Dengan Ilmu Pengetahuan Manusia Mampu Bertahan

Coba Anda pikirkan terlebih dahulu, sebenarnya alam begitu buas. Seandainya nih Anda ditempatkan di hutan rimba selama bepuluh-puluh tahun, apakah Anda bisa selamat? Apakah Anda bisa bertahan hidup di hutan rimba yang keras? Menjauhi marabahaya di siang hari dan berjuang hidup untuk memenuhi nutrisi tubuh.

Mungkin Anda akan mengatakan tidak akan sanggup namun saya meragukan hal tersebut. Baiklah pada waktu tiga bulan, mungkin Anda akan kesulitan. Namun setelah beberapa bulan berikutnya, Anda akan terbiasa hidup di tempat yang baru.

Memang sih, hal tersebut berlaku bagi mereka yang menggunakan akalnya. Bertahan hidup dengan mengandalkan sepenuhnya ilmu pengetahuan yang mereka miliki dan insting bertahan hidup. Belajar dari teori dan juga dari pengalaman.

Mungkin bagi orang yang tidak memiliki usaha, merasa putus asa tidak akan bertahan. Membiarkan dirinya ditelan oleh buasnya hutan rimba. Namun bagi mereka yang ingin tetap hidup tidak akan demikian.

Mungkin Anda akan kesulitan di bulan-bulan pertama. Anda mungkin akan mencari pepohonan yang tinggi untuk menghindari binatang di siang hari atau mencari gua. Lalu mencari api yang mampu membuat binatang lain menjauh dan menghangatkan diri Anda di siang hari.

Keesokan harinya Anda mulai berpikir untuk mencari makanan dan minuman. Tentu saja insting Anda berkata kalau harus mencari makanan yang memiliki nutrisi yang cukup. Sehingga Anda menemukan sebuah tempat. Di beberapa bulan pertama mungkin Anda masih mengambil apa yang disediakan oleh alam. Namun beberapa bulan berikutnya hingga terasa terbiasa di hutan, tidak lagi mencari segalanya di alam, namun mencoba untuk memproduksi makanan dengan bercocok tanam atau beternak.

Hingga tanpa sadar Anda sudah terbiasa hidup di alam.

Kenapa bisa demikian? Jawabannya karena ilmu pengetahuan.

Sejak dahulu kala, sebelum teknologi maju, manusia berusaha untuk mempertahankan dirinya. Manusia itu sebenarnya makhluk yang lemah. Manusia tidak memiliki kuku yang tajam, gigi yang tajam, otot baja, ataupun racun untuk mempertahankan diri. Bahkan tidak memiliki bulu yang mampu menetralisir suhu alam. Yang dimiliki manusia adalah akal pikiran.

Dengan akal manusia belajar hal baru. Menggunakan ilmu pengetahuan baru untuk bertahan hidup. Mungkin pertama ditemukanlah baju untuk melindungi tubuh dari perubahan suhu apalagi suhu dingin di malam hari. Tinggal di dalam gua untuk menghindari hujan.

Lalu menemukan api, binatang takut akan api. Dengan api manusia merasa sedikit aman dari bahaya. Berabad-abad kemudian manusia menemukan cara membuat rumah yang kokoh, sehingga tidak bergantung lagi dengan goa. Dengan rumah yang kokoh, manusia mampu menghalau binatang yang akan menyerang mereka dan melindungi dari suhu yang kejam.

Lalu manusia menemukan besi. Dengan demikian ditemukanlah cara bercocok tanam dan bertani. Manusia semakin kuat. Dengan besi, manusia mampu membuat senjata yang bisa melindungi dirinya dari binatang lain. Sayangnya juga dengan besi manusia mampu membunuh sesamanya dengan mudah. Peperangan pun tidak terelakkan.

Lambat laun namun pasti, manusia menemukan teknologi yang mampu membuat mereka menjadi makhluk terkuat. Senjata pun ditemukan, bahkan senjata yang mampu menghancurkan sebuah kota. Dan pada akhirnya, manusia berada di puncak rantai makanan. Bumi tergantung dengan bagaimana cara manusia mengolahnya.

Jika diperhatikan dari sejarah, bagaimana manusia bertahan dari kejamnya alam? Cara yang paling masuk akal adalah dengan ilmu pengetahuan. Dengan ilmu pengetahuan, kita mampu melakukan apa saja. Kalau tidak memiliki ilmu pengetahuan, rasanya kita bukan siapa-siapa.

Dengan memiliki ilmu pengetahuan, manusia akan ditinggikan derajatnya dan itu memang benar. Coba perhatikan, bagaimana Anda menyikapi seseorang jika bertemu profesor dan dengan senior sedang kuliah. Pasti beda banget dan itu terjadi secara alami pada tubuh Anda.

Jika Anda pun memiliki ilmu pengetahuan yang banyak, orang-orang mulai segan kepada Anda, bahkan menghormati Anda. Hal itu terjadi secara otomatis tanpa paksaan.

Dengan ilmu pengetahuan juga Anda mampu menentukan kehidupan Anda. Jika ilmu pengetahuan yang dimiliki sangat banyak ditambah dengan skill yang mumpuni, maka kehidupan Anda akan cerah. Jika tidak memiliki ilmu pengetahuan atau ilmu pengetahuannya pas-pasan, hidupnya juga pas-pasan.

Ada sih orang yang memiliki ilmu pengetahuan tinggi namun kehidupan dia tidak baik. Namun hal tersebut jarang. Biasanya orang yang memiliki ilmu pengetahuan tinggi akan memiliki kehidupan yang baik. Jangan mengambil kesimpulan dari data minoritas, namun ambil kesimpulan dari data mayoritas.

Kenapa ada orang yang berilmu tinggi namun kehidupannya tidak baik. Biasanya orang yang berilmu tinggi namun kehidupannya tidak baik, hal itu terjadi karena tingkah laku mereka. sebaiknya kita hidup seperti padi, semakin berisi semakin menunduk. Bukan semakin berisi semakin sombong. Sehingga dunia memberi hukuman kepada orang yang sombong dan akhirnya menyesal, namun penyesalan itu tidak ada gunanya.

Apakah ada orang yang berilmu kurang tinggi namun kehidupannya baik? Ada, ada banget malah. Namun biasanya orang yang demikian tidak bertahan lama. Kemungkinan mereka memiliki kehidupan baik karena lagi “beruntung” saja. Setelah beberapa lama waktu berlalu, kehidupan mereka akan jatuh secara perlahan-lahan atau cepat. Maka dari itu, jika kita diberi kehidupan yang layak, jangan berhenti untuk belajar dan berusaha, menggali lagi ilmu pengetahuan yang baru. Dan juga, jangan menjadi orang sombong dan kikir.

Dahulu ilmu pengetahuan menentukan kelangsungan hidup manusia. Jika dia tidak memiliki ilmu pengetahuan yang cukup, maka hidupnya akan terus berada dalam bahaya. Zaman sekarang ini tidak begitu berbeda sih. Ilmu pengetahuan bisa dikatakan kesejahteraan hidup. Jika ilmu pengetahuan yang dimiliki berlimpah, kemungkinan besar kesejahteraan hidupnya berlimpah juga. Kesejahteraan ini tidak hanya ditinjau dari harta doang loh.

Ilmu seperti apa yang mampu menyelamatkan manusia dan meningkatkan kesejahteraan? Ilmu apa saja dan ilmu tersebut sangat Anda kuasai. Dengan menjadi ahli di satu ilmu pengetahuan, maka kesejahteraan ada di depan mata Anda. Tidak usah menjadi ahli seluruh ilmu pengetahuan, satu saja dan itu sudah lebih dari cukup.

Jadi, jangan malas mencari ilmu pengetahuan. Istilahnya jangan malas belajar. Belajar memang melelahkan, siapa bilang belajar tidak melelahkan? Kerja dengan otak itu dua kali lebih lelah daripada kerja menggunakan otot. Mungkin Anda sanggup melakukan kerja otot sepanjang satu harian penuh dengan istirahat ringan saja. Namun saya ragu apakah Anda mampu bertahan jika satu harian bekerja menggunakan otak.

Contoh nyata saja, kita mampu melakukan olahraga berjam-jam namun sangat sulit untuk terus belajar selama satu jam penuh.

Tidak harus belajar sepanjang satu harian penuh, tidak usah, Anda tidak akan sanggup. Belajarlah hanya beberapa jam saja namun dilakukan secara sungguh-sungguh dan berkelanjutan.

Belajar setengah jam saja tapi sungguh-sungguh dan berkelanjutan tanpa henti akan memberikan dampak yang luar biasa pada diri Anda.

Sejak zaman dulu ilmu pengetahuan terbukti mampu menyelamatkan manusia. Jika ingin selamat dari kejamnya dunia, maka perdalam ilmu pengetahuan. Caranya? Belajar!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here