Kompetisi Yang Saya Ikuti Ketika 17 Agustus Saat Kecil Dulu

Dulu, sewaktu saya kecil, ketika perayaan 17 Agustus itu selalu ditunggu-tunggu. Pingin banget rasanya menikmati satu harian penuh itu. Berbagai perlombaan diadakan. Seperti lomba balap karung, lomba kelereng, lomba makan pisang, lomba makan kerupuk, lomba memasukkan paku ke dalam botol, dan lain-lain. Dan anehnya, selama hidup saya, saya hanya mampu memenangkan satu perlombaan saja, yaitu lomba makan pisang 😀

Haha, rasa-rasa itu sesuatu banget rasanya. Ingin kembali ke masa itu, tapi sayang waktu tidak bisa diulang.

Tanpa mempersingkat kata, berikut kompetisi yang saya ikuti ketika 17 Agustus saat kecil dulu.

Kompetensi Yang Saya Ikuti Ketika 17 Agustus Saat Kecil Dulu

1. Lomba Balap Karung
Awalnya saya pikir perlombaan ini mudah banget. Hanya pake karung terus lompat-lompat deh ala pocong. Ternyata susah banget. Butuh latihan ekstra agar dapat memenangkan perlombaan ini.

Dan entah kenapa, saya selalu terjatuh di tengah jalan setiap mengikuti perlombaan balap karung. Dan setelah jatuh, berusaha bangkit lagi dong. Tapi, tidak beberapa kemudian jatuh lagi. Sepertinya saya tidak berbakat jadi pocong.

2. Lomba Makan Kerupuk
Kalau kerupuknya dipegang sih tidak masalah. Saya mah ok-ok saja kalau seperti itu. Ini mah, kerupuknya diikat di atas, terus mulut berusaha mencapainya. Tangan harus diikat lagi. Wah … ini nih yang susah. Apalagi tipikal orang yang kurang sabaran macam saya. Langsung deh saya lompati, terus digigit talinya, akhirnya tiang untuk lomba makan kerupuk ambruk. Hahaha, teman-teman saya langsung menyalahkan saya.

3. Lomba Balap kelereng
Ini nih, mulut kita berusaha menahan sendok. Di bagian sendok diberikan satu buah kelereng. Nah, kita jalan atau lari gitu, pokoknya kelereng tidak boleh jatuh. Wah … kalau saya mah, baru jalan tiga langkah, kelereng sudah jatuh duluan. Setelah itu, menyerah.

4. Lomba Memasukkan Paku ke Dalam Botol
Sebuah paku diikat pada talu. Setelah itu, dengan panjang tertentu, ujung tali diikat pada pinggang kita. Lalu tugas kita memasukkan paku ke dalam botol. Rasanya mudah sih, kalau pakai tangan. Kalau tidak pakai tangan, rasanya gregetan.

Paku tuh melayang terserah dia. Saya arahan ke kanan, eh dianya ke kiri. Saya arahan ke belakang, dianya ke depan. Itu seperti saya berusaha untuk mengejar kamu, tapi kamunya tidak mencintai saya, huhuhu sedih 🙁

5. Lomba Makan Pisang
Ini nih satu-satunya perlombaan yang selalu saya menangi. Setiap tahun saya selalu yang memenangkan perlombaan ini, wahahaha 😀

Perlombaan ini tuh, mata kita ditutup. Lalu kita mencari pisang, setelah ketemu langsung dimakan sampai habis. Entah kenapa ya, walaupun mata tertutup, hidung saya tuh menerima sinyal gitu dimana pisang disembunyikan. Langsung deh cap cus dimana letak pisang disembunyikan dan melahapnya sampai habis.

Untuk perlombaan ini, saya juara bertahan, hahaha.

Sebenarnya ada perlombaan panjat pohon pinang sih, ini panjat pohon pinang untuk anak-anak. Jadi tinggi pohon pinangnya nggak tinggi, kurang lebih setinggi 3 meter. Tapi saya tidak suka diri saya diinjak-injak, hahaha.

Huh … rasa-rasanya pingin banget kembali ke massa lalu. Masa kecil itu, adalah masa yang paling menyenangkan

3 COMMENTS

  1. Aku nggak pernah ikut lomba 17 agustus.. Duhhh, kok jadi sedih yaaaaa..

    Btw, kayaknya kepekaanmu kuat am, bisa nemu pisang saat mata tertutup.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here