Aristarchus Menyatakan Bumi Berputar Mengelilingi Matahari

Aristarchus

Zaman sekarang ini sudah familiar sih yang mengatakan bumi berputar mengelilingi matahari. Tapi tidak dengan zaman dulu, apalagi zaman sebelum masehi. Zaman itu mana percaya kalau bumi ini datar, sekarang sih masih ada yang percaya itu sih.

Di zaman sebelum masehi yang peralatan serba pas-pasan, tentu saja penelitian mengenai luar angkasa sangat terbatas dilakukan. Jangankan melihat bintang, melihat bulan dan meneliti tentang bulan bakal susah sekali dilakukan.

Tapi, ada loh orang zaman sebelum masehi yang menemukan kebenaran. Walaupun peralatan yang terbatas dia bahkan mampu menghitung jarak relatif matahari dan bulan dihitung dari bumi. Walaupun hasilnya salah sih, wajar sih, karena peralatan kurang. Tapi, cara menghitungnya tepat. Wah … dengan peralatan seadanya mampu membuat cara perhitungan yang tepat banget. Zaman sebelum masehi tidak ada teropong loh.

Sebelum Nicolas Copernicus mengatakan bumi berputar mengelilingi matahari, ada orang yang lebih dulu mengatakan demikian. Dialah Aristarchus yang menyatakan demikian di zaman sebelum masehi. Namun karyanya pada zaman itu banyak ditolak. Bukan hanya Aristarchus sih, Nicolas Copernicus juga mengalami penolakan. Karena pada zaman itu, orang percaya kalau matahari mengelilingi matahari, namun faktanya, bumi yang mengelilingi matahari.

Aristarchus dari Sámos (sekitar 310-325 SM), astronom Yunani yang pertama kali menyatakan bahwa bumi berputar mengelilingi matahari.

Teori Aristarchus menyatakan bahwa bumi berputar mengelilingi matahari dapat diketahui melalui tulisan-tulisan Archimedes dan Plutarchus (seorang pengarang Yunani), karena tidak satupun dari karyanya di bidang ini dapat ditemukan. Namun pendapat Aristarchus itu tidak dihiraukan orang selama berabad-abad sampai astronom Polandia Nicolas Copernicus mengatakan hal yang sama. Namun sejak itu orang mengenal teori ini sebagai teori Copernicus.

Satu-satunya karya Aristarchus yang sampai masa kini adalah “Tentang Dimensi dan Jarak Matahari dan Bulan”. Dalam karyanya ini dia menggambarkan cara menghitung jarak relatif matahari dan bulan dari bumi. Meskipun metodenya itu benar, tetapi hasil perhitungannya salah karena ilmu matematikanya kurang dan peralatan yang terbatas. Namanya diabadikan sebagai nama salah satu kawah yang ada di bulan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here