Hindari 3 Kesalahan Menabung Agar Tabungan Tidak Percuma

Rajin menabung pangkal kaya. Siapa sih yang tidak mau kaya. Iya, kaya hati dan kaya harta. Siapapun juga mau. Jadi, kalau mau menjadi orang kaya harus rajin menabung. Masalahnya di sini, banyak dari kita melakukan kesalahan dalam menabung.

“Loh bukannya menabung itu bagus ya?”

Iya, menabung itu bagus tapi dengan cara yang benar juga. Kalau menabung dengan cara yang salah sih … sama saja enggak guna. Seperti ini nih. Menasihati orang yang salah sih betul. Kalau caranya salah, misalnya memukul orang yang salah. Terus setelah korban berlumuran darah baru dinasehati, apakah bisa? Bisa-bisa yang ada pembalasan dendam nantinya. Bagaimana kalau menasihati dengan tutur kata yang lembut dan di waktu yang tepat pula. Nah, ini baru nasihat yang masuk di hati 😀

Jadi, apa saja 3 kesalahan dalam menabung tersebut?

1. Always Kartu Kredit

Ini nih gaya hidup anak muda sampai orang tua zaman sekarang. Apa-apa kartu kredit. Apa kalau beli makanan seharga 2.000 menggunakan kartu kredit juga ya? Hmm ….

Menggunakan kartu kredit memang memudahkan, sangat memudahkan malah. Tapi dibalik kemudahan tersebut tersimpan rencana jahat hihihi.

Dengan mudahnya menggunakan kartu kredit, kita jadi gampang banget membeli sesuatu. Ingin itu beli, ingin ini beli, ingin sana beli, padahal belum tentu kita butuh akan barang itu. Tapi cuman keinginan saja yang dituruti.

Kalau keinginan yang dituruti, alamat tidak akan baik hidup ini. Keinginan itu akan terus ada, tidak pernah padam. Selama nyawa masih ada, keinginan akan tetap ada.

2. Cuman Menggunakan 1 Rekening Tabungan

Dulu juga saya kira hanya menggunakan 1 rekening tabungan tidak apa-apa. Ternyata setelah menjalani beberapa tahun, memberikan efek yang tidak baik. Tidak signifikan sih, tapi ya … namanya uang, kurang dikit ya masalah juga.

Jadi gini nih ceritanya, di rekening tabungan saya sudah terkumpul sekitar 50 juta. Nah, kebetulan saya ada butuh barang, harganya sekitar 5 jutaan. Saya beli. Berarti sisa 45 juta. Akhirnya, tercetusnya sebuah pikiran dalam otak saya.

“45 juta, masih banyak lagi. Beli apa lagi ya?”

Itu dia pikirannya, sehingga saya membeli barang yang diinginkan. Sedikit barang dengan harga murah sih nggak masalah. Ini akhirnya, keinginan membeli barang lebih mewah deh jadinya. Barang yang dibutuhkan 5 juta, yang dibeli tapi nggak butuh 10 juta. Habis 15 juta deh 🙁

Coba kalau saya menggunakan 2 rekening tabungan. 50 juta dibagi 2 menjadi masing-masing 25 juta. Jadi, ketika saya sudah beli barang dibutuhkan 5 juta, sisa 20 juta lagi. Yang dilihat uang di rekening yang digunakan. Pada saat itu, lupa kalau punya satu rekening lagi.

Gitu deh kira-kira gunanya kalau punya lebih dari 1 tabungan rekening 😀

Idealnya sih 3 tabungan rekening tuh. Untuk tabungan yang akan digunakan nantinya, untuk biaya darurat, dan untuk investasi.

3. Menabung Saja Tanpa Rencana

Bagus sih menabung tapi jangan lupakan rencana keuangan. Akan dikemanakan uang tersebut nantinya. Ini jugalah yang menjadi kelemahan kalau menggunakan 1 rekening tabungan. Rencana keuangan menjadi tidak jelas.

Jangan asal ditabung saja, dibiarkan uang tersebut menumpuk. Sebaiknya rencanakan bagaimana uang yang dikumpul nantinya berputar. Bisa tuh beli property, emas, atau investasi lain.

Atau digunakan untuk hal-hal yang tidak terduga. Seperti yang kita ketahui dan rasakan bersama. Terkadang ada saja peristiwa aneh yang tidak direncanakan. Dan ini memberikan dampak yang sangat besar bagi keuangan kita.

Jadi, jangan sampai melakukan menabung yang salah. Ini sih tidak baik. Sebaiknya menabunglah dengan cara yang benar 😀

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here