Penggunaan Bahan Alami Dalam Pengapungan Bijih Besi (Review Jurnal)

Penggunaan Bahan Alami Dalam Pengapungan Bijih Besi

Ini adalah review dari sebuah literatur review yang berjudul “Literature review on the use natural product in the flotation of iron oxide ores)

Pendahuluan

Penggunaan bahan alam pada pengapungan bijih besi merupakan hal yang umum dilakukan pada industri pertambangan. Berbagai macam bahan alam digunakan, tergantung tempat dan alam di sekitar industri. Dan hasil yang didapat dengan penggunaan bahan alam dalam pengapungan bijih besi ini dinilai cukup efektif.

Setidaknya bahan alam yang sering digunakan dalam pengapungan bijih besi yaitu:

  • Asam lemak, baik hewan maupun tumbuhan
  • Minyak jati
  • Asam lemak dari penyabunan
  • Bahan alam mengandung amina

Dan di antara bahan-bahan alam tersebut pastinya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Yang mana bisa yang satu menghasilkan lebih banyak pengapungan bijih besi namun ada juga yang sedikit dihasilkan.

1. Asam Lemak, Baik Hewan Maupun Tumbuhan

Menggunakan asam lemak sangat baik dalam pengapungan bijih besi. Namun, bukan hanya menggunakan asam lemak saja, Pada asam lemak dicampur lagi dengan Sodium Carbonate sebanyak 1 kg/t dengan suhu ruangan sekitar dua puluh derajat celcius. Dengan demikian, hasil pengapungan bijih besi cukup banyak didapat. Sekitar 74% besi dihasilkan dari total besi keseluruhan.

2. Minyak Jati

Cara memperoleh minyak jati dengan metode Kraft Process. Dengan demikian, didapat alkaline yang tinggi, ester dan asam karboksilat didapat cukup baik. Dengan menggunakan minyak jati tersebut, pengapungan bijih besi yang didapat terlihat cukup banyak yang dihasilkan. Ada yang menghasilkan 90% besi dari total keseluruhan, ada yang menghasilkan 83,4% dari total besi keseluruhan, dan ada juga hanya menghasilkan 55% dari total besi keseluruhan. Hal tersebut bergantung kepada kualitas pohon jati yang digunakan.

3. Asam Lemak dari Penyabunan

Hal tersebut digunakan dengan mendapatkan asam lemak dari reaksi terpineol dicampurkan dengan alkohol sehingga menghasilkan asam lemak. Reaksi tersebut berada pada pH 12. Hasil bijih besi yang didapat dari asam lemak ini menghasilkan 74% dari keseluruhan.

4. Penggunaan Bahan Alam Mengandung Amina

Bahan alam yang mengandung amina lumayan banyak sih. Selain digunakan untuk pengapungan bijih besi, juga dapat digunakan untuk adsorpsi kuarsa pada pengapungan besi tersebut. Tentu saja dengan rentang pH 6,5 – 7,5. Hasil bijih besi yang didapat dari bahan alam ini menghasilkan kisaran 90% bijih besi dari total keseluruhan. Namun, di sini tidak disebutkan bahan alam apa yang digunakan secara spesifik dalam penelitian tersebut. Hanya mengatakan penggunaan bahan alam mengandung amine.

Kesimpulan

Jika dilihat dari pengapungan bijih besi yang didapat, bahan alam mengandung amine lebih baik daripada ketiganya. Karena dapat berperan ganda, selain pengapungan, juga bisa digunakan sebagai adsorpsi kuarsa. Namun, penggunaan bahan alam mengandung amine ini sangat susah ditemukan. Jika salah bahan alam tersebut, maka hasil yang didapat cukup buruk.

Sebagai gantinya, kebanyakan industri menggunakan asam lemak, baik dari tumbuhan maupun hewan karena mudah didapat dan hasil pengapungan juga terlihat banyak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here