Adakah cara mengatasi anak malas belajar?

Adakah cara mengatasi anak malas belajar? Kira-kira begitulah pikiran yang terpikir sejenak ketika melihat anak malas belajar. Sudah berbagai upaya dilakukan agar anak rajin belajar. Mulai dari mendaftarkan anak masuk ke sekolah favorit, mengikuti bimbingan belajar, dan menyediakan les privat untuk anak. Namun tetap, anak masih malas belajar.

Tentu saja para orang tua khawatir dengan perkembangan anak demikian. Pendidikan merupakan hal yang sangat dibutuhkan di zaman dewasa ini. Seseorang yang pendidikan bagus, apalagi rekam jejak pendidikan bagus, masa depan akan terlihat mencerahkan. Meskipun sebenarnya masa depan bukan hanya dilihat dari pendidikan saja. Namun pendidikan adalah langkah awal dalam menentukan sikap menuju kesuksesan.

Sebelum memikirkan cara mengatasi anak malas belajar, sebaiknya mengetahui terlebih dahulu penyebab anak malas belajar. Gilmore, L dan Boulton-Lewis, G, 2012 dalam tulisannya menyebutkan penyebab anak malas belajar karena: anak tidak ada motivasi belajar, anak merasa belajar bukan kebutuhan, anak tidak memiliki minat dalam belajar, anak tidak memiliki kesenangan dalam belajar, anak tidak melihat keuntungan dari belajar, anak tidak menemukan sebuah arti dari nilai.”

Jika diperhatikan, penyebab anak malas belajar karena anak tidak mengetahui arti pentingnya dari belajar dan lagi anak tidak menemukan minatnya dalam belajar. Ada anak yang tidak mengerti pentingnya belajar namun tetap rajin belajar karena dia menemukan minat dia di sana.

Ketika penyebab besar anak malas belajar sudah diketahui, maka akan mudah mengetahui cara mengatasi anak malas belajar. Walaupun hal tersebut sulit, namun hal itulah tantangan terberat bagi pendidik maupun orang tua.

Pertama tumbuhkan terlebih dahulu motivasi belajar kepada anak. Berikan sebuah contoh nyata betapa pentingnya dari belajar. Berikan sebuah contoh nyata betapa belajar itu akan membantu hidup dia. Bisa dari memperlihatkan contoh nyata seseorang yang malas belajar hingga akhirnya hidup kurang baik ketika dewasa atau memberikan sebuah nasihat yang mampu membuat anak tertegun.

Tunjukkan belajar itu memiliki arti dan peranan penting kepada anak. Motivasi adalah kekuatan yang sangat besar dalam diri manusia. Motivasi merupakan kekuatan dalam tubuh manusia. Seorang anak yang telah termotivasi untuk belajar, dia akan terus belajar tanpa lelah. Karena motivasi akan terus bersemayam di dalam hatinya. Hasil yang didapat anak yang termotivasi belajar dengan tidak termotivasi belajar sungguh mengejutkan. Anak yang termotivasi belajar memiliki keinginan untuk terus belajar tanpa menunjukkan kelelahan. Mungkin anak tersebut memang lelah namun dia tetap belajar sehingga motivasi tersebut mengalahkan keinginan untuk berhenti belajar. Anak yang tidak termotivasi belajar cenderung mudah menyerah sehingga terkadang banyak anak yang tidak termotivasi belajar menjadi malas belajar (Kasurkar, RA, dkk, 2012).

Ketika anak termotivasi belajar, apakah cara mengatasi anak belajar sudah cukup sebatas motivasi? Sayangnya tidak demikian. Motivasi hanya pembuka gerbang menuju belajar. Seperti segel yang telah dibuka (Nurun MD, dkk, 2017).

Selanjutnya dengan memberikan pengajaran yang efektif yang mudah dipahami oleh anak. Rasanya percuma saja ketika anak termotivasi belajar namun dia mengalami kesulitan yang cukup berarti memahami pelajaran.

Dengan pembelajaran yang mudah dimengerti, keinginan belajar dan upaya menyerap ilmu pengetahuan semakin meningkat dalam diri anak. Mungkin cara pengajaran pendidik di sekolah cukup sulit untuk diterima anak. Inilah peran dari orang tua sebagai perpanjangan tangan guru. Para orang tua mencoba untuk mendidik kembali, mengajarkan kembali kepada anak.

Mungkin para orang tua ada yang sibuk sehingga cukup sulit untuk memenuhi keinginan anak akan pentingnya pengajaran dari orang tua. Membuat anak mengikuti bimbingan belajar atau les privat memang solusi yang terbaik. Namun jangan sampai lepas tangan, sesekali berikan juga pengajaran kepada anak, walaupun frekuensi tidak sering. Satu kali dalam satu bulan para orang tua memberikan pengajaran pada anak, bagi anak itu sungguh berarti. Rasanya dia mendapat kasih sayang yang luar biasa dan memberikan motivasi belajar yang besar pula.

Pendidikan bukan hanya peran guru saja atau guru bimbingan belajar maupun guru les privat. Namun peran orang tua erat kaitannya dengan demikian, mungkin peran orang tua lebih penting daripada peran guru. Orang tua yang ikut membimbing anak belajar memberikan hasil yang maksimal dalam hasil belajar anak. Hasil yang didapat lebih baik jika dibandingkan dengan anak yang mengikuti semacam bimbingan belajar atau les privat tanpa ada pengajaran orang tua (Gelber, A dan Isen, A, 2013).

Cara mengatasi anak malas belajar sudah selanjutnya berikanlah anak sebuah buku. Buku yang mampu memberikan dia semakin termotivasi dan menemukan minat dia. Anak itu bagaikan kain putih, yang masih polos dan belum tahu apa-apa. Inilah peran dari orang tua dan pendidik dalam menemukan minat dan bakat dia.

Berikan sebuah buku karena buku itu adalah gudang ilmu. Sedini mungkin biasakan anak rajin membaca. Dengan rajin membaca maka pikiran semakin terbuka. Tidak hanya terbatas pengalaman dalam kehidupan sehari-hari saja, namun pengalaman si penulis juga mampu dirasakan dalam tulisannya.

Hal yang perlu diingat buku di sini bukan hanya sebatas buku pelajaran. Bisa juga buku-buku penunjang ilmu pengetahuan lain. Apalagi anak sudah melihat minat dia, maka buku yang dia inginkan semakin spesifik. Anak yang memiliki minat besar dalam belajar Fisika secara spesifik menyukai buku yang berbaur Fisika. Anak yang memiliki minat besar dalam dunia penulisan memiliki minat besar dalam buku mengenai sastra.

Jangan biarkan anak yang rajin belajar namun dia hanya rajin belajar pelajaran di sekolah saja. Hal tersebut membuat pikiran anak sempit hanya sebatas sekolah saja yang dia ketahui. Inilah yang nantinya dia akan sulit berkembang ketika dewasa nanti. Seorang anak yang memiliki nilai tinggi namun sulit untuk sukses, bisa jadi karena pikiran dan pengalaman dia belum terbuka.

Walaupun tidak mungkin memaksa anak mengalami pengalaman langsung namun inilah gunanya sebuah buku. Memberikan pengalaman tidak langsung kepada anak. Dengan membaca, secara tidak langsung dia melihat pengalaman si penulis sendiri.

Motivasi, keinginan, pikiran terbuka, dan arti nilai belajar akan dimiliki oleh anak dengan bantuan tangan dari orang tua dan guru. Anak bagaikan berlian yang belum ditambang dan dipoles. Untuk menemukan dan memoles dia menjadi berlian yang indah butuh usaha keras. Namun yang pasti, jika si anak menemukan minat, arti, motivasi dari belajar tersebut perlahan dia akan menjadi berlian yang indah.

Kesimpulan dari cara mengatasi anak malas belajar adalah: cara mengatasi anak malas belajar bukan hanya memberikan anak tersebut mengikuti bimbingan belajar ataupun les privat. Banyak kok anak yang mengikuti bimbingan belajar ataupun les privat tetap malas belajar.

Namun membutuhkan usaha keras dari orang tua. Jadilah orang tua yang mendampingi anak. Berikan anak sebuah motivasi tentang pentingnya belajar. Berikan anak sebuah tujuan dan minat akan dia belajar. Berikan sebuah mimpi yang jelas dari belajar tersebut.

Ketika anak malas belajar, jangan langsung menyalahkan sistem pendidikan ataupun guru. Bisa jadi penyebab utama anak malas belajar adalah orang tua (Zecevic, C, dkk, 2010).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here