Cara Menulis Abstrak Untuk Skripsi dan Karya Ilmiah

11 Tips & Panduan Menulis Skripsi Yang Baik dan Benar

Dalam penulisan skripsi atau karya ilmiah, pasti sudah tidak asing dengan namanya abstrak. Gimana sih menulis abstrak? Kayaknya abstrak itu ringkas banget deh, tapi kok ribet gitu nulisnya? Haha ada loh cara-cara menulis abstrak untuk skripsi dan karya ilmiah.

Oh ya, untuk skripsi, beberapa cara yang saya sajikan tidak begitu benar. Karena skripsi semuanya bergantung pada dosen pembimbing 😀 tapi untuk karya ilmiah sih….

Tanpa mempersingkat kata, berikut cara menulis abstrak untuk skripsi dan makalah.

1. Maksimal 150 Kata

Nah … ini dia peraturan pertama. Maksimal harus 150 kata, sedikit banget bukan? Nulis lima belas menit sudah siap menulis abstrak. Tapi tunggu dulu, jangan asal 150 kata saja. Ada beberapa aturan yang harus ditaati.

cara menulis abstrak

Oh ya, terkadang ada kok pada skripsi yang melebih 150 kata pada abstraknya. Biasanya pada abstrak skripsi maksimal 300 kata, tapi ada beberapa skripsi lebih dari 300 kata. Ya … itu tergantung dosen pembimbing 😛 Tapi pada karya ilmiah, harus 150 kata. Kalau Anda mengikuti perlombaan karya ilmiah, pasti sering dicantumin abstrak maksimal 150 kata.

2. Pahami Bagian-Bagian Abstrak

Meskipun abstrak maksimal 150 kata, ada bagian-bagian pada penulisan abstrak. Bagian-bagian tersebut meliputi:

Judul Penelitian
Nah … jangan lupa cantumin judul penelitian ya 🙂

Latar Belakang
Anda harus menjelaskan latar belakang penelitian Anda. Apa itu latar belakang? Yaitu alasan Anda melakukan penelitian tersebut. Cara termudah menulis latar belakang dari abstrak, mulailah dari masalah.

Tujuan (Opsional)
Terkadang, pada bagian skripsi dan karya ilmiah, dicantumkan tujuan penelitian.

Metedologi Penelitian
Jelaskan secara ringkas metodologi penelitian yang Anda gunakan. Meskipun metodologi sangat banyak, tapi usahakan ringkas. Biasanya, masukkan bagian cara Anda melakukan penelitian dan waktu dan tempatnya.

Hasil
Nah … yang terakhir itu, tuliskan hasil yang Anda peroleh. Berikan saja data statistika dan kesimpulan yang Anda dapatkan.

3. Singkat, Jelas, dan Padat

Nah … dalam menulis skripsi harusnya singkat, jelas, dan padat. Karena pertama kali para penilai (dosen penguji, juri dalam lomba karya ilmiah) yang mereka baca adalah abstrak. Abstrak seolah-olah memberikan gambaran besar tentang penelitian Anda.

Oh ya, perlu ditekankan, dalam penulisan abstrak tidak perlu memberikan kalimat yang bertele-tele. Ya … terkadang kita asyik menulis eh … bertele-tele ternyata.

4. Abstrak Hanya 1 Paragraf

Nah … karena abstrak hanya 150 kata, maka abstrak hanya 1 paragraf. Oh ya, ini hanya berlaku pada karya ilmiah. Bagaimana dengan skripsi? Tidak ada aturan mau berapa paragraf. Semua itu terserah dosen pembimbing. Terkadang ada beberapa skripsi yang saya temukan, penulisan abstraknya mencapai 3 paragraf.

Cara Menulis Abstrak Untuk Skripsi dan Karya Ilmiah

Demikianlah Cara Menulis Abstrak Untuk Skripsi dan Karya Ilmiah. Kesimpulannya, untuk skripsi, penulisan abstrak tergantung pada dosen pembimbing. Turutilah apa yang dikatakan dosen pembimbing. Tapi jika untuk karya ilmiah, maka dalam penulisan abstrak harus betul-betul dipahami dan dikerjakan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here