Klor (Cl) Sifat, Manfaat, dan Cara Pembuatan

atom

Untuk diketahui, klor (Cl) merupakan salah satu unsur yang berada di golongan VIIA atau golongan 17. Unsur tersebut dengan mudah berikatan dengan beberapa unsur alkali dan alkali tanah, contohnya NaCl atau yang biasa disebut garam dapur.

Unsur ini bersifat reaktif dan korosif. Karena hal tersebut, diharapkan dijauhi dari benda-benda logam. Karena mampu membuat besi korosi. Dan juga, unsur ini mendapat banyak kasus terlibat dalam kerusakan ekosistem lingkungan, satwa liar, dan lingkungan bumi. Hal tersebut karena sifatnya yang korosif. Selain itu, jika terkena pada kulit, mata, dan saluran pernapasan, dampak yang ditimbulkannya sangat berbahaya. Maka sebaiknya berhati-hati jika berhadapan dengan unsur tersebut.

Dengan berat atom yang cukup ringan. Hanya sekitar tiga puluh lima mol saja membuat unsur ini mudah berikatan dengan unsur lain. Titik didih yang rendah banget, sekitar tiga puluh empat derajat celcius membuat sebagian besar unsur ini berbentuk gas.

Memiliki elektron valensi tujuh. Dengan demikian, dapat ditebak bilangan oksidasinya. Bilangan oksidasinya meliputi angka satu, tiga, lima, dan tujuh. Dan juga berada pada periode ketiga.

Walaupun bersifat korosif, namun memiliki beberapa manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya digunakan untuk produk kertas, antiseptik, zat warna makanan, insektisida, dan plain-lain.

Klor (Cl)

Berikut kesimpulan sebagian besar mengenai unsur tersebut.

Sifat
Reaktif dan korosif

Kegunaan
Klor digunakan dalam pembuatan produk kertas, antiseptik, zat warna, makanan, insektisida, cat, minyak bumi, plastik, obat-obatan, tekstil, pelarut, dan banyak produk konsumen lainnya.

Keberadaan di Alam
Di alam, klor banyak ditemukan bersenyawa dengan unsur natrium (NaCl), serta ditemukan dalam karnalit dan silvit. Klorida membentuk banyak garam terlarut dalam larutan dengan sekitar 1,9% dari massa air laut adalah ion klorida.

Cara Pembuatan
Di laboratorium, klor dibuat dengan cara mengoksidasi ion Cl dari NaCl dengan oskidator, misalnya KMnO4 + H2SO4.

Kelemahan
Banyak senyawa klor telah terlibat dalam kerusakan ekosistem, satwa lar, dan lingkungan. Klor bersifat korosif dan dapat mengiritasi pada mata, kulit, dan saluran pernapasan.

Penemu
Carl Wilhelm Scheele

Tahun
1774

Nomor Atom 17
Massa Atom 35,453 g/mol
Golongan VII A
Periode 3
Konfigurasi Elektron [Ne] 3s3p5
Elektron Valensi 7
Bilangan Oksidasi 1, 3, 5, 7
Titik Lebur -110oC
Titik Didih -34,6oC
Massa Jenis 1,56 g/ml
Wujud Gas
Warna Hijau kekuningan pucat
Struktur Kristal Orthorhombic
Jenis Unsur Halogen


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here