7 Tips Menjadi Guru Yang Disukai Seluruh Siswa

Jika Anda adalah seorang guru atau akan menjadi seorang guru, menjadi guru yang disukai seluruh siswa merupakan dambaan bagi Anda sekalian. Siapa sih yang tidak ingin menjadi guru favorit siswa? Tiap Anda datang, seluruh siswa bersorak. Jika Anda berhalangan, para siswa mencari Anda, bahkan kalau Anda sakit, para siswa rela menjenguk Anda (bukan paksaan). Siapa sih yang tidak ingin demikian?

Menjadi guru favorit sangat sulit sekali. Banyak sekali tantangan termasuk mengkombinasikan seluruh karakter siswa. Jika Siswa Anda 30 siswa, berarti Anda menyatukan karakter 30 siswa. Belum lagi jika Anda masuk lebih dari satu kelas. Urusan pikiran Anda bakal tersedot.

teaching

Banyak yang beranggapan jika ingin menjadi guru favorit adalah kuasai materi. Mohon maaf, saya mengatakan itu merupakan suatu kekeliruan. Kenapa? Karena menguasai materi adalah kewajiban Anda.

Banyak sekali fakta dilapangan kita jumpai, guru yang sangat menguasai materi, bahkan bisa dikatakan otak profesor. Ternyata menjadi guru yang sangat membosankan. Para siswa menginginkan guru tersebut tidak masuk.

Ok, bagaimana cara menjadi guru yang disukai seluruh siswa?

1. Pahami Situasi dan Kondisi Sekolah Maupun Kelas

Istilah kerennya melihat-lihat keadaan. Hal ini yang jarang dilakukan para guru. Pokoknya mengajar di tempat sekian, masuk ke kelas sekian, berusaha memberikan pengajaran, tanpa memperhatikan kondisi sekolah maupun kelas.

Di antara satu sekolah dengan sekolah lainnya tidaklah sama. Bisa jadi sekolah yang satu sangat menyukai guru yang mengajar pelajaran full non-stop. Atau bisa jadi sekolah lainnya menyukai guru yang humoris.

Bahkan di antara kelas yang satu dengan kelas yang lainnya bisa jadi berbeda kondisi. Ehm … terkhusus untuk kelas terpandai dan kurang pandai. Sangat berbeda.

Nah … tugas Anda adalah memahami situasi dan kondisi. Pahamilah dan lakukan beberapa eksperimen. Bukan hanya ilmuwan saja yang melakukan eksperimen, tapi guru juga.

2. Pahami Mayoritas Karakter Siswa

Anda tidak mungkin dapat memahami seluruh karakter siswa. Jika siswa Anda berjumlah 30 orang, maka Anda harus memahami 30 karakter? Tentu saja tidak. Tekniknya di sini, memahami karakter mayoritas.

Setiap kelas sangat berbeda. Bisa jadi di kelas A karakter mayoritas adalah karakter serius dan kelas B karakter humoris. Inilah tugas Anda memahaminya.

Tentu saja saya akui ini sangat sulit. Anda memang bukan seorang aktris/aktor yang harus memerankan sebuah scene yang mampu menghipnotis seluruh penonton. Tapi kurang lebih sama.

Saya katakan di sini. Anda adalah aktor/aktris terbaik. Sang aktor/aktris hanya perlu memahami beberapa karakter. Tapi Anda harus memahami lebih dari 20 karakter.

Kelas adalah panggung Anda dan jadilah guru yang disukai siswa.

3. Disiplin Tapi Bukan kejam

Ingat! Disiplin! Bukan kejam. Disiplin dan kejam adalah beda tipis.

Bisa saya gambarkan demikian.

Si guru A selalu memberikan hukuman push up tiga kali bagi siapapun yang ribut tanpa pandang bulu.

Si guru B selalu memberikan hukuman push up sepuluh bagi siapapun yang ribut tanpa pandang bulu.

Nah pertanyaan saya. Di antara guru A dan B, siapa yang disiplin siapa yang kejam? Terlihat jelas bukan perbedaannya.

Maka dengan sekali lihat saja maka akan terlihat jika guru A adalah guru disiplin dan guru B adalah guru kejam (mungkin dalam konteks Anda sebagai guru ataupun calon guru berpikir kalau kedua guru tersebut adalah disiplin. Tidak ada yang kejam. Tapi … hal ini saya mengangkat dalam konteks siswa. Mungkin jika Anda siswa dan menemui guru yang demikian, Anda akan sepaham dengan saya).

Itulah perbedaannya. Disiplin memang harus, menegakkan disiplin dan menghukum jika salah. Tapi hukumannya jangan yang berat, yang ringan saja. Kalau bisa yang bisa membuat para siswa kapok.

Nah pertanyaannya? Hukuman jenis apa yang ringan tapi mampu membuat kapok? Itulah makanya Anda harus memahami situasi dan kondisi sekolah maupun kelas.

4. Murah Ngasih Nilai Tapi Kejam Saat Ujian

Bukan rahasia lagi, mungkin Anda juga jika menjadi siswa, sangat menyukai guru yang murah ngasih nilai.

Tiba-tiba Anda mendapat nilai 90 rasanya itu something sekali. Nah … jika Anda mendapat nilai 70, dongkol bukan. Pakek nyalahin guru lagi.

Hal tersebutlah yang menjadi perhatian saya. Menjadi seorang guru seharusnya orang yang murah sekali memberikan nilai. Minimal 80-lah. Hehe ini dalam konteks saya. Saya memberikan nilai minimal 80.

Tapi … ketika ujian jangan memberi ampun. Usahakan soal yang diijinkan memilih tingkat kesulitan tinggi. Anda juga mengawasi para siswa dengan tatapan mata elang. Jangan beri sedikitpun celah untuk menyontek apalagi mengkopek.

Perhatikan saja. Siswa lebih mengingat nilai yang Anda berikan daripada ujian yang Anda berikan.

5. Ramah Tapi Jangan Terlalu Ramah

Guru sekarang diwajibkan untuk berbaur terhadap siswa. Ini bukan lagi seperti guru masa lampau. Jika guru masa lampau, siapa guru yang kejam itulah guru yang ideal. Sekarang tidak lagi.

Makanya menjadi ramah sangat dibutuhkan. Berusahalah mendekati para siswa, masuk ke dalam pergaulan mereka (seadanya saja). Tapi ingat! Jangan terlalu ramah. Kenapa? Karena jika Anda terlalu ramah, para siswa akan merendahkan Anda. Usahakan buat batas yang terlihat jelas antara guru dan siswa.

6. Berikan pengajaran Yang Lugas, Bahasa Ringan, dan Mudah Dimengerti

Ujung-ujungnya tugas guru adalah mengajar. Nah … bagaimana cara Anda mengajar?

Saran terbaik saya adalah mengajarlah dengan lugas, bahasa ringan (usahakan sesuai dengan mayoritas karakter siswa), dan mudah dimengerti.

teaching

Salah satu temuan yang saya temui di lapangan. Jika Anda mengajar dengan bahasa ringan (sesuai dengan karakter mayoritas siswa) maka mayoritas siswa di kelas akan mengerti apa yang Anda sampaikan. Hal ini membuktikan Anda perlu memahami karakter mayoritas siswa.

Bisa jadi bahasa mengajar di kelas yang satu berbeda dengan kelas yang lainnya. Tergantung dengan karakter mayoritas siswa. Ingat! Kelas adalah panggung Anda, maka keluarkanlah seluruh kemampuan Anda.

7. Mengayomi, Memotivasi, dan Menjadi Suri Tauladan

Apa jadinya jika Anda melihat tingkah laku guru yang sangat enggak bangat. kelakukaannya tidak patut ditiru? Anda pastinya akan memblacklish guru tersebut dari daftar guru favorit Anda bukan?

Nah … makanya tingkah laku perlu diperhatikan. Jadilah menjadi suri tauladan yang baik untuk muridnya. Boleh sih Anda berlaku konyol. Tapi ingat! Harus dalam batas wajar dan ditolerir.

Mengayomi dan memotivasi siswa. Hal tersebut sangat perlu. Siswa itu selayaknya bayi yang baru lahir. Mereka masih belum tahu apa-apa tentang dunia. Yang mereka lihat, itulah yang mereka percaya. Anda pun pada saat menjadi murid pasti berpikir demikian.

Nah Anda yang sudah merasakan pahit manis dunia, wajib membimbing mereka agar mereka tidak tersesat. Bukannya melihat salah satu siswa Anda berhasil merupakan kado yang terindah untuk Anda?

~Amrudly

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here