Apakah Radiasi Smartphone Mampu Menyebabkan Kanker?

Radiasi smartphone menyebabkan kanker, rasanya berita ini sudah sering kita dengar. Beberapa tahun terakhir, kita heboh dengan hal tersebut. Bahkan banyak orang yang meyakini hal tersebut dan mulai sangat berhati-hati menggunakan smartphone.

Sejatinya smartphone tentu memiliki radiasi. Secara sederhana bisa kita lihat pada smartphone yang kita gunakan pada penggunaan tertentu. Cara paling mudah dilihat melalui panas yang dihasilkan.

Ketika kita menggunakan smartphone pada hal yang ringan saja, maka tidak terasa panas. Karena smartphone tidak membutuhkan banyak energi, radiasi yang dihasilkan juga lumayan sedikit.

Namun ketika bermain game, streaming, download, maka smartphone lambat laun akan terasa panas. Tentu saja ini karena membutuhkan energi yang sangat banyak sehingga menghasilkan panas dan radiasi yang banyak.

Sebenarnya darimana sih asal muasal mengapa smartphone menyebabkan kanker?

Sebuah study mengungkapkan pada percobaan tikus. Otak pada tikus tersebut memicu sel kanker yang disebabkan oleh radiasi smartphone yang dialirkan secara terus menerus.

Jadi secara sederhana seperti ini nih. Ada beberapa tikus dimasukkan ke dalam kandang. Lalu di dalam kandang tersebut dimasukkan smartphone. Beberapa hari dilakukan pengecekan dengan keadaan smartphone terus-terusan menyala.

Dan ketika melihat keadaan perkembangan otak pada tikus, terlihat jelas kalau otak tersebut menumbuhkan sel kanker.

Ya … sejauh ini masih pada tikus sih.

Nah ini yang menjadi pro dan kontra. Ada lagi study yang menunjukkan, hal ini percobaan pada manusia. Manusia yang menggunakan smartphone secara terus menerus tidak memicu sel kanker.

Namun, sel kanker tersebut bisa muncul karena kebiasaan para manusia, bukan karena disebabkan oleh radiasi. Bisa jadi karena berdekatan dengan sinar x-ray, pola hidup tidak sehat, atau kondisi lingkungan yang rentan dengan bahan kimia.

Kenapa?

Radiasi ion yang dihasilkan oleh berbagai sumber seperti mesin x-ray dan matahari mampu meningkatkan risiko kanker dengan memotong-motong molekul dalam tubuh. Tetapi radiasi radio-frekuensi (RF) non-ionisasi yang dipancarkan oleh smartphonel dan perangkat nirkabel lainnya hanya memiliki satu efek biologis yang diketahui: kemampuan memanaskan jaringan dengan menarik molekulnya.

Ada yang pusing nggak?

Intinya, radiasi yang disebabkan oleh mesin x-ray dan matahari mampu menyebabkan kanker. Karena radiasi tersebut mampu memotong molekul di dalam tubuh. Namun, pada radiasi smartphone, tidak mampu memotong molekul dalam tubuh karena jenis radiasi beda dengan x-ray dan matahari.

Kalau di x-ray dan matahari disebut secara sederhana radiasi ion sedangkan pada smartphone disebut radiasi non-ionisasi, jadi beda jenis.

Pada smartphone, karena non-ionisasi hanya mampu memanaskan jaringan saja. Makanya, kadang kita terasa panas saat menggunakan smartphone padahal suhu smartphone masih adem.

Tentu saja perlu lebih banyak penelitian mengenai radiasi smartphone ini. Karena hal tersebut menyangkut kebiasaan kita juga sih. Kita sekarang ini terlalu tergantung dengan smartphone. Bahkan ke kamar mandi pun menggunakan alat tersebut.

Kesimpulannya untuk sekarang, kalau bisa kurangi penggunaan smartphone. Jangan menggunakan smartphone dalam waktu yang sangat lama. 8 jam non-stop menggunakan smartphone, hal itu dilihatin mulu lagi. Biasanya orang lain ada waktu istirahat, smartphone dimatikan. Ini tidak. Sebaiknya dihindari.

Dan jangan lupakan pola hidup sehat. Karena sebenarnya, pola hidup kita yang menentukan kualitas kesehatan kita.

Referensi:

  • www.cancer.gov
  • www.scientificamerican.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here