4 Jenis Sudut Pandang dalam Sebuah Cerita

jenis sudut pandang

Dalam membuat cerita, baik itu novel, cerbung, cerpen, dll, pastinya ada yang namanya sudut pandang. Sebenarnya apa pengertian dari sudut pandang? Sudut pandang adalah cara bagaimana penulis menempatkan dirinya pada cerita, atau dari sudut mana penulis memandang cerita yang dibuat. Maka dari itu, jika diperhatikan, ada banyak sekali jenis sudut pandang. Setidaknya, ada 4 jenis sudut pandang dalam sebuah cerita.

Apa-apa sajakah itu?

1. Sudut Pandang Orang Pertama Sebagai Tokoh Utama
Sudut pandang yang menggunakan kata ganti “aku, saya, gue, dll”. Sudut pandang ini seperti penulis berbicara langsung .

Misalnya:
Aku merasa seperti di ambang kematian. Pukulan yang mendarat di pipi kananku seakan-akan itu adalah pukulan martil yang menghancurkan kepalaku. Kesadaranku mulai hilang, bayangan akan bintang-bintang kecil berputar di atas kepalaku. Apakah ini akan berakhir? Semua perjuanganku untuk meraih gelar tinju akan sia-sia oleh satu pukulan olehnya? Namun, aku tetap bertekad untuk menjadi juara. Bukan untuk diriku, namun untuk seseorang yang menungguku di rumah, istri dan anakku.

2. Sudut Pandang Orang Pertama Sebagai Tokoh Sampingan.
Sudut pandang ini seperti menceritakan tokoh utama. Biasanya dia sebagai teman, sahabat, musuh, pacar, si tokoh utama. Apa yang dia lihat mengenai tokoh utama, itulah yang dia ceritakan.

Misalnya:
Aku melihat Agus akan menembak Rani. Aku sedikit cemburu dengan dia. Dia adalah cowok yang jujur dengan perasaannya. Dia tidak pernah menyembunyikan perasaannya, walaupun dia tahu, Rani akan menolaknya. Tapi dia tetap bertekad untuk menembak Rani. Baginya, menyatakan perasaan itu lebih penting ketimbang dipendam. Karena, dia pernah berkata, “Memendam perasaan itu sangat sakit, ingin rasanya mengungkapkan tapi tidak bisa. Namun, mengungkapkan perasaan sangat gugup, namun ketika sudah diungkapkan, rasanya akan lega. Aku lebih memilih mengungkapkan perasaanku daripada memendamnya.”

3. Sudut Pandang Orang Ketiga yang Serba Tahu
Dalam hal ini, seolah-olah mengetahui isi hati tokoh utama, bahkan sudah mampu meramalkan apa yang ada dipikiran tokoh utama. Biasanya menggunakan kata ganti “dia” pada sudut pandang ini.

Misalnya:
Aku memperhatikan perempuan itu begitu tenang membaca di perpustakaan. Dia begitu cermat mengamati setiap kata demi kata, namun, dia tidak pernah bersama dengan temannya. Apakah dia memang tidak punya teman. Apakah dia menganggap buku itu adalah temannya? Jika memang ia, maka dia adalah perempuan yang kesepian.

4. Sudut Pandang Orang Ketiga Terbatas
Dalam sudut pandang ini, hanya menceritakan apa yang dialami, didengar, dilihat oleh si tokoh utama. Fokus dari cerita ini adalah tokoh utama. Maka dari itu, bisa dikatakan, menggunakan sudut pandang ini berarti sebagai stalker, hihihi.

Misalnya:
Sepertinya perempuan itu telah jatuh cinta. Pandangan matanya begitu lembut menatap seorang cowok. Cowok yang lebih tinggi beberapa centi darinya. Dia biasanya malas menggunakan pakaian indah, namun ketika bersama cowok itu, dia begitu semangat dan bingung memilih pakaian.

Baca juga: sebaiknya menentukan judul sebelum menulis atau sesudah menulis?

Nah, demikian jenis sudut pandang dalam sebuah cerita. Bagaimana? Mau pilih sudut pandang yang mana untuk cerita Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here