5 Pertanyaan Motivasi Diri Agar Tetap Semangat Menulis

Menulis adalah kegiatan yang menyenangkan. Dengan tulisan, semua hal yang kita pikirkan maupun yang kita inginkan menjadi kenyataan. Dengan tulisan, kita dapat membantu ataupun menghibur orang lain. Sangat besar bermanfaat dari menulis. Bahkan, dosen saya pernah berkata, “Orang jenius, bisa dilihat dari tulisannya.” Namun, menulis adalah kegiatan yang membosankan. Maka dari itu, perlu motivasi diri agar tetap Semangat menulis.

Motivasi yang diperlukan bukan yang muluk-muluk, sampai harus ke kuburan minta petunjuk. Bukan itu. Tapi hanya sebuah kata sederhana yang dirangkai sedemikian indahnya, sehingga membuat Anda semangat menulis.

Tanpa mempersingkat kata, berikut 5 pertanyaan motivasi diri agar tetap menulis.

1. Kenapa Saya menulis?

Ingat lagi deh, kenapa Anda ingin menulis? Pertanyaan ini sebaiknya Anda lontarkan saat Anda sedang jenuh. Anda berada di mana tidak semangat menulis, pingin yang instan saja, maunya besok tulisan sudah selesai, atau Anda merasa sulit menyelesaikannya sehingga ingin menyerah saja. Maka dari itu, untuk motivasi diri, tanyakan kepada diri Anda, “Kenapa saya menulis?”

Banyak jawaban dari pertanyaan ini. Mungkin Anda ingin berbagi ilmu, menghibur orang-orang, menyalurkan hobi, mengeluarkan imajinasi, atau lain sebagainya. Pokoknya, Anda menulis karena ada satu alasan penting.

Terkadang, awal kita bersemangat menulis karena memang alasan kenapa menulis masih terngiang. Tapi lama kelamaan, semangat menulis mulai menurun, seiring motivasi diri untuk menulis semakin memudar. Sebaiknya mulai lagi menanyakan kepada diri Anda.

Bukankah ada alasan kuat kenapa Anda menulis?

2. Untuk Siapa Saya Menulis?

Pada umumnya, seseorang menulis untuk pembaca, itu memang sudah pasti, kecuali untuk buku diary. Ujung-ujungnya, sebuah tulisan itu akan dibaca orang.

Namun, pasti ada seseorang yang sangat spesial, Anda ingin memberikan tulisan Anda kepada seseorang tersebut, dan melihat reaksi dia.

Maka dari itu, ketika semangat Anda sudah mulai menurun, sebaiknya tanyakan lagi kepada diri Anda, “Untuk siapa saya menulis?” Apakah untuk orang tua Anda, kekasih Anda, adik Anda, atau yang lainnya. Pokoknya ada seorang spesial di hati Anda.

Motivasi diri dari pertanyaan ini, untuk mengembalikan Anda kepada masa lalu, di saat Anda mulai menulis, di saat Anda semangat menulis, dan di saat Anda memimpikan seseorang itu akan membaca tulisan Anda.

Kata orang, “Perlu motivasi orang yang spesial agar manusia mampu pergi ke Bulan,” hmm … agak berlebihan sih, tapi memang benar demikian. Pernah dengar, seorang laki-laki tiba-tiba menjadi superman demi kekasihnya?

Nah, di saat Anda lupa “untuk siapa Anda menulis”, sebaiknya mulai ingat-ingat lagi.

Anda menulis, pasti Anda ingin seseorang yang spesial membaca tulisan Anda

3. Apa Tujuan Saya Menulis?

5 Pertanyaan Motivasi Diri Agar Tetap Semangat Menulis

Tujuan seseorang untuk menulis bermacam-macam. Ada yang ingin membantu orang-orang lewat tulisan, Anda yang ingin mengeluarkan uneg-uneg atau imajinasinya, bahkan ada yang ingin mendapatkan uang. Apapun alasannya, semua tujuan tersebut baik, kecuali tujuan dia menulis untuk menyesatkan orang-orang.

Maka dari itu, Anda pastinya memiliki tujuan untuk menulis. Kenapa Anda menulis dan untuk tujuan apa Anda menulis?

Setiap orang saat melakukan sesuatu, pasti ada tujuan yang hendak dicapai. Sebagaimana dalam game, game akan seru jika ada tujuan dari game tersebut. Game akan terasa hambar ketika tidak ada tujuan dari game tersebut. Biasanya dalam game, tujuan itu disebut misi.

Nah … di saat Anda sedang tidak semangat menulis, berarti Anda tidak mempunyai tujuan. Motivasi diri untuk Anda adalah mengingat tujuan tersebut.

Menulis memang membutuhkan waktu yang lama dan tentu saja membutuhkan proses yang sangat panjang. Bahkan ada yang sampai tahunan loh. Tapi kenapa para penulis sukses bisa tetap menulis walaupun membutuhkan tahunan? Hal ini karena mereka tetap ingat tujuan mereka menulis.

Anda mulai menulis, berarti Anda punya tujuan tertentu lewat tulisan

4. Apa Kelebihan dari Tulisan Saya?

Yang pastinya Anda menulis karena Anda yakin tulisan Anda lebih baik. Baik itu untuk tulisan ilmiah atau non ilmiah. Pokoknya, Anda yakin tulisan Anda lebih baik. Ya … tidak tahu menurut orang setuju atau tidak sih.

Namun, inilah yang membuat Anda tetap semangat menulis. Anda yakin tulisan Anda lebih baik, dan Anda menyadari tulisan yang lain ada yang kurang sedikit.

Namun lambat laun, hal tersebut mulai Anda lupakan. Bahkan, Anda mulai tenggelam dengan kelebihan tulisan lain sehingga Anda semakin minder dengan tulisan Anda.

Sebenarnya boleh sih melihat yang lebih baik dari Anda. Hal ini untuk memacu Anda dalam menulis. Tapi jangan sering-sering, nanti membuat Anda drop pula.

Pastinya, Anda memiliki kelebihan dalam tulisan Anda. Camkan itu, mulailah menari dalam pikiran dan imajinasi Anda. Mau apa yang dikata orang, itu urusan belakangan, hahaha.

Tulisanku lebih baik dari tulisan lainnya

5. Kapan Saya akan Menyelesaikan Tulisan Ini?

Hah … setiap penulis pasti tidak asing lagi yang namanya deadline. Mungkin Anda menulis demi mewujudkan sesuatu, yang dibatasi oleh waktu. Apalagi bagi penulis karya ilmiah maupun novel/cerpen, deadline itu horor banget. Tidak ingin datang, tapi pastinya datang.

Maka dari itu, kalau perlu taruh di kalender bulatan merah. Bulatan tersebut diberi lagi keterangannya, “Hidup atau Mati!” hahaha.

Ada sih orang menulis tanpa ada deadline. Tapi ya … itu membuat tulisan menjadi sedikit tidak baik. Karena pastinya, dia bakal malas-malasan menyelesaikannya. Tidak ada yang mengikat dia sih. Kalau menggunakan deadline, pastinya ada yang mengikat, waktu.

Apakah harus selesai saat deadline? Tidak juga, bisa lebih cepat bisa juga lebih lama sedikit. Ini tergantung dari kebutuhan dan keinginan Anda. Batas waktu itu hanyalah sebuah cambuk untuk Anda agar bisa menyelesaikan tulisan. Bukan sebuah waktu yang harus dipatuhi! Kecuali kalau memang sudah ada kontrak atau mengikut lomba, deadline itu perlu banget diselesaikan pada saat deadline atau sebelumnya.

Ingat dengan pepatah orang, “Waktu tinggal sedikit, kemampuan manusia meningkat seribu kali lipat,” memang benar. Itulah yang sering saya katakan, “The Power of Kepepet.”

Deadline membuat Anda semakin semangat menulis

Baca Juga: Apa yang harus dilakukan ketika terkena writer block?

Akhir Kata

akhir kata

Menulis adalah kegiatan yang sangat membosankan. Awalnya memang mengasyikkan, tapi lama kelamaan membosankan juga. Ya … emang dasar sifat manusia demikian. Maka dari itu, ketika kebosanan itu datang, mulailah mengingat ke awal.

Menulis seperti perjalanan yang sangat jauh. Awalnya begitu bersemangat, tidak ada yang bisa menghalangi kita untuk menulis. Ketika sampai di tengah jalan, mulai bertemu dengan jalanan terjal, berkelok, maupun jalanan rusak. Mulai memikir untuk tidak melanjutkan menulis. Karena menulis itu sangat susah.

Tapi … ketika perjalanan sudah sampai pada tujuan, maka akan merasakan kenikmatan yang tiada tara. Sepertinya, seluruh kerja keras itu sudah terbayar. Terlepas tulisan kita disambut positif para pembaca atau tidak. Yang pasti, ada kepuasan tersendiri ketika menyelesaikan tulisan.

Menulis itu seperti melewati jalanan terjal, penuh kelokan, dan jalanan rusak

2 COMMENTS

  1. Saya mulai menyukai kegiatan menulis itu sejak SMP kelas 2, dimulai dari nulis puisi. Trs sejak keluar SMA baru kenal yg namanya blog. Disitulah saya semakin hobi yg namanya nulis

    • Kalau dulu saya nulis d buku diary, hehehe. Setelah makin besar, baru tahu deh namanya blog

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here