan cahaya. Hasilnya, pada malam hari tidak lagi gelap, namun berkat dia terang benderang. Akhirnya, dia menemukan kegunaan dalam dirinya.

Yang sempurna itu selalu sendirian. Maka dari itu, janganlah meminta sempurna. Mintalah seseorang yang nantinya akan menutupi kekurangan. Karena sempurna itu, berarti kesendirian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here