Gaya Atau Butuh Keuangan di Masa Mendatang?

Banyak dari kita bingung membedakan yang mana gaya atau butuh keuangan. Semuanya tampak sama dan tampak menyilaukan. Dua-duanya membuat kantong jeblok juga sih. Tapi … memiliki arti yang berbeda.

Untuk sekedar gaya memang membutuhkan uang yang banyak, tapi tidak memiliki arti apapun. Hanya sebatas mementingkan ego sesaat. Lain halnya jika butuh. Memang kantong jeblok juga, tapi jeblok yang bermanfaat. Anda dapat menerima hasilnya.

Bagaimana cara melihat gaya atau butuh? Itu tergantung dari diri Anda sendiri. Parahnya, zaman sekarang, transaksi jual beli sudah amat mudah. Jika dulu harus membutuhkan tenaga lebih untuk bertransaksi. Sekarang hanya lewat smartphone dan jari Anda. Belum lagi banyak penawaran menarik.

Misalnya, Anda melihat di internet traveling ke Jepang. Dulu ke Jepang sangat susah, sekarang hanya tinggal hitungan jam. Di sana tercantum promo yang sangat menggiurkan beserta harga yang sedikit miring. Anda tertarik? Pikirkan lagi, Anda butuh ke Jepang atau hanya sekadar gaya-gayaan?

Gaya Atau Butuh Keuangan di Masa Mendatang

1. Gaya Berbelanja Mempengaruhi Arus Kas

Hehe, setiap individu seharusnya memiliki kas tersendiri. Di simpan sendiri gitu, dan akan digunakan untuk keadaan darurat saja. Nah … semakin glamor berbelanja, maka arus kas semakin terganggu. Bukan hanya itu saja, mungkin tidak ada lagi untuk arus kas karena gaya berbelanja.

Saat ini, berbelanja sangat mudah. Dengan teknologi internet yang semakin pesat, gaya berbelanja juga cenderung mudah. Anda tidak perlu pergi ke toko tertentu, mengecek barang, melakukan penawaran, dan memberikan uang Anda. Hanya dengan pergi ke internet, langsung ke toko online. Perhatikan produk yang ditawarkan. Lakukan pembayaran hanya lewat internet/mobile banking, bisa juga melalui transfer kartu debit/kredit dan selesai.

Belum lagi dengan diskon yang menggiurkan. Itu semua menghancurkan arus kas Anda. Ingat! diskon adalah ranjau keuangan Anda.

2. Gaya Berbelanja Mampu Merusak Dana Darurat

Setiap individu wajib menyiapkan dana darurat. Hal ini untuk mempersiapkan kejadian buruk yang menimpa di kemudian hari. Ya … masa depan siapa yang bisa memprediksinya.

Tahukah Anda, jika gaya berbelanja semakin glamor, maka akan sulit untuk menyiapkan dana darurat? Hal ini karena dana tersebut digunakan untuk kebutuhan berbelanja.

Sadarkah Anda betapa pentingnya dana darurat? Saya yakin sadar, namun kebutuhan berbelanja yang semakin glamor membuat semakin sulit untuk melakukannya. Bayangkan jika suatu hari Anda mendapat musibah, Anda mengalami kecelakaan misalnya. Anda tidak mempunyai dana darurat? Apa yang terjadi? Percayalah, barang yang Anda pilih dari gaya berbelanja glamor tidak akan membantu Anda.

3. Buat Filter Bertransaksi

Antara gaya dan butuh keuangan memang beda tipis, bahkan tipis banget. Maka dari itu, untuk mencegah gaya berbelanja yang glamor, mulailah filter. Mulai memilih yang mana yang bagus untuk saya, mana yang tidak. Mulailah memikirkan manfaat suatu barang atau apa yang akan Anda lakukan pada barang itu di masa depan. Jangan sampai barang yang Anda beli, tidak pernah Anda gunakan.

Filter saat bertransaksi itu sangat sulit. Hanya Anda sendiri yang dapat menentukannya, bukan orang lain.

Baca juga: 5 tips agar gaji tidak cepat habis

Gaya atau buruh keuangan? Keduanya harus dipikirkan matang-matang. Jangan sampai menghasilkan arus keuangan yang buruk, sehingga berdampak buruk di masa mendatang.

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here