9 Tugas Perkembangan Anak Usia Sekolah Dasar

Perkembangan anak usia sekolah

Pertama-tama, apa itu pengertian anak usia sekolah? Pengertian anak usia sekolah adalah anak yang masih berusia enam sampai dua belas tahun, yang akan menjadi pengalaman inti bagi anak. Pada usia ketika anak dianggap mulai bertanggung jawab atas kelakuan dia sendiri terhadap hubungannya dengan orang tua, teman, dan orang lainnya. Perlu diketahui, usia sekolah adalah dimana anak memperolah dasar-dasar ilmu pengetahuan untuk mengembangkan bakat yang dia miliki. Mengingat begitu krusialnya perkembangan anak usia sekolah, maka ada yang disebut tugas perkembangan anak usia sekolah dasar.

Untuk apa tugas perkembangan anak usia sekolah? Hal ini untuk lebih mengembangkan pengetahuan dan kepekaan bagi anak tersebut. Seperti yang sudah dipaparkan sebelumnya, sekolah dasar adalah dasar ilmu pengetahuan untuk mengembangkan bakat yang dia miliki. Bisa juga disebut sebagai dasar bagi masa depan.

Tentunya perkembangan anak usia sekolah 6-12 tahun membutuhkan beberapa pengawasan bagi orang tua maupun guru. Karena pada usia tersebut, anak masih mempunyai keinginan bermain yang teramat tinggi. Anak tidak bisa dilarang, makin dilarang makin sering dia membantah di kehidupan dewasanya kelas. Jadi yang perlu dilakukan adalah menuntun anak.

Tugas Perkembangan Anak Usia Sekolah

Nah, berikut 9 tugas perkembangan anak usia sekolah, demi masa depan anak yang lebih baik. Sebagai pendidik maupun orang tua, sebaiknya tidak melarang anak namun menuntun anak dengan bijak.

1. Mempelajari keterampilan fisik yang diperlukan dengan permainan menyenangkan

Pada usia enam sampai dua belas tahun yang merupakan masa pertumbuhan. Maka sangat wajar jika pertumbuhan fisik juga diperhatikan. Apalagi yang menyangkut terhadap keterampilan fisik, sebaiknya diperhatikan dengan serius.

Namun, pada anak-anak itu tidaklah mudah. Tidak seperti orang dewasa yang bisa dipaksa untuk melakukan keterampilan fisik, misalnya melakukan push up lima puluh kali. Pada anak-anak berbeda, anak-anak tidak bisa dipaksa. Hal ini nantinya akan berdampak pada kehidupan dewasanya. Anak-anak harus mempelajari keterampilan fisik dengan permainan menyenangkan

Maka ciptakanlah permainan menyenangkan untuk keterampilan fisik yang mendukung tumbuh kembangnya. Banyak sekali permainan yang membentuk keterampilan fisik, salah satunya adalah olahraga sepak bola bagi laki-laki dan olahraga bulu tangkis bagi perempuan. Masih banyak lagi permainan yang mampu meningkatkan keterampilan fisik bagi anak-anak.

2. Membentuk sikap terpuji terhadap diri sendiri

pendidikan anak usia dini

Anak-anak adalah masa meniru seorang dewasa. Ketika dia meniru seorang yang buruk, kemungkinan besar dewasanya akan menjadi buruk. Begitu juga sebaliknya, ketika anak meniru seorang yang terpuji, maka dewasanya akan penuh kebaikan. Masa anak-anak adalah masa yang krusial dalam membentuk pribadi.

Peran orang tua, guru, kakak, dan orang dewasa sangat penting dalam perkembangan sikap anak. Dengan memberikan contoh sikap terpuji, diinginkan anak akan mencontoh sikap terpuji tersebut dan akan menanamkan di dalam dirinya, dia akan terus melakukan perbuatan terpuji.

Maka dari itu, sebagai pendidik, orang tua, orang yang telah dewasa, bimbinglah anak agar menjadi orang yang terpuji. Anak itu seperti kertas yang masih putih. Jika dia menaburkan kebaikan di kertas tersebut, maka kertas tersebut akan tetap tertulis kebaikan. Namun, jika kertas tersebut tertulis kejahatan, maka akan sangat sulit untuk menghapusnya.

3. Belajar bergaul dengan teman sebaya

Salah satu aspek penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak usia sekolah adalah bagaimana seorang anak berinteraksi dengan teman-temannya. Hal ini sangat penting sekali, bahkan bisa dibilang terlalu penting.

Dan salah satu alasan mengapa penting pendidikan anak usia dini itu perlu ya … karena dengan pendidikan anak usia dini, diharapkan anak tersebut mampu bergaul dengan teman sebayanya. Dengan demikian, pergaulan yang baik dan sehat akan terus tertanam di benak hati seorang anak hingga dewasa. Ingat! Salah satu aspek penting dalam keberhasilan seseorang adalah pergaulan yang baik dan sehat.

Damon E. Jones PhD, Mark Greenberg PhD, and Max Crowley PhD pada penelitiannya menemukan bahwa ada hubungan antara kemampuan komunikasi seorang anak dengan kesuksesannya di masa yang akan datang. Anak yang mampu berkomunikasi yang lugas bersama temannya cenderung meraih kesuksesan.

4. Mempelajari peranan yang sesuai dengan jenis kelamin dirinya

Hal ini sangat penting, karena jangan sampai seorang anak berjenis kelamin laki-laki, bertingkah laku layaknya seorang perempuan. Tentu saja ini menjadi masalah besar di kehidupannya ke depan.

Hal inilah tugas perkembangan anak usia sekolah, salah satunya untuk memperlihatkan peranan yang sesuai dengan jenis kelaminnya. Karena hal tersebut sangat krusial ketika dia dewasa nanti.

Dan juga penting untuk mendidik anak tersebut sesuai peranannya. Yang mana anak laki-laki didik untuk lebih bertanggung jawab, anak perempuan didik untuk lebih bersikap keibuan. Memang hal tersebut masalah sepele ketika dilihat pada saat anak-anak. Namun, tentu ini sangat berdampak besar ketika dewasa nanti.

5. Mempelajari keterampilan dasar seperti membaca, menulis, dan berhitung

Sesuaikan Minat dan Kesukaan

Tugas perkembangan anak usia sekolah selanjutnya adalah memberikan keterampilan dasar pada anak seperti, menulis, da berhitung. Keterampilan tersebut akan terus digunakan hingga dewasa nanti.

Tentu dalam memberikan keterampilan tersebut, tidaklah semudah yang dikira. Karena: anak tidak boleh dipaksa, pada usia 6 – 12 tahun bukan masanya belajar namun bermain, harus menciptakan suasana yang nyaman dan menyenangkan.

Tidak seperti SMA yang diterangkan sedikit, maka para siswa akan mencatat dan mempelajarinya. Atau di kuliah, hanya memberikan tugas saja sudah bisa disebut pembelajaran. Pada anak sekolah dasar tidak demikian. Ada tata cara mengajari anak menulis, membaca, maupun berhitung dan itu harus menyenangkan bagi si anak.

6. Mengembangkan keterampilan yang diperlukan dalam kehidupan

Keterampilan seperti membaca, menulis, dan berhitung memang keterampilan yang sangat dibutuhkan. Namun, bukan hanya itu saja keterampilan yang dibutuhkan. Ada ratusan keterampilan untuk mengembangkan tumbuh kembang si anak.

Nah, tugas perkembangan anak usia sekolah adalah mengembangkan keterampilan yang diperlukan. Misalnya keterampilan bernyanyi, menggambar, olahraga, mungkin itu sangat diperlukan bagi anak.

Dan juga, terkadang kita melihat bakat terpendam anak dengan melihat keterampilan yang berhasil dia kembangkan dengan sendirinya. Anak itu memang tidak baik dipaksa belajar. Namun, kalau dia menyenangi pelajaran atau keterampilan tertentu, dia akan mendalami hal tersebut. Dan terkadang, pelajaran atau keterampilan tersebut merupakan bakat terpendam si anak. Baik orang tua maupun pendidik wajib peka terhadap hal tersebut.

7. Mendengarkan kata hati, moralitas, dan nilai-nilai

Kata hati itu selalu ada di dalam diri manusia. Sebuah kata yang menyuruh kita untuk mengikuti moralitas dan nilai-nilai kebenaran. Jika ada yang menyimpang dari tingkah laku, maka kata hati akan bergerak untuk memperingatkan kita.

Namun tahukah Anda, bahwa kata hati itu semakin dewasa semakin tidak terdengar. Karena ketika pada masa anak-anak, kita mulai mengabaikan kata hati tersebut. Dan pada masa menginjak remaja, kata hati semakin terabaikan.

Dan inilah pentingnya tugas perkembangan anak usia sekolah. Mendidik seorang anak untuk mengikuti kata hati, mengikuti moralitas dan nilai-nilai baik. Agar tumbuh kembangnya menjadi anak yang cerdas, berguna, dan berakhlak baik.

8. Memperoleh kebebasan diri dalam berkreasi sesuai dengan norma

Cara Meningkatkan IQ Otak

Banyak yang salah mengartikan kebebasan tersebut. Ada yang mengartikan kalau dia bebas berbuat apapun tanpa dilarang oleh pihak manapun. Sehingga, ketika ada orang yang menegur dirinya karena kebebasan yang dia pegang teguh, dia marah dan mengatakan kalau orang tersebut mengekang dirinya.

Pada anak-anak, memang dianjurkan untuk mengikuti kebebasan di dalam dirinya. Kebebasan berkreasi dan belajar demi mengasah bakat yang dia miliki. Namun, perlu bimbingan orang tua maupun pendidik untuk mengawasi anak tersebut.

Jangan biarkan anak tumbuh tanpa pengawasan. Karena hal itu sangat tidak baik untuk tumbuh kembangnya. Ketika dewasa nanti, si anak semakin tidak mengetahui arti kebebasan sesuai norma. Semasa kecil, berikan anak kebebasan, namun tetap awasi si anak. Jika si anak melakukan kesalahan, tegur dia dengan kalimat lembut.

9. Mengembangkan bersosialisasi terhadap kelompok-kelompok dan lembaga sosial

Nah, seperti yang sudah dipaparkan sebelumnya, bawa kemampuan bersosialisasi itu sangat penting. Jika sebelumnya adalah kemampuan bersosialisasi dengan teman sebaya, ini dengan kelompok dan lembaga sosial.

Dengan demikian, kecerdasan emosional semakin berkembang ke arah yang lebih baik. Apalagi dengan kemampuan bersosialisasi dengan lembaga sosial, mendapatkan dua keuntungan sekaligus yakni: mengembangkan kemampuan komunikasi anak dan mengembangkan sikap peduli sosial si anak.

Dan juga, mengembangkan bersosialisasi terhadap kelompok yang akan menumbuhkembangkan bakat terpendam si anak. Dengan demikian, si anak semakin banyak belajar dan bermain.

Penutup

Tugas perkembangan anak usia sekolah jika diperhatikan memang berat. Maka dari itu, tidak hanya pendidik saja yang mengawasi dan menumbuhkembangkan kemampuan si anak. Namun orang tua juga wajib ikut andil. Oh ya, awasi pula tontonan anak, karena hal tersebut sangat berpengaruh besar. Kebanyakan anak akan meniru apa yang dia lihat, maka dari itu, perlu andil dari orang tua untuk mengawasi tontonan anak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here