Cara Saya Menghadapi Orang Yang Moody (BC68)

Fashion Style Amrudly

Hmm … tantangan Bloggers Challenges’ kali (yang ke-68) mengenai cara menghadapi orang yang moody. Saya sih awalnya tidak begitu mengerti dengan orang moody. Ternyata, setelah membaca mengenai topik orang moody, adalah bagi mereka yang mengikuti moodnya. Terkadang, di saat senang, tiba-tiba menjadi murung sendiri. Atau tiba-tiba menjadi marah-marah. Atau tiba-tiba kesal sendiri tanpa sebab. Artinya, mereka adalah orang yang tidak dapat ditebak, bagi saya.

Dan … setelah saya pikir-pikir, banyak juga teman saya demikian. Namun, kenapa saya tidak menyadari hal tersebut? Apakah ini membuktikan kalau saya sudah masuk kurang peka yang parah banget? Entahlah.

Nah, berhubung saya orangnya kurang peka, maka ketika menemui orang yang moody, saya tidak memikirkan hal tersebut. Toh, saya tidak begitu mengerti kenapa mereka demikian. Saya tetap seperti biasa, seperti tidak terjadi apa-apa. Kalau tiba-tiba saya dimarah-marahi tanpa sebab, palingan kemarahan dia itu masuk telinga kiri dan keluar telinga kiri. Saya anggap hanya angin lalu.

Nah, itulah yang biasa saya lakukan. Saya tidak mengerti tentang masalah perasaan, jadi saya melakukan hal-hal yang biasa saja. Kalau tiba-tiba dia murung, jujur saya tidak bisa membedakan orang yang murung dengan orang yang senang. Keduanya bagi saya sama saja, hehe.

Dan ketika saya melakukan browsing, ternyata banyak banget penanganan mengenai orang yang moody-an. Dan sayangnya saya tidak melakukan itu semua. Ternyata saya teman yang buruk.

1. Peka terhadap kondisi dia

Orang moody-an adalah orang yang mengikuti moodnya, yang terkadang moodnya bisa berubah secara tiba-tiba. Dan cara untuk menghadapinya adalah peka dengan kondisi dia. Jika dia sedang tidak ingin diganggu, alias lagi kesal banget tanpa sebab, sebaiknya jangan ganggu. Dan ketika dia sedang senang banget, maka dekati dia. Jadi, tahu sendiri cara melihat mood dia.

2. Mendengarkan keluh kesahnya

Dan ini baru saya ketahui. Ternyata orang yang moody-an itu sering banget membicarakan keluh kesahnya. Pantas saja ada salah satu teman saya yang sering banget membicarakan keluh kesahnya.

3. Beri waktu untuk berpikir

Nah, orang yang moody-an tuh berubah-ubah setiap waktu tanpa ditebak. Jadi, kalau sedang kesal sebaiknya beri waktu agar membaik. Kalau sudah membaik, baru dekati lagi. Nggak susah kok, cukup peka saja terhadap si dia.

Yang artinya, menghadapi orang moody ini adalah menjadi orang yang mengerti dia, tahu kapan waktu yang tepat, dan menjadi teman sejati untuknya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here