7 Kebiasaan Buruk Ketika Bekerja yang Harus Disadari

Jika sudah menyelesaikan kuliah, selanjutnya berbuat apa? Tentu saja mencari pekerjaan. Melemparkan lamaran ke sana dan ke sini. Setelah mendapatkan pekerjaan, tentu rasa senangnya bukan main. Namun, dunia pekerjaan tidak sama dengan dunia kuliah. Jadi, perhatikan deh kebiasaan buruk ketika bekerja yang harus disadari.

Kenapa harus disadari? Karena memang kebiasaan ini biasanya terjadi tanpa disadari. Yang dirasa tidak menimbulkan masalah, ternyata menimbulkan banyak masalah. Hal tersebut sebaiknya dihindari, karena akan berdampak pada perkembangan karir. Eh, untuk perkembangan kariri sepertinya terlalu jauh deh. Berdampak pada pekerjaan ke depannya.

Kebiasaan tersebut jika tidak disadari, lambat laun akan menghancurkan Anda. Seriusan, karena ini memang sering sekali, namun tidak disadari. Terkhusus, kaum yang baru saja menyelesaikan kuliah dan baru terjun ke dunia pekerja.

Kebiasaan Buruk Ketika Bekerja yang Harus Disadari

Ok, berikut 7 kebiasaan buruk ketika bekerja yang harus disadari. Check it out.

1. Banyak tuntutan bukan permintaan

Nah, ini dia yang sering bagi pekerja baru. Terlalu banyak tuntutan. Maunya inilah, maunya itulah. Terlalu banyak, sedangkan apa yang dia hasilkan, apa yang sudah dia kerjakan sedikit banget.

Apa sih beda tuntutan dengan permintaan? Tuntutan itu sifatnya memaksa, bahkan maksa banget. Sedangkan permintaan itu sifatnya tidak memaksa. Jika tuntutan tidak dikabulkan, rasanya itu perih banget. Pokoknya tuntutan harus dipenuhi. Dan caranya tidak sopan kebanyakan.

Tentu saja ini menjadi masalah. Menjadi pekerja yang kritis sih boleh-boleh saja. Namun jangan terlalu kritis, karena hal tersebut tidak baik. Ingat, dalam pekerjaan ada tata krama yang harus dipatuhi. Di sana ada senior dan atasan loh.

Oh ya, kebanyakan calon pekerja baru juga menginginkan gaji tinggi, bahkan terlalu tinggi. Hehe, untuk pemula atau junior banget, jangan terlalu menginginkan gaji tinggi. Walaupun nilai IPK tinggi banget, IPK itu hanyalah syarat untuk masuk saja. Setelah diterima bekerja, IPK itu tidak berpengaruh. Skill yang sangat berpengaruh.

2. Terlalu percaya diri

Ini lagi yang harus diwaspadai, terlalu percaya diri. Saking percaya dirinya, bias-bisanya tuh membantah senior. Wah … bahaya banget deh kalau begini. Percaya diri sih boleh-boleh saja. Namun, kalau terlalu percaya diri, ini termasuk kebiasaan buruk yang tanpa disadari. Harus cepat-cepat sadar sih.

Terlalu percaya diri membuat seseorang mendapatkan kesan sombong. Walaupun tidak bermaksud sombong sih. Namun hal tersebut melekat banget pada diri seseorang yang terlalu percaya diri.

Apalagi kalau senior sudah melihat Anda sebagai orang yang sombong. Bahaya banget tuh. Kalau sudah terjun ke dunia pekerjaan, kesombongan itu harus dihindari. Kalau dunia perkuliahan sih nggak masalah. Yang marah juga orang-orang di sekitar kok. Kalau di dunia pekerjaan itu bahaya banget. Bisa-bisa masa depan pekerjaan di tempat Anda bekerja menjadi suram deh.

3. Terlalu fokus pada satu cara komunikasi

Gadget Keren Buatan Indonesia Nggak Bikin Kantong Jebol

Sebagian besar pekerja baru selalu menggunakan satu cara komunikasi yang sama. Misalnya dengan menggunakan aplikasi social media. Eits, hal tersebut sebaiknya dihindari kalau sudah bekerja.

Karena apa? Coba deh lihat pekerja senior. Jangan-jangan mereka tidak terbiasa dengan aplikasi social media. Harus menggunakan pesan singkat atau email baru mereka mengerti.

Maka dari itu, perlu yang namanya fleksibilitas. Apapun cara berkomunikasi Anda bisa. Dan juga, Anda tidak keberatan dengan berkomunikasi dengan cara yang tidak biasa Anda lakukan.

Komunikasi dalam dunia kerja itu perlu banget loh. Karena yang dibutuhkan dalam dunia pekerjaan adalah softskill, buang jauh-jauh deh pikiran kalau dunia kerja itu dibutuhkan IQ tinggi.

4. Terlalu banyak bicara

Ini juga sangat bermasalah sekali. Kebanyakan pekerja baru, yang baru saja menyelesaikan pendidikannya, suka dengan yang namanya bicara. Hingga terkadang, bicara pada saat bekerja. Apakah itu baik? Tentu saja tidak baik. Karena yang dibutuhkan dalam bekerja adalah hasil, bukan bicara.

Jangan sekali-kali bicara mengenai kebohongan dalam bekerja. Karena hal tersebut mampu berdampak fatal. Orang yang pembohong sangat tidak dibutuhkan dalam dunia kerja. Bukan hanya orang yang pembohong, orang yang suka menyebar cerita bohong juga tidak ada yang suka.

Yang dibutuhkan dalam dunia kerja adalah hasil. Jika hasil yang Anda berikan sangat baik, bahkan memajukan perusahaan atau instansi Anda dalam bekerja, maka Anda akan dihargai. Bahkan Anda mendapatkan penghargaan. Namun, jika yang Anda hasilkan untuk perusahaan atau instansi biasa-biasa saja, ya … tidak bakal dihargai, apalagi bagi orang yang banyak bicara daripada bekerja.

5. Orang yang sok tahu

Kebiasaan buruk ketika bekerja yang harus disadari selanjutnya adalah orang yang sok tahu. Jangan menjadi orang yang sok tahu. Memang sih, keinginan untuk menyampaikan ilmu pengetahuan itu bagus. Namun, ada baiknya untuk memiliki saat yang tepat untuk menyampaikannya. Jangan asal menyampaikan, apalagi yang sok tahu. Aslinya tidak mengerti, tapi bicara juga.

Jika dalam perkuliahan, menjadi sok tahu memang tidak masalah. Sangat sedikit dosen yang menegur mahasiswa yang sok tahu. Terkadang, ada juga dosen yang senang dengan melihat mahasiswanya sok tahu. Sehingga kebiasaan sok tahu it uterus berkembang tanpa disadari.

Namun, pada saat bekerja hal itu harus dihindari. Karena orang yang sok tahu tidak ada yang suka. Oh ya, kebebasan yang diberikan pada dunia kerja jangan sampai disalahartikan juga ya. Misal, perusahaan atau instansi tempat bekerja membebaskan memakai pakaian apapun. Walau dibebaskan, jangan sok tahu dengan memakai pakaian apapun. Pasti ada aturan tersembunyi mengenai aturan pakaian. Biasakan untuk membaca aturan perusahaan atau instansi tempat bekerja ya.

6. Terlalu multitasking

promosi

Pemuda saat ini memang bisa multitasking. Tidak hanya mengerjakan satu pekerjaan saja, namun beberapa pekerjaan bisa dia selesaikan. Waktu kuliah juga sudah terbiasa melakukan multitasking. Mengerjakan dua tugas mata kuliah secara bersamaan itu merupakan hal yang wajar.

Namun, kebiasaan buruk ketika bekerja tanpa disadari tersebut harus segera diperbaiki. Karena multitasking dalam dunia bekerja itu sangat tidak baik. Misalnya, mengerjakan dokumen penting. Sambil mengerjakan dokumen penting, mengerjakan dokumen lain. Walah-walah, kalau ketahuan si bos bisa bahaya tuh.

Fokuslah dalam menyelesaikan pekerjaan. Seandainya Anda adalah pemimpin alias bos. Melihat karyawan Anda melakukan multitasking dalam pekerjaan, apakah Ada suka atau tidak? Jika Anda tidak suka, sebaiknya jangan lakukan multitasking.

7. Tidak berkomunikasi dengan senior

Zaman sekarang sudah canggih. Jika ada permasalahan yang serius, tinggal ambil smartphone, tablet, laptop, atau PC dan berselancar ke dunia maya. Segala permasalahan akan diselesaikan di sana. Termasuk permasalahan dalam dunia pekerjaan.

Namun hal ini juga tidak baik. Dengan semakin mudahnya segala informasi, membuat kita tidak suka bertanya kepada senior. Pada malas bertanya kepada senior, lebih senang bertanya ke dunia maya. Padahal, hubungan dengan senior dalam pekerjaan itu amat sangat penting.

Ada lagi yang pekerja baru senangnya berkumpul dengan pekerja baru. Tidak suka berkumpul dengan pekerja senior. Hal tersebut membuat jarak antara senior dan junior menjadi renggang.

Sebaiknya ubah kebiasaan buruk ketika bekerja tanpa disadari itu. Jagalah komunikasi dengan senior. Jangan menjadi pekerja yang sombong.

Penutup

Sebagai pekerja baru, memang banyak hal yang harus dipelajari. Dunia perkuliahan dan dunia bekerja itu memang berbeda jauh. Jangan sampai melakukan kebiasaan buruk ketika bekerja tanpa disadari. Berusahalah yang terbaik ketika bekerja. Bekerja keraslah, jangan terlalu banyak menuntut, fokus, dan kembangkanlah skill Anda. Dengan demikian, Anda akan berhasil.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here