Howard Aiken si Ahli Matematika dan Insinyur Asal Amerika

Howard Aiken si Ahli Matematika dan Insiyur Asal Amerika

Howard Aiken (1900-1973), ahli Matematika dan insinyur komputer asal Amerika. Aiken adalah penemu mesin hitung pertama yang bekerja berdasarkan instruksi-instruksi kode alat yang merupakan generasi awal dari komputer.

Aiken lahir di Hoboken, New Jersey, Amerika, pada 9 Maret 1900. Meninggal di St. Louis, Missouri, Amerika Serikat, pada tanggal 14 Maret 1973. Dia belajar di Universitas Wisconsin dan Universitas Chicago, lalu menyelesaikan tingkat doktornya di Universitas Harvard. Dia menghabiskan sebagian besar karier profesionalnya di Universitas Harvard (1939-1961).

Pada 1937 Aiken dan beberapa orang insinyur mulai mendesain mesin hitung yang bisa diprogram. Korporasi Internasional Business Machines (IBM) dan Angkatan Laut AS bersedia mendukung para insinyur untuk mewujudkan desain mereka. Angkatan Laut dan lembaga-lembaga militer menginginkan sebuah komputer yang dapat membantu mereka mendesain senjata baru, menghitung lintasan tembakan roket, membuat rencana bangunan yang rumit, dan memecahkan kode rahasia musuh.

Pada waktu itu para penemu dari berbagai negara juga dalam proses membangun komputer. Pada awal 1941, Jerman menggunakan komputer untuk mendesain pesawat dan rudal (peluru kendali). Komputer elektronik pertama mulai dioperasikan oleh Inggris pada 1943, dengan menggunakan tabung hampa udara, bukannya dengan tuas dan sistem mekanik lainnya. Komputer ini mampu memecahkan kode rahasia militer Jerman sepanjang Perang Dunia II (1939-1945).

Pada 1944 Aiken dan sekelompok Insinyur IBM, dikepalai oleh Clair D. Lake, menyelesaikan Mark I, yang juga sering disebut Harvard-IBM Automatic Sequence Controlled Calculator. Tinggi Mark I adalah 2,4 meter, panjangnya 15,3 meter, dan beratnya hampir 5 ton. Mesin-mesin penghitungnya yang berjumlah 78 menggunakan kabel sekitar 800 kilometer kabel, dikendalikan oleh alat-alat mekanik dan listrik. Program yang “memerintahkan” Mark I bekerja berupa pita kertas berlubang-lubang tempat instruksi-instruksi disampaikan. Sekali diprogram, komputer ini secara otomatis bisa melakukan serangkaian operasi hitung sampai dengan 23 digit angka. Mark I digunakan untuk kepentingan-kepentingan militer, termasuk membuat bom atom.

Aiken membuat perbaikan dari Mark I (Mark II, III, dan IV) dari 1947 hingga 1952. Dia menjabat sebagai Kepala Laboraturium Komputasi Harvard hingga pensiun pada 1961. Sebagian besar desainer komputer Amerika yang paling berpengaruh berada di bawah bimbingannya, Aiken yang banyak menulis mengenai elektronika, teori saklar, dan pemrosesan data di majalah-majalah ilmiah, belakangan mengajar di Universitas Miami, Amerika. Dia memperoleh penghargaan dari berbagai negara, seperti Jerman, Belanda, Belgia, dan Prancis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here