7 Cara Menulis Esai Akademik dengan Mudah

Kelebihan dan Kekurangan Menulis Buku Ilmiah

Bagi para akademisi, mahasiswa, pencari beasiswa, dll pasti sudah familiar yang namanya esai. Apa itu esai? Singkatnya esai adalah tulisan ilmiah dengan memberikan sedikit pendapat pribadi di dalamnya. Namun sayangnya, masih banyak dari kita yang tidak mengerti menulis esai. Bahkan ada yang berpikir, menulis esai sama dengan menulis makalah, aduh. Maka dari itu, perlu diketahui cara menulis esai akademik dengan mudah.

Dengan mengetahui cara menulis esai akademik, tentu saja memudahkan Anda untuk menulis esai. Tidak perlu lagi pusing tujuh keliling memikirkan esai tersebut, hihihi.

Ok, tanpa mempersingkat kata, berikut cara menulis esai akademik dengan mudah.

1. Harus Tahu Dulu Tujuan Penulisan Esai

Nah, ini nih harus tahu dulu tujuan. Jangan asal menulis aja tanpa mengetahui tujuan, nanti tulisannya mengambang entah kemana-mana. Harus tahu tujuan dulu dong.

Pertama harus tahu tujuan. Kemudian dari tujuan tersebut akan mengetahui tema yang akan ditulis. Setelah itu apa? Ya … mulailah memikirkan outline. Karena outline itu sangat perlu. Dengan outline, membuat tulisan semakin terarah.

2. Buatlah Outline

Membuat outline itu sangat perlu. Dengan outline membuat tulisan semakin terarah, dan tentu saja, Anda tidak perlu banyak berpikir jadinya. Menulis esai jadi menyenangkan.

“Bagaimana cara membuat outline untuk esai akademik?”

Sama sih dengan membuat outline dengan tulisan lainnya (cerpen, novel, makalah, dll). Tidak ada bedanya.

Pertama pikirkan dulu tema tulisan tersebut. Setelah mengetahui tema tulisan tersebut, baru pisah-pisahkan tema tersebut menjadi kategori. Bisa dua atau tiga jumlah dari kategori tersebut. Jika perlu, kembangkan lagi kategori tersebut menjadi sub kategori.

Kategori A
Kategori B
– Sub kategori B.1
– Sub kategori B.2
Kategori C
– Sub kategori C.1

Kira-kira seperti itulah membuat outline supaya tulisan lebih terarah (writingcenter.fas.harvard.edu).

3. Mulailah Mengembangkan Esai Sesuai Struktur

Sejatinya, struktur esai dalam satu kategori terdapat dua struktur, yaitu tesis dan argumentasi. Tesis adalah paragraf yang berisi gagasan utama sedangkan argumentasi adalah alasan dan bukti-bukti yang mendukung gagasan utama. Jika perlu, setelah argumentasi boleh dibuat kesimpulan, tidak usah dibuat juga tidak masalah.

4. Selalu Pastikan Untuk Setiap Paragraf Memiliki Gagasan Utama

Sebenarnya sih ini pelajaran Bahasa Indonesia zaman SD dulu. Anak SD juga sudah tahu kalau setiap paragraf itu memiliki gagasan utama. Maka dari itu, untuk setiap paragraf pastikan memiliki gagasan utama. Dan pastikan, setiap gagasan utama antar paragraf memiliki hubungan satu sama lain. Hal tersebut memudahkan para pembaca untuk mengerti tulisan esai Anda.

5. Pilihlah Kosakata yang Formal dan Objektif

Cara menulis esai dengan memiliki kosakata yang formal dan objektif kadang dilupakan penulis. Memang sih, memilih kosakata formal dan objektif itu susah banget. Harus mengetahui kata yang tepat.

Misalnya, untuk kata “sangat buruk” bisa diganti dengan kata “bermasalah” atau “berkualitas rendah”.

6. Sebisa Mungkin Berikan Bukti atau Contoh Mendukung Gagasan Utama

Siapakah Yang Menginspirasi Saya Menulis

Nah, untuk mendukung gagasan utama, sebaiknya berikan bukti atau contoh. Bukti atau contoh bisa diambil dari pendapat para pakar dari buku atau jurnal ilmiah, ataupun data dari sumber yang terpercaya. Nah … di sini mengambil peran menggunakan kalimat kutipan. Bisa menggunakan kutipan langsung atau tidak langsung. Oh ya, pastikan penulisan kutipan benar ya! Jangan sampai salah.

7. Gunakanlah Kata Transisi

Kata transisi ini sangat efektif loh untuk menghubungkan antar gagasan satu dengan gagasan lain. Antara gagasan satu dengan gagasan lainnya harusnya memiliki hubungan. Dan kata transisi cukup efektif untuk menghubungkan antar gagasan tersebut.

Seperti:

  • Oleh sebab itu (digunakan untuk sebab-akibat)
  • Akan tetapi atau di sisi lain (digunakan untuk peralihan pernyataan yang bertentangan)

Baca juga: cara menulis abstrak untuk skripsi dan karya ilmiah

Cara membuat esai akademik memang tidak mudah. Tapi, jika dikerjakan dengan sungguh-sungguh pasti terasa menyenangkan. Oh ya, sebaiknya jangan lupa menulis outline terlebih dahulu, biar makin mudah dan makin terarah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here