4 Hal yang Ingin Dikatakan Ketika Berumur 12 Tahun (BC62)

waktu

Tantangan bloggers challenges yang ke-62 kali ini ya … bisa dibilang sesuatu banget deh. Jadi kita harus memberikan some of advice kepada anak-anak yang akan berumur 12 tahun. Atau bisa juga mengatakan kepada diri sendiri saat umur 12 tahun. Hehe, saya lebih memilih mengatakan kepada diri sendiri saat saya berumur 12 tahun.

“Berarti ada penyesalan di umur 12 tahun Anda?”

Hmm … penyesalan sih bukan. Tapi ada beberapa catatan penting yang ingin saya katakan. Inginnya saya kembali ke masa lalu untuk mengatakan demikian. Dengan melewati lubang cacing dan tara … kembali ke masa lalu. Atau mencari doraemon supaya dia keluarkan dari kantong ajaibnya mesin waktu, hihihi.

Ok, apa saja yang ingin saya katakan? Kasih tahu nggak sih?

1. Jangan kebanyakan belajar

Nah, ini dia yang ingin saya katakan. Pinginnya kembali ke masa lalu baru berteriak dengan keras di telinga, “Jangan kebanyakan belajar!” Belajar sih belajar, tapi karena terlalu semangat belajar hingga pelajaran kuliah pun dipelajari, walah-walah, nggak ada rem nih bocah.

Maunya hanya belajar saat pelajaran anak SD saja gitu. Hanya hitung-hitungan sederhana, jangan sampai belajar algoritma juga kali. Atau jangan sampai belajar sintesa kimiaaaaaaa, jadi anak normal gitu.

Iya belajar itu membuat prestasi yang bagus. Ini mah nggak baik, prestasi tertinggi adalah juara tiga terbaik jika dihitung dari belakang. Artinya, top three terburuk di kelas. Dan saya mah biasa saja bahkan tertawa!

2. Rasakanlah cinta

Mungkin penyebab saya jomblo menahun sampai sekarang ini karena umur saya umur 12 tahun saya ogah dengan cinta-cintaan. Bisa jadi gitu sih. Sial, kenapa sih saya ogah waktu itu. Teman-teman pada bermain dengan temannya, bahkan ada yang pacaran. Eh, saya malah asyik dengan dunia saya sendiri. Dasaarrrrrr!

Ya … salah satunya karena saya terlalu banyak belajar sih akhirnya saya tidak memikirkan demikian. Ah … jadi pingin ke masa lalu baru beri nasihat ke diri saya waktu itu. “Dek, rasakanlah cinta, jadilah normal, hingga akhirnya kamu tidak jomblo menahun macam saya.”

“Nyesal gitu jadi jomblo menahun?”

Nggak biasa saja, justru saya punya kebanggaan tersendiri.

3. Jangan menulis di atas pohon

Dulu ini saya sering kebiasaan, menulis di atas pohon. Terutama pohon mangga di dekat rumah. Itu seperti basecamp saya. Saya jadi malu mengingat hal tersebut. Alhasil, saya sering dianggap aneh. Eh, sampai sekarang sering juga dianggap gitu deh.

Makanya, saya ingin kembali ke masa lalu, ingin memberikan pukulan terbaik di pipi kanannya. Atau nggak, mau saya banting diri saya karena buat malu.

4. Jadilah normal

Yah, meskipun ini susah banget sih. Karena saya waktu itu lebih mementingkan keinginan diri sendiri. Saya tidak peduli dengan tanggapan orang lain. Karena dirasa itu tidak menyalahi aturan (norma dan agama), saya ingin ya saya lakukan.

Tapi ya, nggak kayak pergi ke sawah ambil beberapa bahan rahasia terus ambil beberapa tinja lalu dikeringkan buat dijadikan bubuk mesiu. Dan bubuk tersebut dipakai untuk mercun. Jangan kayak gitu juga kaliiiiiiii.

Jadi kek kayak anak normal lainnya. Bermain bersama, tertawa bersama. Bermain sederhana gitu, jangan sampai melakukan percobaan, huh pingin saya banting deh diri saya.

2 COMMENTS

  1. Cieee.. Yang dari kecil rajin belajaaaaar. 😆😆

    Kok kayaknya poin-poin kita tabrakan ya. Wkwkkwk.

    Masalah cinta, lebih bagus nggak terkontaminasi kayak Amru laa. Wa malah pengen nggak pernah pacaran dan nggak mikirin itu. Pas nikah aja baru jatuh cinta. Eaaaakkk..

    Dan menurutku, Amru normal kok.

    • Hahaha iya tabrakan banget ya wa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here