7 Tips Meningkatkan Keterampilan Menulis

Keterampilan menulis bukan hanya didapat dengan instan. Baru saja memulai menulis, langsung menjadi ahli. Tidak, tidak demikian. Keterampilan menulis didapat dengan selalu diasah berhari-hari, berbulan-bulan, bahkan tahunan lamanya.

Apakah ada manfaat keterampilan menulis? Tentunya ada. Karena dengan menulis, mampu membuat imajinasi hidup. Mampu membuat catatan penting yang nantinya berguna di masa depan. Mampu menciptakan catatan yang menambah keterampilan dan ilmu pengetahuan dan mampu untuk mencurahkan isi hati di kala tidak tahu kepada siapa gundah hati ini diceritakan.

Keterampilan menulis ini dimulai dari keterampilan menulis di SD, SMP, SMA, kuliah, bahkan sampai bekerja. Tidak ada hentinya untuk meningkatkan keterampilan ini. Jadi, untuk urusan menulis, jangan menganggap sepele. Menulis itu tidak gampang.

Meningkatkan Keterampilan Menulis

Jadi, bagaimana caranya meningkatkan keterampilan dari menulis? Setidaknya ada 7 tips untuk meningkatkannya.

1. Perbanyak baca

Menulis erat kaitannya dengan ilmu pengetahuan yang kita miliki. Misalnya dalam menulis jurnal ilmiah. Maka semakin banyak membaca, semakin banyak ilmu pengetahuan, maka semakin lancar menulis jurnal tersebut tanpa ada kendala sulit menemukan tinjauan pustaka.

Begitu juga denga menulis fiksi, misalnya menulis light novel, novel, cerpen, dll. Maka semakin banyak membaca, semakin banyak pula perbendaharaan kata yang didapat. Selain itu, semakin luas pula menggunakan majas atau gaya bahasa sehingga tulisan tampak indah.

Dengan membanyak baca, pikiran kita semakin terbuka lebar. Ternyata banyak sekali yang harus dipelajari agar menjadi penulis yang hebat. Ternyata kita ini masih belum apa-apanya dibandingkan mereka yang hebat-hebat itu. Hal ini akan meningkatkan semangat menulis.

2. Gabung dengan komunitas penulis

Ada pepatah yang mengatakan, “Kesalahan sebesar semut dikejauhan akan mudah terlihat namun kesalahan sebesar gajah di depan mata tidak akan terlihat,” rasanya pepatah ini memang benar apa adanya. Termasuk dalam dunia penulisan. Kesalahan tulisan orang lain akan mudah banget terlihat. Namun, kesalahan dari tulisan sendiri itu sulit banget terlihat.

Inilah gunanya bergabung dengan komunitas penulis. Saling belajar bersama dan saling mengingatkan akan kesalahan masing-masing, dan juga, di komunitas penulis, akan didapat guru penulis, secara gratis lagi. Ayo … menggiurkan bukan.

Komunitas penulis ini bukan hanya didapat pada kegiatan offline. Sekarang ini banyak banget komunitas penulis yang online. Sehingga lebih memudahkan kita untuk bergabung di komunitas tersebut.

3. Ikuti kursus (optional)

Sekarang ini banyak banget kursus menulis yang mampu meningkatkan kemampuan menulis. Memang, hasil yang didapat luar biasa. Mampu meningkatkan kemampuan menulis secara signifikan.

Kursus menulis ini tidak hanya ditemukan di offline saja. Sekarang ini banyak banget kursus menulis secara online. Memang memberikan kemudahan, dan tentunya memberikan ilmu pengetahuan baru mengenai dunia penulisan.

Namun, kenapa saya membuat dalam kurung “optional” karena banyak juga penulis yang menjadi penulis hebat tanpa mengikuti kursus. Mereka hanya berguru di komunitas penulis saja, dan itu mampu meningkatkan kemampuan mereka, dan lagi masalah waktu yang menjadi masalah. Karena sangat sulit menentukan waktu untuk kursus menulis, banyak banget kegiatan sehari-hari yang harus dilakukan. Namun, kalau ada niat memang bakal diusahakan juga waktu untuk mengikuti kursus menulis.

Namun, bagi yang tidak bisa mengikuti kursus, tidak masalah. Masih banyak kok cara meningkatkan kemampuan. Dan banyak juga kok penulis hebat yang tidak mengikuti kursus. Yang penting jangan malas mengikuti komunitas penulis, banyak baca, dan berlatih menulis.

4. Perbanyak latihan

kebiasaan buruk ketika bekerja

Beberapa kursus menulis, beberapa penulis hebat, dan beberapa buku mengenai menulis selalu menyebutkan untuk perbanyak berlatih menulis. Hal ini memang benar demikian. Semua orang tidak akan menjadi ahli jika hanya sekali mencoba.

Coba deh kita melihat ke belakang. Agar bisa membaca dengan lancar, butuh berapa kali latihan? Bahkan dulu, ketika baru saja belajar membaca, untuk membaca “Ini Budi” saja kesusahan. Namun akibat dari sering berlatih, maka menjadi lancar kita menulis.

Macam-macam keterampilan menulis seperti menulis puisi, cerpen, novel, jurnal ilmiah, buku, dll membutuhkan banyak latihan agar menjadi ahli. Tidak hanya menulis satu dua kali saja, tiba-tiba kemampuannya meningkat seratus persen, tidak mungkin.

Oh ya, jangan diubah urutannya. Perbanyak membaca dulu baru perbanyak latihan. Jangan dibalik! Karena jika perbanyak latihan dulu baru perbanyak membaca, maka kemungkinan writer’s block semakin terbuka lebar. Jika sedikit membaca, maka akan terasa sulit untuk mengembangkan tulisan.

5. Terapkan menulis bebas

Ini perlu bagi Anda yang ingin berlatih menulis. Pertama tuh, tema yang akan Anda tulis bebas, sesuai dengan imajinasi Anda. Biarkan imajinasi mengalir mengikuti tarian tangan yang indah.

Jangan pikirkan tanggapan orang lain. Jangan pikirkan apakah tulisan akan menjadi bagus. Jangan pikirkan kalau tulisan akan menjadi buruk. Tulis saja dulu, mengikuti imajinasi. Jangan sampai menganggap menulis itu adalah kewajiban yang memberatkan. Namun anggap menulis itu adalah kegiatan yang menyenangkan.

Kebanyakan penulis hebat tidak terlalu memikirkan bagaimana tulisannya. Apakah tulisan dia bakal sukses atau tidak. Yang ada di pikiran mereka, menulis itu adalah kegiatan yang menyenangkan.

Jadi, jangan anggap beban menulis itu. Terbanglah ke dunia imajinasi bersama tulisan Anda. Biarkan dia terbang bebas senada dengan jemari yang menari indah.

6. Belajar gaya penulis hebat

Ini juga salah satu keuntungan dari banyak membaca. Belajar dari gaya penulis hebat. Pastinya, sebagai penulis pemula, kita tidak mengetahui gaya penulisan yang sesuai dengan kita.

Seperti kita baru saja belajar mengendarai sepeda motor. Awalnya kita tidak tahu gaya seperti apa kita menghidupkan sepeda motor. Hanya mengikuti apa yang sang guru perintahkan. Namun, semakin sering kita berlatih, maka kita pun mengetahui berbagai teknik menghidupkan sepeda motor dan menemukan gaya kita.

Begitu juga dengan menulis. Awalnya pasti kita mengikuti gaya penulis hebat. Tidak apa-apa, ikutilah, ikuti tapi bukan copy paste! Tapi bukan hanya satu gaya penulis hebat saja pelajari, pelajari dengan gaya penulis lainnya. Sehingga pengetahuan Anda terbuka, dan menemukan gaya penulisan yang cocok dengan Anda.

7. Menulis mengikuti imajinasi

Menulis Buku Non Fiksi

Imajinasi bagaikan makanan pokok pada dunia penulisan. Imajinasi bagaikan penggerak tubuh untuk terus menulis dan menulis tanpa henti (Riemenschneider, D, 2005). Imajinasi itu bebas tanpa terikat.

Maka dalam menulis, jangan mengikuti apa yang orang lain pikirkan, cukup menulis mengikuti imajinasi. Tulislah sesuai dengan imajinasi Anda, hingga semua imajinasi tersebut tertuang dalam tulisan.

Hal itu lebih baik daripada menulis berdasarkan permintaan orang lain. Istilahnya menulis dengan imajinasi dipaksakan, hal itu sangat tidak baik. Ada kalanya, imajinasi itu tidak berkembang, karena bukan dari imajinasi diri sendiri, melainkan imajinasi yang dipaksakan.

Menulislah layaknya Anda bercerita bersama teman. Anggap kertas, laptop, komputer, dll sebagai teman yang akan mendengar segala keluh kesah dan imajinasi Anda.

Penutup

Siapa bilang kalau keterampilan menulis itu didapat hanya satu atau dua kali menulis? Sudah jarang baca, jangan latihan, tiba-tiba menjadi ahli. Tidak! Menulis itu adalah proses panjang mengenai membaca, berlatih, dan berimajinasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here