4 Tips Sederhana Cara Mengatasi Malas menulis

malas menulis

Tiba-tiba ada keinginan untuk menulis, entah itu menulis cerpen, novel, atau hanya artikel sederhana saja. Ok, komputer untuk menulis telah disiapkan. Beberapa kata telah selesai. Namun masalahnya, ketika istirahat sejenak untuk menyegarkan pikiran, tiba-tiba menyerang rasa malas menulis. Waduh … bahaya juga nih. Kalau rasa malas ini dituruti, lama-kelamaan bakal tidak kelar-kelar tuh tulisan. Maka dari itu, siasati dengan tips sederhana cara mengatasi malas menulis.

Katanya menulis itu adalah pekerjaan gampang. Tidak memerlukan tenaga yang banyak untuk menulis. Hmm kayaknya pendapat ini perlu diperbaiki lagi deh. Soalnya menulis itu nggak gampang. Butuh yang namanya imajinasi tingkat tinggi untuk menyelesaikan tulisan. Ini berlaku untuk tulisan fiksi maupun nonfiksi. Dan lagi, rasa malas menulis itu sangat besar.

Virus malas menulis memang menjadi momok sebagian besar bagi penulis. Bagi yang terjangkit virus ini, akan terlihat lemas, lunglai, tidak bergairah. Ada keinginan kuat untuk menulis, tapi entah kenapa malas sekali untuk memulainya.

Cara Mengatasi Malas Menulis

Ehm … dengan demikian, berikut 4 tips sederhana cara mengatas malas menulis.

1. Mulai menulis

Hmm … gambarannya begini. Cobaan apa yang paling besar ketika menulis? Jawabannya memulai menulis. Cobaan apa yang paling besar ketika jatuh cinta? Yaitu setia. Hey-hey kembali ke topik semula. Cobaan terbesar untuk menulis adalah memulai sebuah tulisan. Ketika ingin menulis, rasanya malas sekali untuk menulis. Tapi, ketika sudah menulis, rasanya malas sekali untuk berhenti menulis.

Maka, cara mengatasi malas menulis yang pertama adalah dengan memulai menulis. Perasaan malas itu sangat besar. Seolah-olah mengikat diri ini untuk tidak menulis. Keinginan yang lain lebih mengasyikkan daripada menulis, misal chattingan sama mantan mungkin. Tapi, kalau tidak dilawan, kapan selesainya tulisan?

Tapi … ketika telah menulis, rasanya malas sekali untuk berhenti menulis. Rasanya ada saja yang ingin ditulis. Sampai imajinasi mentok nggak bisa dikembangkan lagi, baru berhenti menulis. Maka mulailah pepatah yang mengatakan, “Mulai menulis itu susah sekali, ketika sedang asyik menulis susah sekali berhenti,” itu pepatah kecil-kecilan ala saya, masih pemula, hehe.

2. Mulai rutin menulis

Setelah selesai mengatasi malas menulis yang pertama dengan memulai menulis, maka mulailah rutin menulis. Hari ini sudah selesai menulis, seterusnya jangan lagi tidak menulis, mulai deh menulis lagi. Kalau bisa rutin, kalau bisa tiga kali sehari, emang obat.

Katanya, penulis itu butuh istirahat juga, penulis itu bukan robot. Iya kali bukan robot, mana ada penulis robot. Tapi, jangan terlalu dianggap anggapan itu sepenuhnya benar. Penulis memang butuh istirahat, maka dari itu, jangan terlalu diporsir seharian penuh menulis juga kali, ada waktunya juga istirahat. Belajar saja ada waktu istirahatnya.

Itu maksudnya penulis butuh istirahat. Namun, menulis itu seharusnya rutin. Misal, menulis setiap hari. Mulai deh luangkan waktu setengah jam atau satu jam untuk menulis. Sisanya memikirkan gebetan. Membiasakan menulis secara rutin setengah jam sampai satu jam itu sulit sekali loh. Butuh yang namanya kemauan keras dan disiplin yang tinggi. Apalagi bagi Anda yang sedang menulis buku atau novel.

“Hanya dengan menulis setiap hari, seseorang dapat menjadi penulis. Jika tidak, dia akan tetap akan menjadi seorang amatir.” (Gerald Brenan)

3. Berkumpul dengan sesama penulis

Jika dirasa cobaan yang Anda alami ketika menulis itu berat sekali, coba deh sekali-kali keluar untuk berkumpul dengan sesama penulis. Biar berbagi perasaan gitu loh, hihihi. Siapa tahu di situ ada jodoh.

Dengan berkumpul sesama penulis, maka Anda akan berbagi cerita mengenai menulis dan rasa malas menulis. Dengan demikian, akan banyak Anda dengar keluhan mengenai hal tersebut. Selain itu, bakal banyak sekali Anda dengar nasihat cara mengatasi malas menulis.

Dengan berkumpul sesama penulis juga meningkatkan kepekaan dalam menulis. Pastinya akan ada ilmu baru yang diserap. Hal tersebut sangat berguna untuk meningkatkan kualitas tulisan. Oh ya, dengan berkumpul juga meningkatkan hubungan relasi. Hehe, zaman now ini membutuhkan relasi juga loh.

Penulis itu bukanlah orang yang tertutup di dalam kamar, selalu menatap komputer, dan tidak pernah keluar dari kamar, ini namanya hikikomori. Penulis itu tetap aktif keluar, berusaha mencari inspirasi baru dan bertemu dengan orang baru.

4. Berikan waktu deadline

Terkadang, seseorang itu tidak bisa berusaha kalau tidak ada hukumannya. Seperti saat belajar, kalau si guru nggak killer, bakal malas-malasan atau setengah hati belajar. Tapi, ketika guru itu killer setengah ampun, baru deh bakal rajin belajar. Istilahnya, perlu ada sesuatu untuk mendorong seseorang untuk berbuat.

Maka dari itu, cara mengatasi malas menulis cobalah memberikan waktu deadline. Hehe, kadang tidak usah diberikan waktu deadline, sudah ada waktunya kok. Kalau Anda sedang mengikuti perlombaan, bakal ketemu yang namanya deadline. Tapi, kalau Anda menulis membutuhkan waktu lama dan tidak terikat yang namanya deadline dari luar, buatlah deadline bagi diri sendiri.

Dengan demikian, bakal ada sedikit motivasi untuk menulis. Anda secara tidak sadar akan memacu tubuh untuk menyelesaikan tulisan. Tapi jangan lupa, setelah selesai menulis, nantinya disunting lagi ya. Nggak baik kalau sudah menulis nggak disunting. Biar ketemu gitu kesalahan diri sendiri, biar jadi pembelajaran untuk tulisan selanjutnya, asyik.

Penutup

Menulis memang membutuhkan imajinasi tingkat tinggi dan melawan malas menulis. Maka dari itu, sedini mungkin, mulailah cambuk diri sendiri untuk menulis. Nggak harus benaran dicambuk loh ya. Maksudnya, berikan motivasi dalam diri untuk menulis dengan sungguh-sungguh. Dengan demikian, Anda akan menikmati yang namanya menulis. Sehingga, tidak ada beban dalam melakukan kegiatan tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here