Apa Yang Terjadi Kepada Saya Ketika Bertemu Teman Baru?

Ketika bertemu teman baru

Ternyata tantangan Bloggers’ Challenges yang ke-58 terlihat sedikit mudah sih. “Yakin terlihat mudah?” Hehe, sejujurnya sih susah banget. Gimana coba menuliskan ketika bertemu dengan teman baru? Yang biasanya, bertemu teman baru, saling sapa, ada chemistry, dan akrab deh. Udah gitu doang?

Sebenarnya, bertemu dengan teman baru itu merupakan tantangan tersendiri bagi saya. Karena saya aslinya pendiam banget, malas banget untuk bersosialisasi kecuali dibutuhkan. Misal, dalam mengerjakan proyek 100 miliar, maka harus bekerja bersama tim dengan wajah baru. Maksudnya, harus bertemu orang baru demi proyek 100 miliar. Wah … kalau itu sih saya semangat banget.

Tapi kalau yang tidak penting, seperti berada di dalam bus, wah … malas banget deh mulai percakapan dengan orang baru. Apalagi dengan teman baru. Sudah berteman sih, tapi pas di bus lebih memilih diam. Huhuhu, kalau dipikir-pikir saya menyedihkan juga ya. Pantas saja selama ini jomblo.

Ketika Bertemu Teman Baru

Ok, dalam merencanakan strategi berteman, saya sudah memikirkan rahasianya. Rahasia yang didapat dari turunan kakek buyut saya, “Kebanyakan cerita!” Hehe….

1. Irit bicara

Mau teman ini ngomong panjang lebar kek, curhat kek, atau apapun itu, saya berusaha untuk irit bicara. Jangan sampai informasi rahasia bocor kepadanya. Jangan-jangan dia adalah mata-mata yang selama ini mengintai saya karena saya mempunyai wajah tampan. “Mimpi!”

Saya biasanya irit bicara. Malas bicara dengan teman baru, hanya yang penting-penting saja. Hal ini berguna supaya identitas saya sebagai teman yang bocor tidak terbongkar, hahaha.

2. Menatap matanya

Katanya sih, ini ampuh banget dalam menjalin pertemanan. Lihat saja para costumer servis bank, mereka biasanya menatap mata teman bicaranya. Menurut psikologi sih supaya cepat akrab gitu. Terus hubungannya sama saya? Tidak ada. Saya menatap mata teman baru karena sudah terbiasa. Mau teman lama atau teman baru, yang ditatap adalah matanya.

Hmm … kapan ya saya mulai menatap mata seseorang? Nggak tahu deh, tiba-tiba teman lama saya berkata kalau saya ini selalu menatap mata lawan bicara saya.

3. Lupa namanya

Si teman sudah bicara panjang lebar, perasaan dia sudah akrab banget. Dia sudah memperkenalkan dirinya, sampai kakek buyutnya dia cerita, tiba-tiba saja saya lupa namanya. Wah … kejadian ini sering banget terjadi. Saya rasanya agak canggung gitu menanyakan kembali siapa namanya, maka dari itu, saya memanggilnya dengan sebutan lain, entah itu teman, friend, bro, cuy, beb, sayang, dll, pokoknya jangan sampai memanggil nama, karena saya lupa, hehe jadi malu.

Entah kenapa gitu, saya mudah sekali melupakan nama orang. Makanya saya hati-hati gitu menanyakan nama. Terkadang saya mengalihkan pembicaraan, membuat situasi pembicaraan sampai si lawan menyebutkan namanya. Baru saya berani memanggil namanya.

Hehe, begitulah yang terjadi kepada saya ketika bertemu teman baru. Agak menyedihkan sih, tapi ya … saya tidak bisa memperbaikinya (sedang berusaha memperbaiki tapi belum berhasil). Saya ini aslinya memang seorang introvert, tapi, bersosialisasi dengan orang baru merupakan hal yang menyenangkan bagi saya. Tapi ya … itu, saya terkadang agak takut menyapa duluan. Rasanya, si teman mau mengeluarkan jurus seribu bayangan mantan kepada saya, makanya saya takut. Padahal, pasti tidak demikian, huhuhu.

Kalau dibilang punya banyak teman sih … kayakanya bisa dibilang iya bisa dibilang tidak sih. Soalnya, saya suka bertemu dengan orang baru, bersosialisasi (harus si teman yang menyapa duluan), tapi saya mudah lupa.

4 COMMENTS

    • Mungkin iya mungkin tidak, hahaha 😉

  1. Memang horor kalo lupa namanya. Aku pun kek gtu ruu. Cemanalah biar ganpang ingat nama orang ya kdg udh sempet inget bsoknya lupa lagi wkwkwkk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here