5 Perasaan Takut yang Ada di Dalam Diri Saya

Perasaan Takut yang Ada di Dalam Diri Saya

Well, tantangan kali ini mengenai perasaan takut yang ada di dalam diri. Hmm … sebenarnya apa ya yang saya takuti? Apa ya? Apa ya? Kayaknya nggak ada deh, “Nggak mungkin.” Oh ya, sepertinya ada, tapi … nggak ada deh kayaknya, hahaha.

Perasaan takut itu wajar dalam setiap diri manusia. Pasti ada hal yang paling ditakuti dalam setiap diri. Tapi … ada yang ditunjukkan secara terang-terangan perasaan takutnya, ada yang ditunjukkan diam-diam. Dan … saya adalah orang yang tidak menunjukkan perasaan takutnya.

Perhatian-perhatian, tulisan ini untuk menyelesaikan tantangan ke-57, Bloggers’ Challenges.

Hal yang Membuat Perasaan Takut

Wohoho, setelah dipikir-pikir, ternyata saya punya hal yang ditakuti. Setelah berpikir sampai otak panas banget, barusan disiram air es biar dingin, didapat ada 4 hal yang membuat saya takut. Hmm … apa-apa saja itu?

1. Takut anjing

Mau anjung itu galak, imut, lucu, dan lain sebagainya, saya tetap takut anjing. Entah kenapa, setiap melihat anjing itu, rasanya badan ini mau lari saja. Tapi ya … gitu deh, berhubung saya menyembunyikannya, saya berusaha cool gitu, padahal di dalam hati menjerit keras, “Tolooonggg.”

Belum lagi kalau anjing berjalan mendekati saya. Si anjing sih santai saja jalan mendekat, bahkan jalan seperti model. Walaupun imut, beberapa orang gemes dengan anjing, saya berusaha untuk menjauhi tuh anjing. Dalam hati saya berkata, “Jangan mendekat, jangan mendekat, jangan mendekat!” ketika anjing mendekat, saya berteriak, “Ahhhhh,” di dalam hati. Ok ini lebay.

Belum lagi kalau anjing menggonggong. Waduh … dengar suaranya sudah buat jantungan.

Kenapa saya takut anjing? Karena trauma waktu kecil. Saya pernah dikejar anjing gila waktu kecil, sehingga dalam pikiran saya, si anjing pasti mau ngejar saya, hiiii seram.

2. Takut terkena writer block

Oh … kalau sudah terkena writer block, selesai sudah masalah. Tidak bisa menulis lagi dan tentunya, mood jadi nggak baik. Kalau mood nggak baik, akhirnya makan coklat deh. Kalau sudah makan coklat, jadi gemuk deh. “Jadi, takut gemuk atau writer block?” Hehe dua-duanya sih.

Perasaan takut akan writer block memang terkadang hinggap di dalam diri saya. Tapi ya … gitu deh, kalau takut dipelihara, nggak bakal selesai. Makanya, takut harus ditaklukkan. Caranya? Tidur, bercanda. Ada beberapa cara untuk mengatasi writer block, tapi yang biasa saya lakukan adalah “pindah lokasi menulis”, untuk mendapatkan udara segar dan suasana segar.

3. Takut menjadi orang sombong

Menjadi orang sombong bukan pilihan, tapi keinginan. Banyak orang yang awalnya rendah hati, namun karena kesuksesan atau kekayaannya, dia menjadi sombong, dan saya takut menjadi orang sombong. Kenapa? Saya benci dengan orang sombong. Terus kalau saya menjadi orang sombong, berarti secara tidak langsung saya membenci diri saya dong, oh … tidak.

Kalau orang sudah sombong, dijamin waktu kehancurannya akan cepat dan tidak terduga. Ada saja yang membuat orang sombong jadi jatuh. Dan membayangkannya saja sudah membuat bulu kuduk merinding, hiii. Selain itu, orang sombong merupakan perbuatan tidak terpuji, namun dapat sponsor dari setan,

4. Takut menjadi orang kikir

Sama seperti orang sombong, kikir itu bukanlah pilihan tapi keinginan. Karena sponsor penuh dari setan, mengeluarkan sedikit saja uang rasanya seperti mengeluarkan seluruh harta benda, payah banget. Pergi ke Mall, beli baju seharga Rp 500.000 serasa murah kali, tapi bersedekah, hanya Rp 2.000 saja susah kali. Wah … ini nih yang saya takuti.

Nggak mau jadi orang kikir, maunya jadi orang dermawan saja. Tapi, kikir dan sponsor dari setan itu datang secara tidak terduga. Mereka datang dengan sangat cepat, dan pergi dengan sangat cepat pula, wih … canggih. Maka dari itu, senantiasa berhati-hati akan kikir dan sponsor setan.

5. Takut menjadi playboy

Macam ganteng kali saya ya? Sok takut pula jadi playboy. Eh, rata-rata orang playboy itu nggak ganteng-ganteng amat kok, pas-pasan. Asal bisa merayu perempuan, pasti bisa menjadi playboy. Pokoknya jangan! Saya nggak mau jadi playboy. Makanya saya berusaha mempertahankan status “jomblo” sampai tiba masanya status jomblo berubah menjadi “menikah”, asyikkk. “Jangan lama-lama juga jomblonya!” iya….!

Hmm … itu saja deh 5 perasaan takut yang ada di dalam diri saya. “Yakin cuman 5 saja?” kalau dijabarin satu persatu sih banyak banget, lebih dari 5 tapi ribuan. Tapi saya hanya berani membeberkan 5 itu saja dulu, hehe.

4 COMMENTS

  1. Kok sama yaaaa. Setelah dipikir2 5 hal ini juga wa takutin. Wkwkk

  2. Ada yang bilang dalam kondisi tertentu dan sekali2 boleh sombong, Ru.
    Asal ada yang disombongkan, itu aja.
    Karena kebanyakan orang sekarang sombong tapi nggak tau ntah apa yang disombongkannya.
    *ngomong apalah*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here