Sebenarnya Apa sih Arti dan Definisi Belajar?

Sebenarnya Apa sih Arti dan Definisi Belajar

Belajar, belajar, belajar, adalah sebuah kata yang sering didengar oleh para anak, mulai dari umur yang masih balita hingga mencapai umur kedewasaan. Suruhan belajar bagi orang tua maupun guru cukup sering didengar bahkan mungkin sudah bosan didengar. “Belajar supaya jadi orang pintar,” itu adalah kata yang sangat umum dan mungkin membosankan. Namun, sebenarnya apa sih arti dan definisi belajar?

Apakah belajar itu hanya membaca buku, menghafal jumlah kata, atau memahami sebuah pelajaran yang nantinya akan meningkatkan koginitif seseorang menjadi lebih baik? Atau hanya sekadar menutup diri di dalam kamar, membaca buku, walau dia membaca buku tapi tidak menemukan perubahan kognitif baginya, justru tetap saja.

Suruhan untuk belajar memang sangat sering didengar. Orang tua menyuruh anaknya untuk belajar, guru menyuruh siswanya untuk belajar, teman-temannya menyuruhnya untuk belajar, kakak-kakaknya menyuruhnya untuk belajar, adik-adiknya menyuruhnya untuk belajar, bahkan mungkin menyuruh Anda belajar.

Sebenarnya apa sih definisi belajar itu?

Definisi Belajar Menurut Para Ahli

  • Nasution menyebutkan belajar untuk menambah maupun mengumpulkan sejumlah pengetahuan.
  • Ernest H Highard menyebutkan belajar itu mampu melakukan sesuatu sebelum ia belajar atau kelakuannya memiliki perubahan sehingga ia memiliki cara lain untuk menghadapi sesuatu.
  • Notoartmodio menyebutkan belajar itu adalah usaha untuk menguasai sesuatu yang berguna.
  • Ahmadi A menyebutkan belajar merupakan proses perubahan dalam diri.
  • Oerman H menyebutkan belajar adalah bentuk pertumbuhan atau perubahan dalam diri yang menyatakan cara-cara berperilaku yang baru dari pengalaman dan latihan,
  • Cronbarh menyebutkan belajar itu sebaik-baiknya dengan mengalami dan menggunakan panca indra.
  • Winker menyebutkan belajar itu merupakan sesuatu aktivitas mental atau psikis yang berlangsung di dalam interaksi aktif dengan lingkungannya, yang mengalami perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan, dan sikap
  • Noehi Nasution menyebutkan belajar itu adalah suatu proses yang memungkinkan timbulnya atau berubahnya suatu tingkah laku.
  • Gagne dalam buku The Condition of Learning 1977 menyebutkan belajar itu merupakan perubahan tingkah laku, yang keadaannya berbeda dari sebelum belajar hingga sesudah belajar. Perubahan tersebut terjadi akibat pengalaman dan latihan.
  • James F. Witting dalam buku Psychology of Learning 1985) menyebutkan belajar itu dibatasi dalam dua macam rumusan. Rumusan yang pertama, belajar merupakan perolehan perubahan tingkah laku yang menetap akibat latihan dan pengalaman. Sedangkan rumusan yang kedua merupakan proses respon akibat latihan.
  • Douglas L dalam buku The Psychology of Learning and Memory 19887) menyebutkan belajar merupakan suatu perubahan dalam diri organisme hidup, manusia maupun hewan yang disebabkan pengalaman yang mampu mempengaruhi tingkah laku.
  • Slavin (200:143) menyebutkan belajar merupakan perubahan relatif permanen pada perilaku sebagai hasil dari pengalaman maupun latihan.

Jika dilihat dari definisi belajar para ahli, belajar itu cenderung untuk mengubah tingkah laku seseorang yang menjadi lebih baik. Yang sebelumnya berbicara kasar, akibat pengalaman dan latihan menjadi lebih lembut. Yang awalnya malas kerja, akibat pengalaman dan latihan menyebutkan rajin kerja.

Beberapa definisi belajar para ahli tidak menyebutkan belajar itu untuk meningkatkan kognitif. Mereka malah cenderung untuk perubahan tingkah laku. Hmm … apa yang terjadi? Kenapa mereka tidak fokus kepada para ahli?

Kenapa Definisi Belajar para Ahli Tidak Fokus ke Kognitif?

5 Tips Memahami Pelajaran Matematika

Ini yang menjadi pertanyaan bagi kita semua. Karena selama ini yang didengar adalah belajar itu untuk meningkatkan kognitif, memperbaiki nilai menjadi lebih baik, maupun meningkatkan prestasi menjadi lebih baik. Namun, para ahli yang sudah ahli, memiliki pengalaman yang sudah tidak terhitung jumlahnya mengatakan belajar itu untuk mengubah tingkah laku.

Ingat dengan peribahasa, “Padi semakin berisi semakin menunduk,” dan juga peribahasa, “Tong kosong nyaring bunyinya,” sejatinya belajar itu mengubah tong kosong menjadi padi yang semakin menunduk.

Tong bila kosong memang nyaring sekali bunyinya, bahkan terkesan ribut dan mengganggu. Begitulah orang yang tidak memiliki ilmu pengetahuan, berkata apa-apa saja. Seolah-olah dia tahu segalanya, namun sebenarnya tidak tahu. Mereka berkata kalau apa yang dikatakannya itu benar, namun sebenarnya itu belum tentu benar. Bahkan tidak suka dengan kritikan maupun nasihat yang mampu membangun dirinya menjadi lebih baik.

Padi yang semakin berisi semakin menunduk. Menunjukkan seseorang yang mempunyai ilmu pengetahuan yang luas semakin rendah hati. Tidak suka mengumbar perkataan yang tidak berbobot. Berkata seperlunya, namun dalam perkataan tersebut mengandung makna yang sangat mendalam.

Nah, itu dia dari belajar tersebut. Mengisi ilmu pengetahuan yang nantinya mengubah seseorang yang semula tong kosong menjadi padi menunduk. Yang semula sering mengumbar perkataan yang terdengar kosong berubah menjadi pribadi yang rendah hati yang berbicara seperlunya namun bermakna.

Dalam artian lain, belajar itu adalah proses untuk menambah ilmu pengetahuan yang dimiliki dengan tujuan untuk membuat tingkah laku menjadi rendah diri, perkataan penuh makna, dan penuh dengan wibawa. Itulah proses dari belajar tersebut. Jika diperhatikan lebih lanjut, para ilmuwan yang memiliki kepintaran di atas rata-rata, yang ilmunya sudah tidak diragukan lagi, memiliki sifat yang rendah diri. Terkadang mereka tidak ingin memberitahu apa-apa saja prestasi yang mereka capai, ketika ditelusiri prestasinya, hasilnya mengagumkan sekali.

Oh iya, semakin memperdalam suatu ilmu pengetahuan, maka semakin sadar bahwa ilmu yang dimiliki bukan apa-apa. Masih banyak yang harus diperlajadi dan dipahami. Maka dari itu secara tidak sadar, diri mengubah tingkah laku yang awalnya terlalu membanggakan diri menjadi tidak. Dan juga, setelah menyadari kalua ilmu yang dimiliki masih jauh dari kata banyak, maka semakin bertambah minat untuk belajar.

Belajar itu meningkatkan kognitif. Dengan meningkatnya kognitif maka semakin baik tingkah lakunya.

Belajar Hendaknya Berkelanjutan Tanpa Berhenti

Ini yang sering kita lupakan, belajar itu hendaknya berkelanjutan, tidak ada istilah berhenti belajar. Walaupun tidak belajar keras, namun yang penting tetap belajar. Apa gunanya? Untuk meningkatkan kognitif yang berkelanjutan pula. Dengan demikian, tingkah laku semakin baik.

Jika dipikir-pikir, setiap hari kita belajar. Belajar untuk menahan amarah, karena setiap hati pasti ada kejadian yang memicu amarah. Belajar untuk beradaptasi di tempat baru. Belajar untuk menghargai waktu. Belajar untuk menjadi lebih baik di tengah sengitnya persaingan. Setiap hari kita belajar secara sadar atau tidak sadar.

Secara pengalaman, belajar berlangsung secara tanpa sadar. Namun untuk menambah ilmu pengetahuan, maka belajar dilakukan secara sadar. Harus ditemani dengan kemauan yang keras dan pantang menyerah. Inilah yang dibutuhkan untuk meningkatkan ilmu pengetahuan. Karena apa? Karena belajar itu adalah proses yang sangat membosankan dan membutuhkan tenaga yang sangat banyak.

Penutup

Arti dan definisi belajar bukan hanya sekadar untuk meningkatkan kognitif, mendapatkan nilai yang tinggi, atau meningkatkan prestasi kelas, namun lebih dari itu. Belajar adalah proses meningkatkan kognitif sekaligus memperbaiki tingkah laku menjadi lebih baik. Belajar bukan hanya dilakukan dalam semalaman untuk menghadapi ujian, belajar itu tidak membutuhkan waktu yang lama. Hanya membutuhkan beberapa jam saja, namun dilakukan secara berkelanjutan tanpa henti. Hal tersebut lebih berarti daripada belajar semalaman suntuk.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here