Aryabhata Ahli Astronom dan Ahli Matematika dari India

Aryabhata

Aryabhata atau Aryabhatta (sekitar 476-550), adalah ahli astronom dan ahli matematika.

Dia menjelaskan ilmu pengetahuan sains dalam bentuk puisi. Sesuatu yang sangat unik dan sangat inovatif. Pada masa itu, mungkin ilmu pengetahuan sains amat sangat susah dipahami oleh sebagian masyarakat, karena keterbatasan teknologi. Maka dia membuat tulisan yang berisi ilmu pengetahuan dalam bentuk puisi sehingga mudah untuk dipahami.

Dengan keterbatasan teknologi pada masa itu, dia mampu mengetahui kalau Bumi berbentuk bulat dan berputar pada porosnya. Bumi juga mengelilingi Matahari. Padahal, ilmuwan Eropa baru menyadari hal tersebut beberapa abad kemudian, ketika teknologi secara perlahan berkembang. Namun, Aryabhata dengan teknologi yang sangat minim mampu mengetahui hal tersebut.

Dia juga mampu menghitung waktu kalender selama satu tahun dengan sangat akurat.

Namun, di tengah kebenaran mengenai tulisannya di bidang astronomi yang pada saat itu teknologi masih minim, dia juga membuat beberapa kesalahan. Beberapa perhitungan yang dia tulis dalam bidang geometri tidak sepenuhnya benar.

Dia lahir di Pâtaliputra (kini Patna, India). Di kalangan ilmuwan Arab dia dikenal dengan sebutan Arjehir, dan tulisan-tulisannya diakui telah banyak mempengaruhi ilmu sains yang berkembang di Arab.

Naskah tulisan Aryabhata yang masih dikenal sampai sekarang adalah Aryabhatiya, serangkaian aturan matematika dan astronomi yang ditulis dalam bentuk puisi 121 bait dalam bahasa Sansekerta. Puisi ini menjelaskan bagaimana menyelesaikan berbagai soal matematika, misalnya bagaimana mengetahui luas segitiga dan lingkaran, serta volume sebuah bole atau piramida, walaupun sebagian besar rumus geometri Aryabhata itu tidak sepenuhnya benar.

Dalam Aryabhatiya dijelaskan pula mengenai posisi Matahari dan Bulan, bagaimana gerhana terjadi, dan kapan gerhana akan terjadi. Aryabhata mampu menghitung waktu satu tahun kalender dengan akurat, sesuatu yang luar biasa untuk ilmuwan pada masa itu. Dia juga mengatakan bahwa Bumi berbentuk bola dan berputar pada porosnya sekaligus berputar mengelilingi Matahari. Seperti yang diketahui bahwa para ilmuwan di Eropa baru beberapa abad kemudian menemukan teori bahwa Bumi berputar mengelilingi Matahari.

Di India, karya-karya Aryabhata masih dibaca oleh para pelajar seribu tahun setelah kematiannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here