Akhirnya Facebook dan Instagram Larang Pengguna di Bawah 13 Tahun

Akhirnya Facebook dan Instragram melarang pengguna di bawah 13 tahun. Sebenarnya larangan ini bukan yang baru sih. Tapi beberapa tahun terakhir, kedua social media tersebut tidak begitu tegas.

Akhirnya kita berharap anak-anak yang umurnya belum sampai 13 tahun, dapat menikmati masa anak-anaknya seperti yang kita inginkan.

Kadang khawatir juga sih, melihat anak-anak yang lebih suka bermain dengan gadget daripada dengan temannya. Iya sih, si anak bermain dengan temannya, bermain game online, tapi yang dilihat hanya gadget muluuuu 🙁

Anak-anak tuh seharusnya bermain dengan menggunakan fisik mereka. Jangan hanya menggunakan otak. Akhirnya anak akan merasakan bermain layang-layangan lagi. Atau mungkin bermain petak umpet. Mungkin juga bermain kejar-kejaran.

Yang mana dulu, kita orang dewasa sekarang ini merasa indah masa anak-anak. Bermain sepuasnya. Terkadang berkelahi dengan teman tapi cepat baikan. Tidak ada yang namanya gadget, kalau ada perlu dengan teman, pergi langsung ke rumahnya. Tidak dengan meneleponnya.

Selain itu, ada masalah krusial mengenai pengguna di bawah 13 tahun bermain social media.

Kita tahu kalau penyebaran hoaks sangat besar di social media. Dan yang menjadi korban paling fatal adalah anak-anak. Bayangkan saja, anak yang masih belum tahu apa-apa. Tapi dia harus mendapatkan konten yang negatif.

Konten yang mengajak kebencian bertebaran di social media dan anak di bawah 13 tahun mengkonsumsi hal itu. Apa yang terjadi ketika dia besar tidak ada yang bisa membayangkannya.

Apakah mungkin para remaja sekarang, yang mudah banget termakan hoaks adalah mereka yang sebelum berusia 13 tahun telah mengkonsumsi hoaks? Hmm … tidak ada yang tahu.

Dan bagi pihak Facebook dan Instagram sendiri pun akan mendapat keuntungan dari kebijakan ini. Karena iklan akan ditampilkan kepada pengguna yang semestinya.

Coba bayangkan, iklan pakaian pria dewasa terpampang pada social media anak-anak. Tentu para anak-anak tidak akan melihat iklan tersebut. Akibatnya, iklan itu akan terbuang percuma.

Kalau orang dewasa yang terpampang, akan ada minat untuk membelinya. Syukur-syukur terjadi transaksi jual beli. Kalau hanya mengunjungi website pengiklanan itu sudah bagus. Si pengguna bakal mengingat website tersebut.

Jadi sebenarnya, pengguna di bawah 13 tahun itu amat sangat merugikan Facebook dan Instagram.

“Jadi apa yang terjadi bagi pengguna di bawah 13 tahun yang terlanjur sudah memiliki akun?”

Akun yang di bawah 13 tahun akan diblokir secara otomatis. Dan akan bisa diaktifkan kembali kalau pengguna mencapai 13 tahun.

Jadi, bagi di bawah 13 tahun harap bersabar. Sabar menahan godaan menggunakan social media. Jalanilah kehidupan anak-anak tanpa sentuhan social media. Masa anak-anak akan terasa indah.

Bagi para orang tua yang mempunyai anak di bawah 13 tahun. Sebaiknya ikut mengawasi anak-anak. Jangan karena terlalu sibuk sehingga lupa untuk mengawasi anak-anak. Hal itu akan sangat buruk bagi anak.

Awasi dan bimbinglah anak agar menjadi anak yang berguna.

“Ada juga mungkin pengguna di bawah 13 tahun menggunakan social media dengan akun palsu, memalsukan umurnya.”

Iya sih, ada juga yang demikian. Dan tidak menutup kemungkinan para anak tidak tahu hal tersebut. Cara menyerap pembelajaran bagi anak-anak itu sangat cepat.

Jadi, bagi pengguna di bawah 13 tahun, jangan memalsukan umur ya! Tidak baik loh. Para orang dewasa sebaiknya ikut mengawasi 🙂

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here