Belajar Kimia itu Sebenarnya Mudah Banget

belajar kimia

Ketika SMP kelas IX, maka dihadapilah yang namanya pelajaran Kimia. Pada saat masih SMP, pelajaran Kimia itu hampir sama seperti belajar Biologi, yang fokus kepada hafalan. Bahkan, pelajaran Kimia dikaitkan dengan lingkungan sekitar, sehingga belajar kimia terasa menyenangkan. Namun, ketika memasuki era SMA, begitu masuk jurusan MIA, maka disodorkan pelajaran kimia. Apa yang terjadi? Berbeda jauh antara pelajaran SMP dan SMA. Jika untuk pelajaran Matematika, Fisika, dan Biologi masih ada garis lurus antara SMP dan SMA. Namun untuk pelajaran kimia, garis lurus sih masih ada, tapi tampak kabur.

Akibatnya, kimia itu menjadi pelajaran yang sangat sulit. Karena dasar ketika di SMP sama sekali tidak digunakan, atau hanya sebagian kecil yang bisa digunakan. Banyak siswa yang merasa kalau kimia SMA itu seperti pelajaran yang susah.

Benarkah pelajaran kimia itu susah?

Selepas dari pelajaran itu susah atau tidak, sebenarnya bagaimana cara guru menerangkan hal tersebut dan kemauan siswa. Memang benar, awal belajar kimia pasti dirasa sulit. Tapi kalau ada kemauan, pasti mengerti juga. Seperti menghafal lagi berbahasa Inggris, awalnya memang sulit karena bahasa asing, namun lama kelamaan setelah dicoba menghafal berkali-kali akhirnya hafal juga.

Tulisan ini mengatakan kalau belajar kimia itu mudah. Ya … selain karena penulis merupakan tamatan kimia, dan juga dulu saya juga berpikir kimia itu susah banget. Namun setelah didalami, akhirnya saya menemukan kemudahan dalam mempelajarinya. Bagaimana saya mencoba untuk mempelajarinya?

1. Belajar kimia dengan membandingkannya dengan alam

Sejujurnya, kimia itu erat kaitannya dengan alam maupun dengan fenomena alam. Misalnya pada materi laju reaksi, pada sub bab faktor yang mempengaruhi laju reaksi. Untuk sekadar info, faktor yang mempengaruhi laju reaksi adalah suhu, tekanan, molaritas, dan katalis. Apa sih laju reaksi itu? Laju reaksi adalah kecepatan terjadinya reaksi.

Maka saya membayangkan ketika mencampurkan gula dengan air panas. Jika air tersebut sangat panas, maka gula semakin mudah larut. Namun jika air tersebut tidak panas, maka gula tidak mudah terlarut. Maka suhu berperan penting dalam hal tersebut.

Ketika membuat es krim, selain menggunakan suhu yang dingin, maka diperlukan garam. Buat apa garam tersebut? Agar semakin mudah terbentuk es krim. Artinya, garam itu membantu untuk terjadinya es krim, sehingga pembentukannya semakin cepat. Garam itulah termasuk dengan katalis.

Begitulah dengan mempelajarinya. Banyak sekali yang dilakukan sehari-hari ternyata itu adalah masuk dalam pelajaran mengenai kimia. Kita melakukannnya secara sadar, namun tidak sadar kalau itu adalah peristiwa kimia yang sangat menyenangkan.

2. Belajar kimia dengan berpikir sederhana

Memang sih, teori-teori tentang pelajaran itu kadang rumet banget, banyak hal yang mesti dipelajari dan dihafal. Banyak sekali kalimat yang diberikan, padahal maksudnya hanyalah sepenggal kata saja.

Misalnya, teori mengenai teri atom Dalton. Dikutip dari wikipedia, teori Dalton meliputi:

  • Materi yang terdiri dari atom yang tidak bisa dibagi lagi.
  • Atom dan unsur kimia tertentu pastinya memiliki massa dan sifat yang sama.
  • Unsur kimia yang berbeda tentu menghasilkan jenis atom yang berbeda.
  • Selama reaksi kimia, atom-atom hanya bergabung saja, tetapi tidak hancur selama reaksi tersebut.
  • Senyawa terbentuk dari beberapa unsur.

Padahal maksud dari teori tersebut adalah atom adalah unsur terkecil yang tidak dibagi lagi. Jika terjadi reaksi, atom hanya bergabung saja.

Kebanyakan dari kita mempersulit pemikiran dari sebuah teori. Sehingga apa yang terjadi, teori tersebut terasa sangat sulit. Akibatnya, tidak ada yang namanya mudah dalam mempelajarinya. Berusahalah untuk mempermudah dari teori tersebut. Temukan kata kunci dari teori tersebut, maka akan semakin mudah memahaminya.

3. Belajar itu butuh latihan secara terus menerus

Nah ini dia, segala hal itu membutuhkan latihan. Bayi saja jika ingin ahli dalam berjalan membutuhkan latihan yang tidak sedikit. Berapa kali sih si bayi gagal pada saat berusaha berjalan? Sering banget. Apakah bayi langsung bisa berjalan? Tentu saja tidak. Bayangkan kalau bayi langsung menyerah pada saat dia gagal pertama kali. Tentu saja si bayi tidak akan bisa jalan.

Begitu juga dengan pelajaran. Apapun pelajarannya, dibutuhkan latihan yang tidak hanya sekali dua kali, namun secara terus menerus. Pelajaran olahraga saja membutuhkan latihan, bayangkan seseorang yang tidak latihan bermain bola. Apakah dia menjadi ahli dalam permainan bola?

Maka dari itu, untuk mempelajari kimia juga membutuhkan latihan secara terus menerus. Tidak usah belajar keras, belajar santai saja. Namun dalam pelajaran itu dibarengi dengan keseriusan, dan juga berpikir yang simple. Jangan dipersulit prose berpikirnya. Kalau berpikir dipersulit, tentu semua akan terasa sulit.

Jangan pernah berpikir kalau hanya sekali belajar itu akan mengerti seutuhnya. Seseorang dengan IQ tinggi sekalipun akan kesulitan jika belajar hanya sekali saja. Sebenarnya mereka mempelajarinya di lain kesempatan, namun dia tidak menunjukkannya kalau dia belajar.

Penutup

Belajar kimia itu susah. Memang susah kalau Anda berpikir tidak berpikir mudah dan juga tidak latihan/belajar secara terus menerus. Jika berpikir kalau pelajaran mengenai kimia itu susah, dan langsung menyerah. Tentu selamanya kimia itu akan susah.

Sebenarnya, mau pelajaran apapun itu, kalau tidak belajar ya … bakal susah juga. Kebetulan saja Anda sering berlatih bola dalam pelajaran olahraga, maka Anda mengatakan kalau pelajaran olahraga itu mudah. Hal itu karena Anda sering berlatih/belajar.

Kimia itu susah kalau tidak belajar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here