Penjelasan Singkat Mengenai Reksa Dana

Penjelasan Singkat Mengenai Reksa Dana

Untuk yang terjun ke dunia investasi, pasti banyak sekali pilihan. Mulai dari saham, emas, property, dan reksa dana. Untuk saham sudah umum, begitu juga dengan emas dan property (bangunan). Nah, bagaimana dengan reksa dana? Berikut penjelasan singkat mengenai reksa dana.

Reksa dana ialah kontrak investasi kolektif, pengertian kolektif di sini adalah “patungan”, di mana Anda dan investor-investor lainnya menaruh uang di sebuah wadah, bisa dimisalkan dalam sebuah baskom. Jumlah uang yang ditaruh mulai dari Rp 100.000.

Semakin banyak investor lain yang menaruh uangnya, maka akan terkumpul jumlah yang sangat banyak di dalam baskom tersebut. Uang inilah yang nantinya dikelola untuk menghasilkan hasil/return/keuntungan.

Mengapa harus patungan? Banyak sekali dari kita yang sulit sekali menyisihkan penghasilan bulanan untuk menabung, apalagi untuk berinvestasi. Jika berhasil menyisihkan uang untuk ditabung, jumlahnya tidak banyak, bisa mulai dari Rp 100.000 hingga jutaan rupiah per bulan. Dengan jumlah tersebut, tentu sulit untuk Anda jika ingin memilih investasi property misalnya, karena investasi property membutuhkan dana yang banyak.

Untuk investasi saham memang bisa, namun Anda tidak akan mendapatkan lot yang banyak, dan sangat sedikit jenis saham unggulan yang bisa didapatkan. Investasi emas memang bisa, namun tidak disarankan untuk investasi jangka panjang. Maka dari itu, jika diperhatikan, investasi reksa dana cukup terjangkau.

Pertanyaannya, siapakah yang mengelola uang yang sudah dikumpul tersebut? Pengelola uang tersebut disebut manajer investasi. Manajer investasi ini, nantinya akan mentransaksikan uang patungan tadi ke bursa saham, jual beli obligasi, dan lain-lain. Namun, manajer investasi ini dilarang untuk memegang langsung uang patungan tersebut. Uang patungan tadinya akan dipegang oleh bendahara, yaitu bank kustodian. Jadi manajer investasi memberikan perintah khusus ke bendahara (bank kustodian) untuk mentransaksikan uang tersebut.

Manajer investasi dalam dunia nyata adalah instansi keuangan di mana instansi tersebut ada orang-orang yang andal dalam mengelola investasi reksa dana. Bank kustodian adalah bank yang ditunjuk untuk menyimpan dan mentransaksikan uang patungan kelolaan reksa dana. Mengapa demikian? Hal ini untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan dana yang dikelola. Dengan demikian, risiko investasi dengan “uang dibawa kabur” tidak terjadi.

Jumlah dana yang Anda masukkan itu, akan dikonversi ke dalam satuan unit. Laporan mengenai berapa unit dan jumlah rupiah yang dimiliki dalam reksa dana, akan Anda terima setiap bulan berupa statement yang dikirim ke alamat rumah/kantor, ataupun ke email.

Dalam reksa dana, tidak ada keharusan ataupun denda/penalti yang dikenakan jika ingin menaruh atau menarik dana. Anda hanya akan dikenakan subscription fee saat menaruh dana, dan juga redemption fee saat menarik dana, jumlahnya bervariasi tiap produk/manajer investasi. Kisarannya dari 0 – 3%.

Perencanaan keuangan menganjurkan untuk memanfaatkan kebebasan dalam menaruh/menarik dana di reksa dana sesuai dengan menyesuaikan tujuan investasi. Misalnya, jika Anda ingin berinvestasi reksa dana dengan tujuan pensiun, sebaiknya mulai rutin menaruh dana dan akan mengambilnya saat mendekati pensiun.

Reksa dana tentunya diawasi ketat oleh Otoritas Jasa Keuangan, yang dulunya disebut BAPEPAM-LK. Ada regulasi yang harus dilalui dalam persiapan hingga peluncuran, dan juga pengelolaannya. Contohnya, sekali saja manajer investasi lalai/salah melaporkan harga unit dan dana yang dikelola setiap hari, OJK akan mengirimkan surat peringatan.

Dengan demikian, investasi reksa dana termasuk investasi yang aman, karena diawasi dan diregulasi dengan sangat ketat.

Baca juga: 6 langkah mudah meningkatkan manajemen keuangan

Demikianlah penjelasan singkat mengenai reksa dana. Semoga Anda semakin paham dengan investasi reksa dana.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here