10 Cara Belajar Menghadapi Ujian Secara Maksimal

Ketika ujian tiba, apa yang ada di benak Anda? Merasa terancam, santai saja, ingin belajar sungguh-sungguh, memikirkan strategi, cari tempat strategis? Pastinya banyak yang dipertimbangkan. Namun yang pasti, ketika mendengar ujian, rata-rata siswa merasa syok, seakan besok hari kiamat. Maka dari itu, perlu yang namanya belajar. Ujian tanpa belajar memang hambar. Maka dari itu, perlu dicari tahu mengenai cara belajar menghadapi ujian secara maksimal.

Oh iya, emang ada ya siswa yang santai saja ketika ujian, nggak pernah belajar, ternyata, nilai yang dia dapat sangat tinggi. Ada sih siswa macam itu, masalahnya itu sedikit bahkan bisa dibilang limited edition. Rata-rata siswa harus belajar keras terlebih dahulu baru bisa mendapatkan nilai baik. Kecuali, siswa mendapatkan keberuntungan atau menggunakan cara curang.

Untuk mendapatkan sesuatu yang besar, dibutuhkan perjuangan yang besar pula. Untuk mendapatkan nilai yang baik, tentu harus belajar keras. Dengan belajar, tentu pada saat ujian menjadi ringan. Seperti seorang prajurit sebelum bertempur, sang prajurit pasti berlatih terlebih dahulu. Maka anggap, ujian itu adalah perang dan belajar adalah berlatih.

Cara Belajar Menghadapi Ujian

Ada beberapa cara belajar menghadapi ujian. Namun yang perlu ditekankan adalah “niat bersungguh-sungguh belajar”. Karena tanpa niat bersungguh-sungguh, segala upaya akan terasa percuma.

1. Ciptakan suasana belajar yang nyaman

Ini penting banget, bayangkan saja, Anda tidak nyaman belajar dalam keadaan ribut, tiba-tiba sekeliling Anda ribut semua, misal si adik menangis keras, mana bisa belajar kalau keadaan demikian. Atau Anda harus belajar dalam keadaan tenang ditemani cemilan dan segelas teh hangat, tiba-tiba teh hangat tidak ada. Wah … nggak bakal bisa nyaman deh. Jangankan memahami pelajaran, membaca satu baris kalimat saja nggak bakal bisa.

Maka dari itu, menciptakan suasana belajar yang nyaman sangat diperlukan. Sebelum belajar, mulai deh memikirkan, nyamannya Anda saat belajar bagaimana? Tiap orang berbeda-beda kriteria nyaman. Ada yang harus tenang tanpa ada gangguan dan tanpa ada cemilan, ada yang harus tenang disertai cemilan, ada yang harus tenang ditemani kopi, ada yang harus ribut, ada yang harus mendengarkan musik, dll.

Suasana belajar, menentukan daya konsentrasi Anda. Semakin tinggi konsentrasi Anda, maka semakin baik pula hasilnya.

2. Tentukan waktu yang tepat

Menentukan waktu yang tepat sangat diperlukan untuk belajar menghadapi ujian. Coba dulu berpikir tentang Anda, Anda nyamannya belajar menghadapi ujian waktu pagi, siang, atau malam? Tentu saja harus melihat situasi dan kondisi yang nyaman untuk Anda.

Kata orang, belajar itu sebaiknya siang, kalau tidak pagi saat shubuh. Hmm … mungkin mereka memang bagusnya demikian, tentu berbeda dengan Anda. Maka dari itu, tentukan kapan waktu yang tepat agar daya konsentrasi dan hasil yang didapat maksimal.

Pernah gitu ada orang yang belajar saat pagi hari. Iya, belajar pagi hari, tapi keadaan dia saat pagi harinya ngantuk berat. Alhasil, dia hanya belajar tiga menit doang, selebihnya tidur. Berarti dia tidak bagus belajar di pagi hari. Bagaimana dengan Anda?

3. Lebih kuasai materi yang telah dikuasai

Misal, Anda telah menguasai aljabar. Ya … lebih kuasai lagi tentang aljabar. Bagaimana caranya? Baca ulang dan kerjakan soal latihan. Jangan malas mengerjakan soal latihan, terutama bagi pelajaran IPA, karena itu sangat diperlukan, supaya Anda makin menguasai materi.

Dengan lebih menguasai materi, tentu saja ujian semakin gampang. Dan juga, dengan lebih menguasai materi, maka tidak akan mudah terkecoh oleh soal. Sudah bukan rahasia lagi, soal ujian, apalagi soal ujian UN dan SBMPTN, banyak sekali soal pengecoh. Hal tersebut untuk melihat seberapa kuat materi yang dikuasai siswa.

Belajar menghadapi ujian dengan lebih menguasai materi yang sudah ada memang efektif. Banyak cara yang dilakukan, hal yang paling umum adalah mengikuti bimbingan belajar. Bimbingan belajar bukan bertujuan untuk mendapatkan materi baru, tapi lebih menguasai materi yang telah dikuasai. Dengan demikian, ujian makin gampang.

4. Catat pokok pelajaran

Belajar menghadapi ujian dengan mencatat pokok pelajaran itu penting banget. Tidak mungkin semua dipelajari, pasti ada pokok pelajaran yang merupakan inti dari pelajaran tersebut. Dengan menguasai pokok pelajaran, tentu waktu yang dibutuhkan untuk belajar lebih singkat dan efisien. Efisiensi belajar juga dibutuhkan loh, karena tentunya hidup kita bukan hanya belajar doang, masih banyak lagi segudang aktivitas lainnya. Maka, perlu yang namanya efektif dan efisien.

Dengan mencatat pokok pelajaran, juga Anda semakin menguasai materi yang ada. Dengan demikian, Anda semakin mudah menghadapi ujian.

5. Jangan malas baca

Menghadapi ujian

Nah … ini nih yang nggak boleh dilewatkan. Kalau belajar itu ya harus baca. Kalau belajar tanpa baca, itu bukan belajar namanya. Bahkan, belajar matematika atau fisika yang membutuhkan hitungan rumit, harus baca dulu soal dan rumus baru bisa dimengerti. Membaca itu gudang dari semua ilmu, tanpa membaca, tentu akan sia-sia.

Oh iya, memangnya ada ya belajar tanpa membaca? Apalagi belajar menghadapi ujian? Dijamin tidak ada. Yang namanya belajar ya … harus baca.

Memang sih, membaca buku pelajaran itu membosankan. Kalau membaca komik, majalah, novel, Ok mata melek terus. Mau berapa jam membaca, mata tidak akan ngantuk. Kalau pelajaran lain hal. Belum lagi lima menit, kepala sudah ngangguk-ngangguk sambil mata terpejam. Kenapa? Karena komik, majalah, novel ada unsur hiburan. Kalau pelajaran? Nggak ada unsur hiburan, makanya otak bekerja keras mencerna pelajaran. Akibatnya, otak membutuhkan banyak energi yang berakibat tubuh mudah lelah. Seperti, kalau membaca komik, majalah, novel itu membutuhkan 10 kalori, tapi kalau belajar membutuhkan 1 ton kalori, wahahahaaha.

6. Pahami bukan hafal

Ini perlu banget diingat. Dalam belajar menghadapi ujian, kebanyakan dari kita menghafal. Padahal itu … kalau dibilang salah sih enggak, jadi setengah salah deh. Karena dengan menghafal, tentu akan mudah menghadapi ujian jika … soal yang keluar sesuai dengan apa yang dihafal. Kelemahan kalau menghafal, bayangkan jika soal yang keluar kebetulan tidak dihafal, wah … bakal cenat-cenut tuh kepala. Dan … pastinya setelah ujian, lupa deh apa yang dipelajari.

Kalau dipahami, hampir mirip dengan menghafal tapi bisa jadi lebih mudah dari menghafal bisa lebih sulit. Maksudnya, di pelajaran tertentu, dihafal dulu baru bisa dipahami, namun dipelajarinya tertentu pula, dipahami saja sudah bisa, tidak lagi mesti dihafal.

Dengan dipahami, tentu saja kita dengan mudah menghadapi soal ujian yang tidak kita hafal, karena sudah dipahami yang nantinya dapat disiasati. 90% betul tuh jawabannya, karena intinya dari soal sudah tahu, karena plekaran itu dipahami. 10% sih bisa jadi salah.

Dan kelebihan lainnya kalau pelajaran itu dipahami, setelah tidak lagi ujian, tentu saja pelajaran yang dipelajari tidak mudah lupa. Masih ada pertinggalnya apa yang dipelajari saat belajar menghadapi ujian.

7. Ingat kata kunci

Dalam belajar menghadapi ujian perlu banget untuk mengingat kata kunci. Kenapa? Karena ini perlu banget dalam memahami pelajaran. Dalam memahami pelajaran, perlu banget tahu kata kunci supaya mudah dipahami. Misal, untuk pengertian biologi, biologi berasal dari dua kata, yaitu bios dan logos. bios artinya ilmu sedangkan logos artinya hidup. Jika digabungkan, biologi artinya ilmu hidup.

Kata kunci dari pengertian biologi adalah bios dan logos yang berarti ilmu hidup. Atau kata kunci dari pengertian biologi adalah ilmju dan hidup.

Dengan mengetahui kata kunci, maka semakin mudah untuk memahami dari suatu pelajaran. Dengan demikian, menghafal suatu pelajaran juga semakin mudah, walaupun tidak pas 100% kalimat yang dihafal dengan kalimat yang di buku, yang penting intinya sama.

Mengingat kata kunci perlu banget dalam memahami pelajaran yang membutuhkan hafalan, seperti pelajaran biologi, sejarah, ekonomi, dll.

8. Jangan malas berlatih

Berlatih di sini maksudnya mengerjakan soal-soal. Dengan demikian, maka semakin mudah untuk memahami pelajaran. Materi yang dikuasai juga semakin paham.

Seperti bermain game. Harus berkali-kali dulu memainkan game yang sama, baru jadi ahli. Mungkin bermain game PES, butuh berapa kali Anda bermain PES supaya berhasil mengalahkan lawan dengan level hard? Berkali-kali.

Dalam bimbingan belajar menghadapi UN dan SBMPTN, pasti sering sekali disuguhkan soal-soal, itu bertujuan untuk lebih memahami pelajaran yang sudah dikuasai.

9. Jangan lupa istirahat

Jangan karena kebanyakan belajar sehingga lupa istirahat, tentu saja ini salah. Oh ya, jangan juga kebanyakan istirahat sehingga lupa belajar.

Istirahat itu perlu untuk menyegarkan otak yang telah bekerja keras. Belajar itu tidak ada hiburan, sehingga otak membutuhkan banyak sekali energi. Sehingga wajar, belajar itu cepat lelah. Sehingga membutuhkan istirahat yang cukup.

Jangan sampai saat hari H, waktu ujian menjadi tidak maksimal, karena Anda sakit karena kebanyakan belajae sehingga kurang istirahat.

10. Berdoa

Setiap usaha pasti perlu doa. Maka jangan pernah melupakan doa. Banyak usaha, semakin juga banyak berdoa.

Belajar keras boleh-boleh saja, tapi jangan lupa berdoa.

Penutup

Belajar menghadapi ujian memang membutuhkan usaha yang keras. Maka, maksimalkan usaha tersebut. Jangan mudah menyerah.

Belajar memang membutuhkan tenaga yang banyak, karena belajar bukan hiburan sehingga otak membutuhkan banyak energi. Sehingga wajar, belajar itu membuat tubuh mudah lelah. Maka berusahalah, belajarlah tapi jangan lupa istirahat.

Setiap usaha pasti memerlukan doa. Maka dari itu, jangan pernah lupa berdoa. Sebelum dan sehabis belajar, jangan lupa berdoa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here