Tips Mengajar dengan Menggunakan Facebook

Di era teknologi sekarang ini, sosial media khususnya facebook semakin tidak terbendung lagi. Setiap detik selalu bermunculan akun baru facebook.

Apakah sosial media itu baik atau buruk?

Tidak dapat dipungkiri. Pertumbuhan sosial media yang tinggi juga berdampak pada penggunanya. Bisa saja sosial media digunakan untuk hal-hal yang mendatangkan kebencian. Ini memang sangat dihindari.

Tips Mengajar Dengan Menggunakan Facebook

Atau bisa saja abu-abu. Maksudnya di sini, si pengguna malah curhat di sosial media. Positifnya sih … dapat banyak follower. Negatifnya? Anda sepertinya sudah tahu akan dampak negatifnya.

Nah … banyak juga kegiatan positif yang menunjang di sosial media. Dalam hal ini saya menggunakan sosial media facebook untuk menambah pemahaman siswa.

Hasilnya? Dalam 4 bulan saya menggunakan cara ini, terjadi peningkatan yang sangat tinggi. Nggak tinggi-tinggi amat sih, bolehlah sedikit lebai. Perhatikan grafik berikut.

Note: Data ini saya dapat berdasarkan temuan saya. Tidak ada pembuktian ilmiah dari data ini.

Nah … bagaimana cara saya menggunakan facebook sebagai kegiatan mengajar?

1. Usahakan Berteman dengan Seluruh Akun Siswa

Usahakan Berteman Dengan Seluruh Akun Siswa

Hal ini memang sangat-sangat wajib. Kenapa? Percuma dong kalau mengajar menggunakan facebook tapi siswa yang berteman cuman sedikit. Usahakan semuanya. Satu rahasia untuk Anda, para siswa senang jika Anda berteman dengan facebook. Mereka dengan senang hati memberi tahu nama akun mereka. Tapi jangan sampai password juga ditanya ya!

Untuk apa kegunaannya? Tidak lain dan tidak bukan adalah untuk menjangkau seluruh siswa. Karena kita akan mengadakan pengajaran TIDAK LANGSUNG melalui facebook.

Apa itu pengajaran tidak langsung?

Yaitu pengajaran tanpa melakukan tatap muka. Tapi melalui sebuah media tulisan ataupun video.

2. Usahakan Menulis dengan Bahasa Ringan

Karena menggunakan media facebook berarti mau tidak mau Anda harus menulis. Nah … ini permasalahannya. Menulis itu sangat berat. Bahkan untuk menulis satu paragraf saja itu bisa bikin puyeng.

Mudah sih menulis, kalau tidak memikirkan pembaca. Nah … Anda di sini adalah guru dan Anda menulis untuk siswa. Yang artinya, tulisan Anda harus dipahami siswa.

Bisa juga Anda menulis isi buku tentang materi tertentu. Bisa! Tapi usahakan Anda mengetahui karakter siswa. Jika mereka memang langsung mengerti dengan hanya membaca buku, gunakanlah demikian. Jika tidak? Usahakan buat tulisan lebih sederhana.

Dalam kasus saya. Siswa yang berada kelas terpandai memahami tulisan dari buku. Selebihnya, tidak.

Ini juga temuan yang saya temui. Siswa lebih bersemangat membaca tulisan di facebook daripada tulisan di buku.

3. Jika Membuat Video Usahakan Jangan Video Monoton

Jika Membuat Video Usahakan Jangan Video Monoton

Bisa juga Anda membuat video ke facebook. Anda buat video dan upload. Beres. Tapi ada satu kelemahannya! Rata-rata video untuk pengajaran itu monoton. Itulah alasannya mengapa jarang sekali Anda lihat di televisi membuat channel video pembelajaran. Bahkan dalam sinetron/film layar lebar, yang ceritanya mengenai sekolah. Untuk bagian pengajaran biasanya dipotong atau dipercepat waktunya.

Nah … di sini Anda harus membuat video yang menarik bagi siswa. Susah? Ya buat tulisan saja.

4. Usahakan Menerbitkan Tulisan Satu Hari Sebelum KBM

Maksudnya seperti ini. Anda masuk hari kamis. Maka pada hari rabu Anda sebar tulisan itu. kenapa? Hal tersebut untuk memacu siswa belajar di rumah.

Temuan yang sangat bagus. Sebagian besar siswa malas mengulang kembali pelajaran kecuali saat ujian. Nah …. Tugas Anda di sini memacu siswa untuk belajar di rumah.

Tentu saja, jika Anda menyuruh siswa untuk membaca buku di rumah, hanya 1% siswa mau membaca buku. Selebihnya? Ya … cerita lama.

5. Dalam Tulisan Anda, Cantumkan Contoh Soal dan TUGAS Untuk Siswa

Ini hal yang tidak boleh dilupakan. Jika Anda membuat tulisan, nah setelah membuat tulisan Anda sebar ke media facebook. Anda beritahu siswa Anda. Jika tidak ada unsur tugas di dalamnya, hanya 1% siswa yang membaca tulisan Anda.

Jika Anda tidak membuat contoh soal, maka siswa akan kewalahan mengerjakan tugas Anda. Jadi solusinya, cantumkan contoh soal dan tugas.

Kenapa demikian? Kenapa tidak disuruh saja buka halaman sekian dan kerjakan halaman sekian?

Menurut saya, ini menurut saya dan berdasarkan temuan saya. Zaman sudah bergeser ke era layar. Siswa MALAS membaca buku. Membuka buku saja muak. Nah … kenapa membaca status, membaca tulisan di blog mereka rajin? Padahal sama-sama MEMBACA.

Saya pun tidak tahu jawabannya. Tapi yang pasti begitulah fenomena zaman sekarang.

Anda sebagai guru harus fleksibel. Jangan terpaku dengan sistem lama. Maka Anda pun harus membuat contoh soal dan tugas dalam tulisan facebook Anda. Bisa Anda gunakan soal yang sama dengan buku. Daripada Anda repot memikirkannya. Percayalah, siswa akan merasa soal yang Anda buat di facebook dengan soal di buku tidak sama. Padahal, siswa nggak baca buku.

6. Jangan Pernah Lupa Mengumpul Tugas Saat KBM Berlangsung

Jangan Pernah Lupa Mengumpul Tugas Saat KBM Berlangsung

Ini adalah hukum pasti. Sekali Anda lupa mengumpulkan tugas, maka siswa akan menganggap remeh dengan tulisan maupun tugas Anda. Maka jangan pernah!

Kalau bisa beri sedikit ancaman. Misal, jika nilai 60 ke bawah harus remedial atau apapun itu. Ini sangat efektif membuat takut siswa dan memacu dia untuk belajar, meskipun dalam keadaan terpaksa.

Ada sih nanti beberapa siswa mengerjakan tugas pagi-pagi sekali. Ini mah cerita lama. Sejak zaman penjajahan hal seperti ini sudah ada. Nah … bagaimana cara menyikapinya? Anda santai saja.

Kenapa? Karena hal tersebut berlaku kepada siswa yang malas belajar. Dan … tidak setiap saat mereka melakukan demikian. Ada beberapa waktu mereka mengerjakannya sendiri. Yang perlu Anda lakukan, tanamkanlah motivasi belajar untuk siswa. Bukannya menanamkan motivasi merupakan kewajiban Anda. Bahkan sebelum pembelajaran, Anda seharusnya memberikan motivasi.

7. Dan Yang Paling Penting, Perhatikan Situasi Siswa dan Situasi Lingkungan

Dan Yang Paling Penting, Perhatikan Situasi Siswa Dan Situasi Lingkungan

Pembelajaran menggunakan facebook ini hanya efektif di:

  1. Kota/desa dengan kecepatan internet stabil.
  2. Pendapatan orang tua siswa menengah ke atas.
  3. Semua siswa menggunakan smartphone.
  4. Dan tentu saja, Semua siswa tidak lepas dari internet.

Jika Anda berada di kota, khususnya berada di sekolah elit atau dengan tingkat pendapatan orang tua siswa menengah ke atas. Hal tersebut sangat efektif untuk Anda lakukan. Karena para siswa tidak akan merasa keberatan sedikitpun.

Tapi….

Jika Anda berada di kota/desa, sudah koneksi internet simpang siur dan juga pendapatan orang tua siswa menengah ke bawah. Jangan harap berhasil. Ini hanya mitos saja. Jangankan memberi paket internet, ke warung internet saja susah.

Maka dari itu, sebaiknya Anda memahami situasi dan kondisi. Jangan pernah memaksakan siswa yang membuat siswa merasa kewalahan.

Guru memang harus dituntut ini dan itu dengan gaji ala kadarnya. Memang sangat berat. Tapi itulah tantangannya. Sangat menantang bukan?

~Amrudly

4 COMMENTS

  1. Ide yang bagus.. bisa dicoba nanti. Thanks yaaaa infonya.

    • Iya wa, coba deh dan rasakan manfaatnya 😀

      • Iyaaa.. ntar kalo udh mulai ngajar wa buat gitu soalnya belajar bahasa lebih luwes kan.. 🙂

        • Iya bahasa itu lebih luwes 🙂

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here