Perkenalkan Nama Saya Amru Daulay

Perkenalkan Nama Saya Amru Daulay

Ada sebuah pepatah yang mengatakan, “Tidak kenal maka tidak sayang,” berarti kalau nggak kenalan berarti nggak sayang-sayangan dong, hihihi 😀

Perkenalkan, Nama saya Amru Daulay. Saya lahir di Padangsidimpuan, sebuah tempat yang jauh banget, bagian selatan di Provinsi Sumatera Utara. Banyak yang beranggapan kota itu penuh dengan nilai unik, salah satunya Beca Padangsidimpuan. Tapi menurut saya sih biasa saja, nggak ada uniknya tuh Beca. Mungkin karena sudah sering lihat kali, makanya terasa biasa saja.

Kata mama saya, saya waktu kecil aktif banget, kagak mau diam, maunya main-main saja. Mungkin itu ada benarnya juga, karena sampai sekarang, saya tetap nggak mau diam. Pinginnya aktif terus.

Masa SD saya penuh dengan hal luar biasa. Karena saya orangnya aktif bergerak, menyebabkan para guru kewalahan. Saya sering sekali dimarahin guru, tapi saya nggak kapok-kapok. Pernah saya berkata kepada guru, “Orang tua saya tidak pernah melarang saya berhenti bergerak.”

Masa SMP, masih aktif bergerak. Masa SMP bisa dibilang masa peralihan antara anak-anak ke remaja. Pada masa itu mulailah yang dinamakan kenakalan remaja. Tapi enahnya, saya tidak tahu apa itu kenakalan remaja. Banyak teman saya yang mulai merokok, namun saya tidak merokok. Dari SD saya sudah mulai perhitungan. Saya suka sekali menghitung pengeluaran sehingga saya berpikir, “Saya merokok menghabiskan beberapa ribu rupiah dan itu hanya dibakar saja. Mendingan saya nabung uang,” walaupun saya tidak merokok, tapi saya masuk ke kehidupan perkelahian dan klub malam.

Masa SMA, awalnya saya masuk ke SMA yang menerapkan sistem asrama. Nah, masalah selanjutnya datang, di asrama harus patuh terhadap peraturan dan perkataan senior. Saya tuh tidak suka mematuhi peraturan. Saya selalu melanggar peraturan. Artinya, karena sistem asrama adalah senioritas, yang artinya bogem mentah dah biasa, akhirnya saya sering kena pukulan. Seandainya saya tidak melawan, masalah selesai. Tapi saya melawan.

Perkelahian bukan dunia baru bagi saya. Sedangkan para senior merupakan dunia baru. Sebelumnya (masa SMP) mereka hanya belajar saja. Mereka hanya menjunjung tinggi senioritas dan umur tua. Tentu saja ini menjadi mainan untuk saya. Banyak senior yang saya hajar. Pernah suatu hari, si senior dengan sombongnya mengajak saya ke kamarnya, terus dia kunci kamarnya, tiga menit kemudian saya keluar dari kamar sedangkan si senior sudah berdarah-darah.

Walaupun begitu, saya sering banget ditunjuk mewakili sekolah dalam berbagai perlombaan, apalagi olimpiade Fisika dan Astronomi.

Dan entah kenapa, mungkin orang tua saya tidak tega saya semakin nakal, karena menikmati perkelahian, orang tua memindahkan saya secara diam-diam. Waktu itu saya sedang sakit, saya dibawa pulang ke rumah. Setelah saya sembuh, orang tua mengatakan kabar gembira bahwa “saya telah pindah”. Dan di sekolah baru, saya pun mulai berubah menjadi pribadi yang lebih baik.

Masa kuliah, saya menjadi lebih baik, serius deh saya baik banget. Saya pergi ke kampus, mendengar penjelasan dosen dan mengerjakan tugas yang dia berikan. Namun, karena saya tidak mengejar nilai, saya malas-malasan saat mengerjakan tugas apalagi ujian. Saya hanya rajin membaca jurnal ilmiah, membaca buku, dan praktikum.

Dan entah kenapa lagi, saya juga berprestasi saat kuliah (juara 1 olimpiade kimia). Padahal saya hanya ingin menjadi mahasiswa biasa saja. Maka dari itu, saya selalu menganggap prestasi itu tidak ada.

Tamat kuliah, saya lanjut ke jenjang berikutnya, S2. Tujuan saya S2 demi mencapai impian saya. Saya mempunyai sebuah impian, impian itu muncul ketika saya menemukan satu ayat di Al-Quran. Ayat tersebut yang menjadi impian saya. Dan untuk mewujudkan impian itu, saya membutuhkan sekolah yang lebih tinggi dan ilmu pengetahuan yang banyak.

Masalah percintaan saya, percintaan saya masih belum ada, masih polos, hihihi 😀

Hmm apa lagi ya cerita dari diri saya? Sepertinya itu saja dulu deh. Dan pastinya, cerita saya masih berlanjut ke arah yang lebih seru.

3 COMMENTS

  1. nakal tapi berprestasi ya mas?
    keren lah hehe, mana berani sama senior segala. kalau saya mah udah tak “iya-in” ajalah itu apa yang dipengen sama kakak kelas, ngga berani ngelawan sampai ngunci di kamar 😀

  2. Salam kenal. Makasih ya udah sering mampir ke blog saya.

  3. Hera Fitra Lubis

    Badung juga dulu ya Am…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here