9 Panduan Sederhana Teknik Menulis Yang Benar

Menulis itu bisa dikatakan mudah bisa dikatakan sulit. Bagi sebagian kecil orang mengatakan menulis itu mudah. Dan bagi sebagian besar orang mengatakan menulis itu susah. Contohnya, Sudah berapa banyak mahasiswa yang terkatung-katung skripsinya? Itu menunjukkan kalau menulis itu sulit. Maka dari itu, ada panduan sederhana teknik menulis yang benar.

Teknik menulis yang disampaikan di sini hanyalah teknik yang secara umum saja, bukan mendalam hehe.

Tanpa mempersingkat kata, berikut 9 panduan sederhana teknik menulis yang benar.

1. Perhatikan Jenis Tulisan

Pertama itu perhatikan jenis tulisan. Apakah ini jenis tulisan fiksi atau non fiksi. Cara penulisan keduanya jelas berbeda. Apakah nantinya Anda menggunakan paragraf pendek atau panjang? Itu tergantung dengan jenis tulisan yang ingin Anda tulis.

Jenis tulisan fiksi dan non fiksi beda pula dari segmen pembaca. Nah … kalau membuat cerpen beda cara menulis dengan membuat skripsi. Jangan disamakan pula.

2. Pertimbangkan Pembaca Anda

Ini juga harus dipertimbangkan. Kenapa Anda menulis? Tentunya untuk dibaca bukan? Kecuali kalau Anda menulis diary di buku kesayangan, kalau ini memang tidak dibaca orang.

Pertimbangkan pembaca yang akan membaca tulisan Anda. Apakah dari golongan akademis, golongan biasa saja, remaja, atau anak-anak. Tentu saja teknik menulis setiap golongan berbeda.

Misalnya ketika pembaca tulisan Anda adalah golongan akademis. Tentu mereka lebih senang dengan tulisan baku disertai dengan bukti ilmiah. Walaupun menggunakan bahasa yang membosankan, mereka akan senang karena diberikan data yang akurat.

Jika pembaca Anda adalah remaja, tentu saja mereka tidak suka dengan bahasa yang terlalu baku dan dibubuhi data ilmiah. Mereka lebih senang dengan tulisan sederhana dan bahasa yang digunakan ringan. Maka perhatikan segmen pembaca tulisan.

3. Perhatikan Orientasi Publik

Tulisan Anda tentunya disebar di publik. Entah itu melalui penerbitan jurnal, penjilidan skripsi, penerbitan penerbit, atau penerbitan di media online. Yang pastinya tulisan Anda akan meluncur di publik. Hati-hati menulis di media social, karena itu sangat rawan banget.

Maka dari itu, perhatikan orientasi publik. Pilih, siapa pembaca yang akan membaca tulisan Anda. Apakah para akademis, remaja, dewasa, atau anak-anak. Seperti yang sudah disebutkan, teknik menulis yang digunakan berbeda untuk para akademis, remaja, dewasa, atau anak-anak.

4. Tentukan Tema dan Ide Tulisan

Tentukan Tema dan Ide Tulisan

Tentukan tema apa yang ingin Anda tulis, lalu kembangkanlah ide. Mana yang lebih penting, tema atau ide? Dua-duanya sama saja itu. Semisalnya begini, tema tulisan saya, “Hubungan cinta antar remaja,” dan ide tulisan saya, “Dua orang remaja yang sama-sama patah hati akhirnya jatuh cinta lagi.”

Lihat keduanya saling berhubungan bukan? Antara tema dan ide? Maka dari itu, jika ditanya mana yang lebih penting tema atau ide? Sama-sama penting.

5. Kembangkan Ide

Nah … dari ide tersebut mulailah mengembangkannya. Mulailah menulis berdasarkan ide yang tercantum di benak Anda. Untuk tahap ini, Anda sudah mengetahui orientasi publik yang ingin dituju. Untuk apa? Agar Anda bisa menyesuaikan ide menulis dan cara menulis, yang akan Anda gunakan.

Oh ya, pertimbangkan pula apakah Anda menggunakan paragraf pendek atau panjang. Bukan hanya itu, Anda juga harus mampu membuat paragraf pertama yang mampu memikat pembaca. Karena pembaca lebih fokus terlebih dahulu di paragraf pertama, jika paragraf pertama menarik, tentu tulisan Anda akan semakin dibaca.

Jangankan pembaca, Anda juga jika berada di posisi pembaca, tentu lebih dahulu membaca paragraf pertama bukan?

6. Perhatikan Unsur Tulisan

Apa yang dimaksud dari unsur tulisan di sini? Yaitu perhatikan keefektifan kalimat. Apakah kalimat tersebut akan menembus si pembaca? Maksudnya, apa si pembaca mengerti dengan tulisan Anda? Ingat! tulisan Anda berorientasi ke publik, maka sebaiknya gunakanlah kalimat yang mudah dimengerti.

Kalau untuk ini, dimanapun segmen pembaca Anda, bahasa yang mudah dimengerti tentu menjadi idola. Pembaca tidak akan suka dengan tulisan yang sukar dimengerti.

7. Perhatikan Gaya Tulisan

Nah … pembaca Anda untuk akademis, anak-anak, remaja, atau dewasa? Tentu saja beda gaya tulisan kesemuanya.

Jika untuk golongan akademis, gaya menulis baku disertai dengan data, merupakan hal yang mutlak dan menarik bagi para akademis. Tapi bagaimana dengan remaja atau anak-anak? Tentu mereka lebih suka kata yang tidak terlalu baku, bahasa santai dan sedikit dibubuhi bahasa gaul. Maka teknik menulis di sini sangat dibutuhkan.

Dalam pikiran Anda, jangan samakan antara para akademis, anak-anak, remaja, atau dewasa. Kesalahan Anda menggunakan gaya tulisan akan berdampak pada tulisan Anda.

Oh ya, pertimbangkan juga ciri khas gaya tulisan Anda. Setiap penulis pasti mempunyai ciri khasnya masing-masing. Bagaimana mendapatkan ciri khas tulisan Anda? Saran dari saya, sebaiknya berlatihlah menulis. Karena dengan banyak menulis, Anda akan menemukan ciri khas Anda. Seperti berkendara sepeda motor. Setelah menaiki sepeda motor berkali-kali maka Anda mendapatkan ciri khas Anda menaiki sepeda motor bukan?

Oh ya, untuk tulisan fiksi, tentukan ending yang akan Anda gunakan. Apakah happy ending, sad ending, atau cliffhanger. Ending yang menarik, tentu akan menarik pembaca untuk tulisan Anda selanjutnya.

8. Pertimbangkan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD)

Untuk Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) memang perlu banget. Ada yang bilang EYD tidak perlu untuk pembaca anak-anak atau remaja. Maaf, ini sangat perlu banget.

Menggunakan bahasa gaul boleh-boleh saja. Mungkin dalam bahasa gaul itu tidak terdapat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Tapi … itu hanya sekali-kali saja digunakan. Jangan hampir keseluruhan tulisan Anda menggunakan bahasa gaul.

EYD mempengaruhi teknik menulis Anda. Tulisan yang berkualitas tinggi tentunya EYD-nya bagus sekali. Baik itu untuk fiksi apalagi non fiksi. Untuk fiksi, bisa Anda lihat tulisan terkenal, para penulis menggunakan EYD yang baik. Dan untuk tulisan non fiksi, EYD itu mutlak.

9. Lakukan Penyuntingan

Lakukan Penyuntingan

Sebenarnya dalam menulis, bagian mana yang paling sulit? Yang paling sulit ada di bagian penyuntingan. Kenapa? Karena Anda harus mencari kesalahan dalam tulisan Anda, dan itu Anda lakukan sendiri.

Saya tahu, melihat kembali tulisan sendiri itu susah banget. Rasanya tulisan sudah sempurna banget. Tapi ingat! pasti ada kesalahan pada tulisan Anda. Kalau bisa, Anda meminta orang lain untuk membantu Anda dalam melakukan penyuntingan. Banyak penulis melewatkan bagian ini, tapi inilah yang paling penting dalam menulis.

Dalam teknik menulis, sebaiknya memilih judul kapan? Apakah sebelum menulis atau sesudah menulis? Saran dari saya pilihlah keduanya. Judul juga sangat berpengaruh pada tulisan Anda, maka dari itu, sebaiknya pilihlah judul yang menarik, agar tulisan Anda mendapat perhatikan yang wah dari pembaca.

Demikianlah panduan sederhana teknik menulis yang benar. Jika ditanya, bagaimana caranya menjadi penulis yang mampu menghasilkan tulisan berkualitas dan menarik pembaca? Jawabannya berlatihlah. Tidak ada orang yang sekali mencoba langsung ahli. Orang paling berbakat sekalipun pasti membutuhkan banyak latihan. Bahkan, Thomas Alfa Edison melakukan seribu kali percobaan agar dia berhasil.

4 COMMENTS

    • Hehehe klo itu belum tahu mas, baru pertama ngikutin soalnya 😀

  1. Terimakasih untuk artikelnya, masih harus sering latihan agar tulisan menjadi semakin baik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here